Cara Menolak Permintaan Mengasuh Anak Teman atau Keluarga

Hindari berbohong dan katakan dengan sopan ya!

6 Maret 2021

Cara Menolak Permintaan Mengasuh Anak Teman atau Keluarga
Freepik/Vgstockstudio

Jika kebetulan kamu salah satu orang dewasa yang belum memiliki anak, namun teman atau saudara sudah mulai memilikinya pasti kamu mungkin sering diminta tolong untuk mengasuh anak di rumahmu.

Dalam beberapa kasus, mungkin kamu perlu mencoba mengasuh anak-anak setidaknya satu kali, untuk mencari tahu apakah kamu bisa menemaninya sambil melakukan kegiatanmu sendiri.

Beberapa orang memang ada yang senang menikmati kebersamaan dengan anak-anak sehingga tidak keberatan untuk mengasuhnya, namun jika kamu termasuk orang yang aktif berkegiatan dan tidak sepenuhnya bisa perhatian pada anak, kamu harus memikirkan alasan untuk mengatakan “tidak”.

Kalau kamu termasuk yang tidak dapat mengasuh anak selagi harus melakukan kegiatan lain, kali ini Popmama.com akan membahas cara untuk menolak permintaan teman atau keluarga yang ingin menitipkan dengan cara yang sopan.

Berikut beberapa caranya!

1. Jangan biarkan mereka menunggumu untuk mengatakan tidak

1. Jangan biarkan mereka menunggumu mengatakan tidak
Freepik/Dragana_Gordic

Semakin banyak memikirkan alasan kepada teman atau keluarga yang akan menitipkan anak, maka semakin banyak kekhawatiran mereka jika kamu mengatakan tidak. Apalagi jika kamu membatalkan di menit-menit terakhir, akan membuat mereka stres karena harus menghubungi atau mencari pengasuh lain di saat-saat terakhir.

Jika kamu memiliki hari tertentu untuk mengurus anak teman atau saudara, akan lebih baik untuk beri tahu mereka beberapa minggu sebelumnya jika kamu tidak bisa mengasuh anaknya pada hari biasanya. Misalnya ketika kamu ingin ikut ujian atau berlibur di luar kota.

Namun terkadang keadaan darurat muncul di mana tidak direncanakan sebelumnya, seperti saat sedang sakit. Maka dari itu, kamu dapat memberi tahu teman atau keluarga bahwa kamu mungkin merasa tidak cukup sehat untuk mengasuh minggu ini.

Editors' Picks

2. Sediakan pengganti babysitter yang terpercaya dan berada di wilayah sekitarmu

2. Sediakan pengganti babysitter terpercaya berada wilayah sekitarmu
Freepik

Jika kamu ingin menolak permintaan untuk mengasuh anak teman atau keluarga, sebaiknya juga siapkan seorang babysitter pengganti yang terpercaya. Daripada membiarkan temanmu mencari pengasuhnya sendiri

Ada kemungkinan besar keluarga memercayai penilaian dan pendapatmu, jadi akan dengan senang hati menerima rekomendasi darimu dan tentunya juga membuat segalanya lebih mudah bagi mereka.

Atau kamu juga bisa memiliki kesepakatan dengan beberapa jasa pengasuh atau babysitter lain di wilayah sekitarmu untuk mereferensikan pekerjaan mereka pada seseorang yang akan menitipkan anaknya.

3, Jangan khawatir tentang mengecewakan orang

3, Jangan khawatir tentang mengecewakan orang
Freepik

Yang benar adalah kamu tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang. Terkadang kamu hanya perlu mengatakan tidak atau meluangkan waktu untuk diri sendiri.

Tidak apa-apa untuk mengutamakan diri sendiri dan mengatakan tidak pada suatu pekerjaan. Terutama jika kamu mungkin sangat sibuk sehingga merasa berisiko kehabisan tenaga, atau pekerjaan itu tidak cocok.

Kamu tidak dapat terus mengasuh anak untuk keluarga dan melupakan kegiatan sesungguhnya yang kamu punya. Terlebih lagi kamu bukan menolak hanya karena membuat seseorang kesal. Merasa bersalah bukanlah alasan yang baik untuk terus mengatakan “ya” pada pekerjaan apapun.

Apalagi jika kamu mungkin sudah merasa bahwa hal tersebut menjadi beban di bidang lain dalam hidup. Pada akhirnya, kamu akan mulai membangun kebencian dan mulai terlihat dalam pekerjaanmu yang lain.

4. Jangan langsung mengatakan “Ya”

4. Jangan langsung mengatakan “Ya”
Freepik

Sangat menggoda untuk segera mengatakan “ya” untuk membantu mengasuh anak teman atau keluarga yang akan datang. Terutama jika kamu mungkin sedang kekurangan uang, atau membutuhkan pekerjaan untuk mulai membangun pengalaman.

Jika seseorang ingin kamu untuk mengasuh buah hatinya, kamu tidak perlu langsung mengatakan “ya”.

Melainkan, pikirkan beberapa pertimbangan yang akan terjadi seperti “apakah kamu memiliki perasaan yang mengganggu bahwa kamu memiliki jadwal pada hari itu?” Lebih baik untuk memeriksa jadwal terlebih dahulu dan konfirmasi kepada mereka, daripada mengatakan “ya” dan kemudian kamu harus tidak fokus menjalankan kegiatan dan mengasuh anak nantinya.

Apakah mungkin kamu ditanya secara langsung atau melalui pesan teks, jangan merasa kamu perlu segera membalasnya. Alih-alih, katakan sesuatu seperti "Saya mungkin perlu waktu untuk memikirkannya. Bolehkah saya memberi tahu selambat-lambatnya hari Selasa?"

Kebanyakan orangtua tidak keberatan memberi waktu satu atau dua hari untuk memikirkannya. Hanya saja, jangan menunggu terlalu lama untuk mengonfirmasi atau menolak.

5. Hindari berbohong

5. Hindari berbohong
Freepik/shurkin_son

Membuat kebohongan sepertinya cara termudah untuk keluar dari pekerjaan mengasuh anak. Tapi itu bisa berdampak negatif bagimu di masa depan. Kamu mungkin mengatakan bahwa harus menghadiri pemakaman keluarga agar tidak mengasuh anak.

Tapi betapa canggung rasanya ketika temanmu datang dan memberikan simpati saat mereka bertemu lagi denganmu. Bahkan mungkin saja mereka mengirim bunga ke rumahmu.

Masalah dengan kebohongan adalah begitu kamu mulai, kamu harus mengikutinya. Kamu harus mengingat semua detailnya, dan jika kamu salah atau lupa, itu akan membuatmu seperti teman yang kurang dapat dipercaya.

Kamu mungkin berbohong kepada teman untuk tidak mengasuh anaknya, namun jika ini lebih sering dilakukan daripada berkata “tidak”, berbohong justru menciptakan lebih banyak risiko merusak hubungan pertemananmu. Jika tidak ingin mengatakan yang sebenarnya, lebih baik merahasiakannya daripada berbohong.

Mempelajari cara mengatakan “tidak” memang sulit bagi banyak orang. Tetapi mengetahui bagaimana mengatakan tidak kepada teman atau keluarga dengan cara yang sopan dan bijaksana adalah keterampilan yang dapat kamu pelajari.

Kejujuran biasanya merupakan cara terbaik. Jika kamu memiliki alasan yang kuat mengapa tidak bisa mengasuh anak, seperti perlu belajar untuk ujian, jelaskan saja situasinya. Teman atau keluargamu pasti memahami bahwa kamu memiliki kehidupan dan tanggung jawab di luar mengasuh anak.

Untuk situasi di mana tampaknya akan menyakitkan bagi mereka, jujur saja tentang mengapa kamu perlu mengatakan tidak. Kamu dapat menggunakan pernyataan seperti "situasi saya telah berubah". Jika kamu tidak ingin mengasuh anak untuk keluarga lagi, kamu juga boleh memberi tahu mereka bahwa menurut itu tidak cocok. 

Semoga tips ini bisa membantu ya. Ingat harus tetap sopan ketika ingin menolak. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.