7 Tips Menjaga Keharmonisan saat Krisis Finansial di Tengah Pandemi

Jangan menyerah! Kamu dan pasanganmu pasti bisa melewati masa krisis ini

18 Mei 2020

7 Tips Menjaga Keharmonisan saat Krisis Finansial Tengah Pandemi
Pexels/Anastasiya Gepp

Menjalani hidup sebagai sepasang suami istri tidaklah semudah mengucap janji sehidup semati. Pada perjalannya tentu akan ada kendala. Seperti yang terjadi saat ini, pandemi Covid-19 tentu mengubah banyak hal.

Ini menjadi ujian bagi banyak pasangan. Tidak sedikit yang kehilangan pekerjaannya untuk sementara waktu, bahkan ada juga yang mengalami PHK. Lebih mirisnya lagi sebagian ada yang diberhentikan tanpa dibayar. 

Sebagian lainnya yang menjalankan bisnis rumahan juga terpaksa gulung tikar karena sulitnya bahan baku utama dan memasarkannya.

Ketika pasangan kamu menemukan jalan buntu dan keluaga mengalami krisis finansial, tetaplah bergandengan tangan. Memberikan dukungan untuknya adalah hal berharga yang dibutuhkan pada saat ini.

Ini tidak mudah, kebanyakan pasangan mungkin berpisah karena terlalu sering terlibat pertengkaran.

Jangan biarkan kondisi pandemi Covid-19 mengalahkan keutuhan rumah tangga. Lalu bagaimana cara melewatinya?

Berikut ini Popmama.com membagikan tips menjaga keharmonisan di tengah krisis finansial selama melewati pandemi Covid-19.

Kamu dan pasangan pasti bisa melalui ini!

1. Berhenti menyudutkan pasangan kamu

1. Berhenti menyudutkan pasangan kamu
Freepik

Kata-kata mudah terucap, karena terlalu  mudah sampai kadang kamu tidak sadar bahwa kata-katamu itu bisa menyakiti orang lain. Begitu pula dengan pasangan kamu.

Dialah orang yang paling sering kamu temui. 

Dalam kondisi krisis finansial seperti saat ini, berhenti menyudutkan pasangan kamu. Belajarlah menerima situasi saat ini. 

Ingat, pasangan kamu bukan tidak berusaha. Kondisi saat ini memang sedang super sulit. Wajar saja jika sebagian orang terlibas dalam posisi yang tidak sesuai harapan.

2. Berhenti menyalahkan satu sama lain

2. Berhenti menyalahkan satu sama lain
Pixabay/composita

Kamu menyalahkan dia karena tidak pandai mengelola pekerjaannya, begitu pula dia menyalahkan kamu karena boros dan tidak bisa mengatur keuangan keluarga.

Sampai kapan akan terus saling menyalahkan?

Berhenti menyalahkan pasangan kamu. Fokus pada uang yang tersisa, buatlah catatan kebutuhan prioritas untuk keluarga. Pikirkan bagaimana solusi untuk mencukupinya.

Editors' Picks

3. Yakinlah uang masih bisa dicari

3. Yakinlah uang masih bisa dicari
Popmama.com/Fajar Perdana

Selama berusaha di jalan yang benar, yakinlah bahwa uang masih bisa dicari lagi dan akan mencukupi kebutuhan keluargamu.

Tenangkan diri kamu, tenangkan pasanganmu. Berikan semangat baru padanya. Kamu dan pasangan pasti bisa melewati masa sulit ini.

4. Ingat dulu, mengapa kamu ingin menikah dengannya

4. Ingat dulu, mengapa kamu ingin menikah dengannya
wallpaperscraft.com

Pasti kamu ingin menikah dengan pasangan kamu karena cinta. Cinta pada kepribadiannya, cinta pada kebaikannya, cinta pada kehumorisannya, cinta pada dirinya yang apa adanya.

Ingatkan kembali apa yang membuat kamu cinta dengannya. Bawa kembali sosoknya yang dulu bisa membuat kamu jatuh cinta. 

Dia tetap sama, tetap orang yang kamu cintai. Keadaan yang berubah, bukan pasangan kamu.

Cintai dia seperti saat pertama kalian mengikat janji. Itu akan menguatkan satu sama lain.

5. Menyesuaikan keadaan

5. Menyesuaikan keadaan
Unsplash/Michael Longmire

Jika dulu makan daging impor, sekarang bisa makan sesuai kemampuan. Tidak perlu memaksakan. Beri pengertian pada pasangan kamu dan anak-anak di rumah.

Kondisi keuangan yang semakin sulit mengajarkan kita untuk hidup sederhana dan saling memaklumi. Benar begitu kan?

6. Memilih barang yang boleh dijual atau tidak

6. Memilih barang boleh dijual atau tidak
Unsplash/Christin Hume

Dalam pernikahan, ada barang milik bersama atau milik pribadi. Jika terjebak dalam kondisi mendesak dan terpaksa menjual suatu barang maka diskusikan dengan pasangan terlebih dulu.

Ini penting karena menjadi tanda kamu menghargai pasangan kamu.

Jika tadinya keluar naik mobil, lalu mobil terpaksa dijual maka masih bisa naik kendaraan lain seperti motor.

Jika ingin menjual perhiasan istri, atau mas kawin maka sebaiknya pamitlah kepada istri terlebih dulu. Gantikan lagi di kemudian hari jika sudah bisa mengumpulkan uang untuk membeli dengan harga yang sebanding dengan barang yang kamu jual.

7. Jika keluargamu sudah dikaruaniai anak, ingatlah ini

7. Jika keluargamu sudah dikaruaniai anak, ingatlah ini
Freepik/Senivpetro

Anak penghilang rasa duka, sebagian orang meng-amin-kan hal ini. Begitu pula kamu dan pasangan, jika sudah diberkahi anak maka jadikan anak sebagai penghilang penat.

Jadikan anak sebagai sumber motivasi kamu dan pasangan. Ingatlah bahwa ada makhluk kecil tidak berdosa dan tidak berdaya yang membutuhkan perwatan dari kamu dengan pasanganmu.

Itulah sebabnya kamu dan pasangan harus selalu harmonis meski berada di tengah pandemi ini.

Saling mengasihi dan menerima satu sama lain akan membuat kamu merasa lapang dada dalam menghadapi segala kemungkinan.

Itulah 7 tips menjaga keharmonisan keluarga saat krisis finansial di tengah pandemi Covid-19. Jangan mau kalah dengan keadaan, kamu dan pasanganmu pasti bisa melalui ujian ini.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.