7 Alasan Suami Sering Menyalahkan Istrinya saat Bertengkar

Saat berselisih, biasanya suami sebagai kepala rumah tangga selalu merasa paling benar

27 Juli 2021

7 Alasan Suami Sering Menyalahkan Istri saat Bertengkar
Pexels/Alex Green

Apakah Mama sering disudutkan dan menjadi pihak yang bersalah saat terjadi konflik rumah tangga? Punya pasangan yang selalu menyalahkan dan merasa benar tentunya bikin frustasi dan kesal. 

Sepertinya bukan sekali dua kali kita mendengar kalimat seperti, “Semua ini salahmu! Kalau sejak awal kamu nurut, pasti hal ini nggak akan terjadi.”  atau saat ia merasa paling benar dan mengatakan hal ini, “Tuh kan, aku bilang juga apa!” 

Padahal, bisa jadi sebetulnya dalam permasalahan tersebut dia yang salah. Namun, demi menyelamatkan hubungan ini, kita memilih untuk mengalah. Akan tetapi, kalau sudah berulang-ulang kali terjadi, sebaiknya jangan tinggal diam dan segeralah bertindak.  

Nah, untuk menghadapinya, sebelumnya yuk cari tahu penyebab kenapa pasangan kita selalu menyalahkan dan merasa paling benar. Kali ini Popmama.com telah merangkumnya dari Times of India

Disimak ya! 

1. Rendahnya rasa percaya diri sebagai kepala keluarga

1. Rendah rasa percaya diri sebagai kepala keluarga
Freepik/drobotdean

Ada saatnya suami mulai kehilangan rasa percaya dirinya sebagai kepala keluarga. Ia merasa telah kehilangan peran dan posisinya sebagai seorang suami dan orangtua bagi anak-anaknya.

Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan, misalnya pendapatnya jarang didengarkan atau upayanya tidak membuahkan hasil yang baik. Dengan begitu, ada perasaan takut bahwa ia akan dinilai kurang kompeten sebagai kepala keluarga.

Akibatnya, suami akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kembali rasa percaya dirinya. Namun, dalam prosesnya bisa saja kurang berjalan mulus sehingga malah memicu berbagai konflik rumah tangga.

Misalnya, karena gengsi untuk meminta bantuan, ia justru malah menyalahkan anggota keluarganya karena telah membuatnya seperti ini.

2. Terlalau terobsesi dengan kehidupan rumah tangga yang sempurna

2. Terlalau terobsesi kehidupan rumah tangga sempurna
Freepik/bearfotos

Apakah suami Mama tipe orang yang perfeksionis atau selalu menginginkan segala sesuatunya sempurna?

Sifat ini tentunya bagus, namun kalau sudah berlebihan tentunya tidak baik. Pada dasarnya tidak ada seseorang di dunia ini yang memiliki kesempurnaan dalam hidupnya. 

Seseorang yang perfeksionis cenderung tidak bisa memiliki rasa toleransi terhadao sesuatu yang bertentangan dengan keinginan mereka. Apabila gagal memenuhi standarnya, maka ia akan menyalahkan orang-orang di sekitarnya terutama istrinya sendiri.

Editors' Picks

3. Melampiaskan stres dan frustasi pada istrinya

3. Melampiaskan stres frustasi istrinya
Freepik

Kehidupan tidak berjalan dengan mulus. Suami Mama mungkin telah mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan di kantornya.

Namun, apabila emosinya tidak terkontrol dengan baik, ia akan mencari cara untuk melepaskan rasa stres dan frustasinya dengan menyalahkan orang lain.

Oleh karenanya, jangan heran kalau suami jadi lebih sensitif. Misalnya ketika kita membuat kesalahan kecil, ia akan langsung menyalahkan Mama karena telah membuat suasana hatinya jadi semakin buruk. 

4. Punya kepribadian narsistik atau terlalu terobsesi dengan dirinya sendiri

4. Pu kepribadian narsistik atau terlalu terobsesi diri sendiri
Freepik/Bearfotos

Apakah suami Mama memiliki tipe kepribadian narsistik?

Orang yang seperti ini cenderung terobsesi dengan dirinya sendiri. Terutama saat berada dalam posisi bersalah, harga dirinya terlalu tinggi untuk minta maaf dan bertanggung jawab.

Seseorang yang narsistik selalu merasa dirinya paling benar dan cenderung mencari orang lain untuk disalahkan. Sebagai istrinya, Mama akan jadi pihak yang selalu mengalah dan meminta maaf demi memperbaiki keadaan. 

5. Tidak merasa bahagia dengan kehidupan pernikahannya

5. Tidak merasa bahagia kehidupan pernikahannya
Freepik/jcomp

Suami yang sering menyalahkan istrinya, bisa jadi ia merasa tidak bahagia dengan pernikahannya. Saat terjadi perselisihan, ia sama sekali tidak berniat mengajak berdiskusi untuk menemukan solusinya.

Alih-alih menyelesaikan konflik, ia justru menyalahkan istrinya dan menuduhnya sebagai akar masalah dari pertengkaran yang terjadi.

6. Belum siap untuk berubah

6. Belum siap berubah
Freepik/Racool_studio

Bagi sebagian orang, perubahan menjadi sesuatu yang menakutkan.

Kehidupan pernikahan terkadang mengharuskan pasangan suami istri untuk berubah ke arah yang lebih baik. Dalam artian, mengubah sifat-sifat jelek yang bisa menghancurkan kepercayaan dalam rumah tangga.

Namun, banyak juga yang masih berat untuk meninggalkan kebiasaan lamanya. Alih-alih berusaha untuk mengubah sifat jeleknya, suami jadi frustasi dan menyalahkan sang Istri atas semua kekurangannya yang ada pada dirinya dan hubungan pernikahan ini.

7. Tidak siap berkomitmen dan mengambil tanggung jawab penuh

7. Tidak siap berkomitmen mengambil tanggung jawab penuh
Freepik/bearfotos

Meskipun telah lama menikah, banyak juga orang yang belum siap berkomitmen pada pasangannya. Mereka tidak cukup berani untuk mengambil tanggung jawab penuh atas tindakannya yang salah.

Dikarenakan tidak mau disalahkan, lebih mudah untuk melimpahkan kesalahan pada pasangannya dan bertindak seolah-olah dirinya yang paling benar.

Nah Ma, itulah beberapa alasan kenapa suami selalu egois dan sering menyalahkan. Dengan mengetahuinya, semoga Mama bisa lebih bijak saat menghadapinya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.