7 Cara Menghadapi Orang yang Membenci Kamu

Tetap tenang, hadapi dengan kepala dingin, inilah caranya Ma!

20 Juni 2020

7 Cara Menghadapi Orang Membenci Kamu
Pexel/Shamia Casiano

Tidak peduli seberapa ramah dan baik hati kamu Ma, pastinya akan selalu harus berurusan dengan orang-orang yang penuh kebencian di beberapa titik dalam hidup. 

Hanya beberapa orang di luar sana yang mengonsumsi energi negatif serta kebencian dan pastinya mereka mungkin memiliki alasan sendiri untuk itu. 

Mungkin pengalaman pribadi yang tak tertahan hingga timbulkan gelora yang sama untuk membenci maupun dibenci. 

Namun sebenarnya, tidak pernah ada ruang pembenaran untuk menjatuhkan orang lain bahkan jika kamu merasa mereka layak mendapatkannya. 

Meski juga sebuah kemustahilan untuk melindungi dirimu atau orang-orang yang kamu cintai dari kenegatifan, jadi satu-satunya hal yang dapat dilakukan adalah belajar bagaimana menghadapi orang yang membenci kamu.

Demi hal-hal baik tercipta, Popmama.com akan berikan cara menangani orang-orang pembenci ini. 

1. Tetap tenang jangan mudah terusik

1. Tetap tenang jangan mudah terusik
Pexel/Negative Space

Dilansir dari allwomenstalk.com, salah satu cara utama untuk tetap berurusan dengan orang-orang yang penuh kebencian adalah tetap tenang. 

Orang seperti ini hanya menunggu untuk mendapatkan reaksi dari kamu. 

Jadi, jika Mama menunjukkan kepada mereka bahwa pendapat atau perspektif mereka tidak berarti apa-apa bagi dirimu, mereka pada akhirnya akan menarik diri karena melihat tidak akan ada gunanya menyerang karaktermu.

Ditambah kamu pastinya juga tidak akan ingin menghabiskan energi atau memberikan perhatian pada hal-hal sepele atau orang-orang seperti mereka.

2. Ganti prespektif dalam melihat orang yang membenci kamu

2. Ganti prespektif dalam melihat orang membenci kamu
Pexel/Naveen Annam

Ketika seseorang menodai reputasimu atau mencemari nama baik, pertanyaan pertama yang muncul di benak Mama adalah 'Mengapa?' 

Lalu kamu berpikir, apa motif mereka membenci kamu dan mencoba mencari tahu apakah itu adalah sesuatu yang telah kamu lakukan.
 
Pada tahap ini, cobalah mengalihkan perspektif dan menilai situasi dari sudut pandang lain. Fokus membiarkan orang lain membenci kamu, hanya akan membuang waktu bahkan bisa membuat kamu justru jadi stres. 

Mencari tahu akar masalah dari prespektif berbeda akan membuka matamu dari mana orang itu berasal dan membantu merasionalisasi situasi pada tingkat yang lebih dalam.

Editors' Picks

3. Pilih pertempuran versi kamu

3. Pilih pertempuran versi kamu
Pexel/Syed Hasan Mehdi

Memilih apakah kamu akan maju berperang adalah hal sulit, karena perang melawan kebencian adalah perang dingin. 

Namun, sering kali mendekati masalah secara langsung dan berkonfrontasi dengan orang tersebut secara langsung terkadang tak mampu menyelesaikan masalah. 

Terkadang yang terbaik dilakukan adalah mengabaikan aura negatif sama sekali.

Seiring waktu, kamu akan belajar dari pengalaman pribadi dan menyadari bahwa melayaninya tidak akan sepadan dengan waktu yang kamu miliki.

Karena itu pikirkan apakah orang yang penuh kebencian itu pantas mendapatkan perhatianmu atau tidak Ma.

4. Jangan turunkan level berpikirmu bila kamu tahu kamu benar

4. Jangan turunkan level berpikirmu bila kamu tahu kamu benar
Pexel/Andrea Piacquadio

Ma, kamu harus sadari bahwa menurunkan level berpikir dan bersikap hingga menjadi selevel dengan si Pembenci adalah hal yang kurang tepat. 

Satu-satunya cara untuk keluar dalam situasi semacam ini adalah tidak membungkuk ke level mereka.

Jangan juga untuk tergoda dengan menunjukkan kelemahan dan kesalahan orang lain ketika mekanisme pertahanan dalam dirimu mulai menendang.

Ingatlah seperti yang pernah dikatakan  oleh Gandhi, "Mata ganti mata membuat seluruh dunia buta."

Alih-alih menjadikannya sebuah solusi, membeberkan kesalahan orang lain adalah tindakan yang mengandung unsur ego Ma! 

Jadi jangan turunkan levelmu untuk terlihat menjadi sama saja, karena masih ada cara yang lebih berkelas untuk menghadapi situasi tersebut.

5. Memahami bahwa ini adalah masalah pada diri mereka sendiri

5. Memahami bahwa ini adalah masalah diri mereka sendiri
Pexel/Gratisography

Sejujurnya, sebagian besar waktu, ketika seseorang menyerang orang lain tanpa dasar nyata untuk klaim mereka, tanpa sadar itu benar-benar menunjukkan lebih banyak tentang karakter mereka sendiri.

Jadi berpikirlah bahwa merekalah yang ada masalah dan kamu tidak, dan itu adalah sesuatu yang harus mereka tangani sendiri karena mungkin mereka mengalihkan kemarahan mereka kepada kamu, sebagai akibat dari masalah pribadi mereka sendiri. 

Dan itu bukanlah sesuatu yang harus kamu khawatirkan, kecuali tentu saja kebahagiaan orang itu menjadi perhatianmu alias kamu sama saja dengan mereka! 

6. Jangan biarkan komentar mereka memengaruhimu

6. Jangan biarkan komentar mereka memengaruhimu
Pexel/Christian Dinna

Kata-kata mereka bisa jadi sangat menyakitkan bila kamu sendiri yang memberinya kekuatan pada pikiranmu sendiri. 

Oleh sebab itu ada baiknya untuk tidak memikirkan perkatannya dan memberinya kekuatan untuk menyerangmu. 
 
Penting memang untuk menjadi kuat secara mental dan tahan terhadap setiap pernyataan kebencian yang dilontarkan kepadamu. 

Mama harus membangun kepercayaan diri dan membangun harga diri. Sangat mungkin untuk merasa baik tentang diri tanpa bersikap egois. Hanya dibutuhkan banyak pemahaman dan pertumbuhan diri sebagai pribadi.

Menyadarkan kepercayaan diri ini akan memberikanmu banyak angin positif untuk menghadapi ombak negatif kebencian. 

7. Jauhkan dirimu dari orang-orang seperti mereka

7. Jauhkan dirimu dari orang-orang seperti mereka
Pexel/Cottonbro

Meskipun kamu seharusnya tidak mudah menyerah pada orang-orang dalam hidup, namun terkadang penting juga untuk memprioritaskan hubungan dan benar-benar melihat apakah beberapa di antara mereka bahkan sepadan untuk tetap diperjuangkan.

Persahabatan bukanlah hubungan beracun, hal seperti ini tidak akan pernah layak untuk diperjuangkan, mereka hanya akan merusakmu sebagai pribadi dan meninggalkan bekas luka emosional.

Karenanya jangan takut untuk menghilangkan pertemanan atau hubungan lain yang tidak sehat. 

Kelilingi dirimu dengan orang-orang yang memberi kamu banyak sukacita dan memberikan dukungan.

Pertanyakan pada dirimu apakah kamu harus berurusan dengan orang-orang yang penuh kebencian, dan apakah itu benar-benar tak terhindarkan!  

Jadi ketika kamu memilih untuk keluar dari hubungan bukan berarti kamu kalah, bahkan hal ini baik untuk dirimu dan mereka yang membencimu agar lebih banyak belajar mengelola kenegatifannya.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk