Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri
Adryanto Pratono selaku CEO JUNI Records melihat potensi besar dari kegelisahan Bernadya ini untuk dijadikan sebuah konsep album yang kuat.
Pihak label mendukung penuh eksplorasi emosional Bernadya, termasuk dalam mencari "benang merah" musikalitas yang tepat untuk menggambarkan tema Cherophobia tersebut.
Adryanto Pratono menjelaskan tantangan dalam mencari arah musik yang sesuai dengan kepribadian Bernadya yang unik.
"Kami sempat berdiskusi cukup lama untuk mencari benang merah musiknya. Akhirnya, kami sepakat untuk membawa nuansa musik yang terasa seperti musik tongkrongan atau musik yang jujur di awal tahun 2000-an untuk mendukung pesan emosional di album ini," ungkap Adryanto Pratono mengenai proses pengerjaan album tersebut.
Wah, tema album kedua Bernadya ini benar-benar terasa sangat dalam ya, Ma.
Pasti banyak pendengar yang secara tidak sadar pernah merasakan hal yang sama. Menurut Mama, apakah wajar jika kita merasa takut saat sedang terlalu bahagia?
Apa perbedaan utama single 'Kita Buat Menyenangkan' dengan karya Bernadya sebelumnya? | Lagu ini menandai transisi besar Bernadya dari "era kegelapan" di album Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan menuju nuansa musik yang lebih positif, cerah, dan berwarna. Jika sebelumnya ia fokus pada patah hati yang dalam, kali ini ia menampilkan sisi romansa yang lebih dewasa. |
Apa pesan utama yang ingin disampaikan lewat lirik lagu terbaru ini? | Liriknya menceritakan tentang seni memaafkan hal-hal kecil dalam sebuah hubungan demi menjaga kebahagiaan bersama. Ini mencerminkan pandangan Bernadya yang lebih realistis dan bijak dalam menjalani komitmen dengan pasangan. |
Sudah sejauh mana proses pengerjaan album kedua Bernadya? | Hingga awal tahun 2026, pengerjaan album kedua Bernadya dikabarkan telah rampung sekitar 85 persen. Album ini juga melibatkan kolaborasi yang lebih luas dengan lebih dari dua produser musik untuk memperkaya warna suaranya. |