Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bukan Sosok Biasa, Ini 5 Fakta Atika Algadri Ibunda Nadiem Makarim
Youtube.com/Rory Asyari
  • Atika Algadri adalah putri Hamid Algadri, pejuang perintis kemerdekaan Indonesia yang berjasa dalam berbagai perundingan diplomatik penting.

  • Atika Algadri meraih gelar Master of Education dari Harvard University dan menjadi salah satu pendiri majalah Femina pada 1972.

  • Atika Algadri juga dikenal sebagai pegiat antikorupsi dan pendiri Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA).

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik setiap anak yang luar biasa, selalu ada sosok mama yang tak kalah luar biasa. Hal itu berlaku pula bagi Nadiem Makarim, pendiri Gojek sekaligus mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia.

Sang mama, Atika Algadri, dikenal sebagai perempuan dengan rekam jejak panjang di dunia pendidikan, media, dan gerakan sosial. Nama besarnya bukan hanya karena menjadi mama seorang tokoh, melainkan karena dedikasi nyata yang ia bangun selama puluhan tahun.

Dikutip dari YouTube Rory Asyari, kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa fakta menarik tentang Atika Algadri, mama Nadiem Makarim, yang jarang diketahui publik.

Yuk, disimak!

Deretan Fakta Atika Algadri Ibunda Nadiem Makarim

1. Putri pejuang kemerdekaan yang lahir di tahun bersejarah

Youtube.com/Rory Asyari

Atika Algadri lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 21 Maret 1945, tepat di tahun kemerdekaan Indonesia diproklamasikan. Ia merupakan putri dari Hamid Algadri, sosok yang namanya tak bisa dipisahkan dari sejarah diplomasi bangsa.

Hamid Algadri dikenal sebagai pejuang perintis kemerdekaan yang berjasa dalam Perundingan Linggarjati, Perundingan Renville, hingga Konferensi Meja Bundar. Dari sang papa inilah, Atika mewarisi nilai perjuangan, nasionalisme serta semangat melawan ketidakadilan yang menjadi fondasi hidupnya.

2. Lulusan Master of Education dari Harvard University

Youtube.com/Rory Asyari

Atika Algadri sangat memandang penting sebuah pendidikan, sehingga ia menempuh studi di Harvard University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Education.

Bekal akademis dari salah satu universitas terbaik dunia itu menjadi modal besar dalam perjalanan hidupnya.

Dengan ilmu pendidikan dari Harvard, Atika kembali ke Indonesia dan mulai berkarya. Ia percaya bahwa pendidikan adalah fondasi terpenting untuk mencetak generasi yang berdaya dan berintegritas. Sebuah prinsip yang juga Atika terapkan dalam mendidik anak-anaknya.

3. Salah satu pendiri majalah Femina

Youtube.com/Rory Asyari

Atika Algadri dikenal sebagai salah satu pendiri majalah Femina, yang ia dirikan bersama Mirta Kartohadiprodjo dan Widarti Gunawan, dan pertama kali terbit pada 1972. Kehadirannya menjadi tonggak penting dalam dunia jurnalisme Indonesia karena menghadirkan ruang khusus bagi perempuan.

Majalah Femina sejak awal berdirinya tidak hanya berfokus pada gaya hidup, tetapi juga mengangkat isu kesetaraan dan peran perempuan dalam keluarga serta dunia bisnis.

Lewat Femina, Atika turut membuka jalan bagi perempuan Indonesia untuk lebih percaya diri dan berdaya.

4. Pendiri Bung Hatta Anti-Corruption Award dan pegiat antikorupsi

Youtube.com/Rory Asyari

Atika Algadri dikenal sebagai pegiat antikorupsi dan pluralisme, serta merupakan pendiri perkumpulan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA), di mana ia aktif sebagai dewan pengurus.

Komitmen itu bukan sekadar simbol, melainkan cerminan dari nilai-nilai yang Atika pegang sejak lama.

Kiprah Atika di dunia antikorupsi juga tecermin dari cara ia mendidik anak-anaknya. Sebagai mama, Atika meyakini bahwa putranya menjalankan tugas sebagai menteri dengan prinsip moral serta kejujuran yang teguh untuk nusa dan bangsa.

5. Mama tiga anak yang menanamkan nasionalisme sejak dini

Youtube.com/Rory Asyari

Atika Algadri menikah dengan Nono Anwar Makarim pada 1970 dan dikaruniai tiga orang anak, yakni Rayya Makarim, Hana Makarim, dan Nadiem Makarim. Nadiem adalah si bungsu dan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga.

Nilai nasionalisme yang ditanamkan Atika sebagai mama terwujud nyata dalam diri Nadiem, yang merealisasikannya lewat Gojek, perusahaan decacorn pertama asal Indonesia.

Nadiem sendiri pernah menyatakan bahwa orangtuanya sangat nasionalis dan mendidiknya untuk kembali berkontribusi bagi tanah air.

Itulah beberapa fakta tentang Atika Algadri, perempuan tangguh di balik sosok Nadiem Makarim.

Editorial Team