Dalam setiap agama termasuk Islam selalu mengajarkan harus berbuat baik kepada siapa saja, termasuk kepada istri. Seperti yang terkandung dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 19 yang berisikan pentingnya memperlakukan istri dengan cara yang baik dan penuh pengertian.
Adapun ayatnya sebagai berikut:
يايها ٱلذين ءامنوا لا يحل لكم ان ترثوا ٱلنساء كرها ولا تعضلوهن لتذهبوا ببعض ما ءاتيتموهن الا ان ياتين بفحشة مبينة وعاشروهن بٱلمعروف فان كرهتموهن فعسى ان تكرهوا شيـا ويجعل ٱلله فيه خيرا كثيرا
"Ya ayyuhallazina amanu la yahillu lakum an tarisun-nisa`a kar-ha, wa la ta'duluhunna litaz-habu biba'di ma ataitumuhunna illa ay ya`tina bifahisyatim mubayyinah, wa 'asyiruhunna bil-ma'ruf, fa ing karihtumuhunna fa 'asa an takrahu syai`aw wa yaj'alallahu fihi khairang kasira."
Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (Q.S. An-Nisa:19)