Berhubungan Seks dengan Lampu Menyala atau Mati, Nikmat Mana Ya, Ma?

Apakah kamu tidak ingin melihat raut wajahnya ketika klimaks?

15 November 2020

Berhubungan Seks Lampu Menyala atau Mati, Nikmat Mana Ya, Ma
unsplash/Maru Lombardo

Sebenarnya seks dengan lampu terang-benderang maupun gelap-gulita sering kali tidak menjadi persoalan yang membuatmu menjadi mundur ketika akan berhubungan seks. 

Namun kali ini Popmama.com akan membahas ketika lampu menyala atau lampu mati ini menjadi permasalahan mendalam yang memengaruhimu dalam berhubungan seksual. Jangan sampai kamu tidak bisa menikmati hubungan seksualmu karena hal tersebut. 

Jadi simak saja ulasan khas kami berikut ini!

1. Tergantung pengalaman pertamamu

1. Tergantung pengalaman pertamamu
unsplash/Skye Studios

Pengalaman pertama bisa menjadi salah satu alasan untuk mengambil keputusan mana cara berhubungan seks yang lebih nyaman.

Jika malam pertama menjadi pengantin, kamu merasa sangat bahagia melihat wajah suami saat berhubungan seks, bisa saja kamu dan pasangan akan memilih untuk menyalakan lampu saat berhubungan intim selanjutnya.

Editors' Picks

2. Alasan lain lampu harus dimatikan adalah karena nilai dari sebuah norma

2. Alasan lain lampu harus dimatikan adalah karena nilai dari sebuah norma
unsplash/Toa Heftiba

Sementara mungkin banyak orang merasa nyaman dengan seks yang menyalakan lampu, banyak orang memiliki pengalaman yang berlawanan.

"Berhubungan seks dengan lampu mati dapat berasal dari beberapa faktor pribadi dan sosial," kata Adina Mahalli, konsultan hubungan bersertifikat dan pakar kesehatan seksual di Maple Holistics. 

Faktor-faktor ini dapat berkisar dari memperjuangkan citra tubuh hingga ketabuan masyarakat yang berasal dari kepercayaan agama.

“Seks dipandang sebagai dosa dalam salah satu agama dan seks di banyak agama dipandang sebagai sesuatu yang tidak boleh dilakukan dengan cara 'rekreasi'. Rasa malu dalam suatu tindakan akan membuat kamu tidak ingin melihat dengan baik saat melakukan hubungan seks denga pasangan,” jelas Mahalli.

3. Komunikasikan dengan pasangan saat bercinta

3. Komunikasikan pasangan saat bercinta
Unsplash/NeONBRAND

Penting bagi kamu untuk berkomunikasi dengan pasangan, karena komunikasi adalah kunci dari sebuah hubungan termasuk ketika kamu melakukan hubungan intim.

Jika pasangan tidak tahu apa yang terjadi dengan kepercayaan dirinya, pasangan kamu tidak akan mengerti apa yang ada di kepalamu dan juga mengapa kehidupan seks mungkin begitu memengaruhi kepribdiannya. 

Komunikasi tidak hanya untuk orang yang ingin berhubungan seks dengan lampu mati, tapi juga pada yang ingin lampu menyala. 

Jika, kamu merasa kesal dan merasa seolah-olah pasanganmu tidak membuat kamu percaya diri dengan tubuhnya, penting bagimu untuk duduk dan membicarakannya dengan si Dia. 

Beri tahu si Dia bagaimana perasaanmu, tetapi jangan memanipulasi situasi atau membuatnya merasa bersalah, pahami bahwa ia memiliki keinginan jug dalam hal berhubungan seks. 

Yakinkan dia juga. Beri tahu si Dia mengapa kamu ingin melakukannya dengan lampu menyala, mengapa kamu ingin melihat pasangan dan apa yang kamu sukai dari tubuhnya.

Jika kamu adalah orang yang menginginkan lampu dimatikan, kamu dapat melakukan percakapan yang sama seprerti tadi, tetapi ingat bahwa pada akhirnya kecintaan pada diri dan kepercayaan diri datang dari dalam jiwa bukan dari luar. 

4. Lampu menyala membuat seks kian panas

4. Lampu menyala membuat seks kian panas
Unsplash/Dainis Graveris

Lampu menyala memiliki manfaat lainnya, yakni dapat meningkatkan keintiman dan hubungan dengan pasangan dan dapat mengarah pada seks yang lebih baik secara keseluruhan. 

Mahalli mencatat bahwa manusia adalah makhluk visual, dan selama berhubungan seks kamu sebetulnya keluar dari isyarat visual alam bawah sadarmu sendiri. 

Juga, jelas, kamu bisa melihat pasanganmu yang seksi lebih baik dengan lampu menyala, dan itu, uhh, so hot! 

5. Tips mendapatkan pencahayaan yang baik saat senggama

5. Tips mendapatkan pencahayaan baik saat senggama
Unsplash/Dainis Graveris

Mulailah dengan lampu redup, tidak sepenuhnya menyala Ma, tetapi tidak sepenuhnya mati atau dalam cahaya alami, jadi seperti seks pagi atau sore hari yang menyenangkan. 

"Seks ringan yang redup dapat menciptakan suasana hati yang lebih sensual daripada menyalakan lampu penuh, sambil tetap memungkinkan kedua belah pihak untuk melihat semua yang sedang terjadi," kata Mahalli.

Jika kamu ingin pergi ke arah yang lebih romantis, cobalah untuk menggunakan metode  "tatapan mata" atau "tatapan jiwa".  Pasangan bisa duduk atau berbaring di samping satu sama lain dan saling menatap mata. Ini adalah latihan yang bertujuan untuk membuatmu lebih nyaman dilihat, tetapi dengan mengenakan pakaian terlebih dahulu. 

Nah, Ma inilah uraian mengenai pencahyaaan saat berhubungan seks. Jadi kalau kamu tim menyalakan atau tim mematikan lampu Ma? Tulis di kolom komentar ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.