Popmama.com/Azhari Farizky
Setelah dikenal luas lewat 'Tak Ingin Usai' yang menjelma menjadi anthem patah hati Gen Z, Keisya Levronka tidak memilih jalur yang aman. Ia memilih untuk berubah, secara musikal sekaligus personal.
Rombak hadir dengan pendekatan pop-rock yang terinspirasi dari era kejayaan musik Indonesia tahun 2000-an, dengan gitar yang lebih dominan, aransemen full band yang lebih hidup, dan nuansa anthemic yang terasa besar dan lantang. Namun di balik semua perubahan itu, Keisya menegaskan bahwa ia tidak meninggalkan siapa dirinya yang dulu.
"Dengan rombak, aku tidak meninggalkan siapa diriku sebelumnya. Aku justru membangunnya kembali, dengan fondasi yang sama, tapi dengan bentuk yang lebih besar, lebih kuat, dan lebih hidup," ungkap Keisya.
Album ini mengajak pendengar untuk melihat bahwa perubahan bisa menjadi cara paling jujur untuk menemukan diri sendiri, bukan justru menyembunyikannya. Dari 'Lukis Hari Ini' hingga 'Rayakanlah,' setiap lagu dalam rombak membawa spektrum emosi yang luas, dari refleksi dan kehilangan hingga perayaan diri.
Itulah beberapa hal yang membuat album rombak dari Keisya Levronka terasa begitu istimewa dan relevan untuk didengarkan.
Dari luka yang sunyi, transformasi yang berani, hingga keberanian mendefinisikan ulang diri, album rombak mengingatkan kita bahwa tumbuh bukan berarti berpura-pura baik-baik saja, melainkan berani mengubah rasa sakit menjadi sesuatu yang jauh lebih bermakna.
Kapan album rombak Keisya Levronka dirilis? | Album rombak dijadwalkan rilis pada 24 April 2026 sebagai karya lanjutan setelah album debutnya. Album ini menjadi penanda perkembangan musikal Keisya dengan warna yang lebih matang dan eksploratif. |
Apa saja lagu yang ada di album rombak? | Ada 8 lagu mulai diperkenalkan melalui preview, salah satunya Aku Bukan Dia yang langsung mencuri perhatian. Selain itu, ada juga lagu Sembunyi Lebih Lama yang menarik karena Keisya terlibat langsung dalam proses penulisan. |
Apa konsep album rombak dari Keisya Levronka? | Album rombak menghadirkan pendekatan yang lebih personal dan emosional, melanjutkan ciri khas Keisya dalam membawakan lagu-lagu bertema hubungan dan perasaan. Album ini juga menunjukkan eksplorasi musikal yang lebih luas dibanding karya sebelumnya. |