5 Cara Menegur Teman yang Ucapannya Selalu Menyinggung Perasaan

Yuk, tegur mereka dengan cara yang baik!

11 Juni 2021

5 Cara Menegur Teman Ucapan Selalu Menyinggung Perasaan
Freepik/gpointstudio

Baik di sengaja ataupun tidak, ucapan seseorang terkadang bisa membuat lawan bicaranya tersinggung atau sakit hati. Namun, kebanyakan dari mereka justru tidak menyadarinya. 

Mama mungkin ragu, bagaimana cara menegurnya? Kita tentunya ingin berhati-hati agar tidak marah-marah di depan umum dan mempermalukan mereka. Hal ini tidak ada gunanya dan hanya akan memperburuk keadaan. 

Biar bagaimana juga kita itu manusia yang masih belajar mengendalikan emosi. Ketika amarah dalam diri kita mudah terpancing, maka hal ini bisa memicu konflik yang lebih besar. 

Nah Ma, berikut cara menegur teman yang ucapannya selalu menyinggung perasaan. Kali ini Popmama.com telah mengutipnya dari Bustle. 

1. Kendalikan emosi dan berpikir jernih 

1. Kendalikan emosi berpikir jernih 
Freepik

Ketika Mama merasa tersinggung oleh ucapan seorang teman, sebaiknya jangan buru-buru menegurnya. Tenangkan diri dari emosi sampai Mama benar-benar bisa berpikir secara rasional. 

Renungkan apa yang paling membuat Mama kesal dan kenapa? Kemudian pertimbangkan kembali, apakah hal itu benar-benar membuat Mama harus menegurnya?

Tentunya Mama tak mau dicap sebagai orang yang terlalu sensitif, bukan? 

Editors' Picks

2. Cobalah berprasangka baik dulu 

2. Cobalah berprasangka baik dulu 
Freepik/wayhomestudio

Cobalah berpikir positif dan berprasangka baik. Ucapan tersebut mungkin menyakiti Mama.

Namun, bisa jadi mereka tidak sengaja. Mungkin mereka mengalami hari yang buruk di tempat kerja atau stres karena masalah keluarga. 

Memulai percakapan tanpa mengetahui suasana hati lawan bicara kita hanya akan membuat pembicaraan jadi tidak produktif. 

3. Pertimbangkan lingkungan sekitar 

3. Pertimbangkan lingkungan sekitar 
Freepik

Ketika emosi sudah meluap-luap, Mama mungkin ingin segera menegur orang itu. Namun, sebaiknya urungkan niat ini jika Kalian sedang berada di tempat umum. 

Kalian tentunya tidak ingin jadi pusat perhatian, bukan? Sebaiknya, Pilihlah lokasi yang lebih tertutup. Kalian bisa berbicara berdua di rumah atau taman dan restoran yang tidak terlalu banyak orang. 

4. Jelaskan perkara masalahnya sebelum mulai menegur 

4. Jelaskan perkara masalah sebelum mulai menegur 
Freepik

Pertama, ingat-ingat kembali situasi ketika ucapan mereka menyakiti Mama. Kemudian, identifikasi perasaan atau emosi yang muncul karena ucapan tersebut. Terakhir, jelaskan tanggapan Mama tentang kejadian tersebut. 

Mulailah menjelaskan akar masalahnya, apa yang Mama rasakan dan bagaimana tanggapanmu, misalnya seperti: 

"Kemarin kamu memberi banyak nasihat tentang masalah yang terjadi di kantorku, padahal aku tidak pernah memintanya. Aku sedikit kesal dengan ucapanmu kemarin, rasanya seolah-olah akulah penyebab semua masalah ini!" 

Kemudian ungkapkan apa yang Mama inginkan dari mereka, sebagai teman seperti:

"Ketika kamu mendengarkan ceritaku sampai selesai, aku merasa dapat dukungan besar. Karena itu, kamu tidak perlu memberikan nasihat kecuali aku memang memintanya." 

5. Jangan mengungkit hal yang sudah terjadi 

5. Jangan mengungkit hal sudah terjadi 
Freepik/prostooleh

Ketika hubungan kalian sudah membaik. Jangan sekali-sekali mengukit kejadian yang sudah berlalu. Mama mungkin penasaran, kenapa mereka tega menyinggung perasaan Mama? 

Mama pun mulai menerka-nerka bagaimana perasaan mereka? Apa yang mereka pikirkan? Apakah mereka punya niat tertentu? Akhirnya hubungan kalian mulai renggang, karena hilangnya rasa percaya. 

Selain itu, Mama mungkin ingin sekali membahas secara detail ucapan atau tindakan mereka yang membuat Mama tersinggung. Namun, sebaiknya urungkan niat tersebut. Hal ini hanya akan memicu pertengkaran yang lebih besar di antara kalian. 

Nah Ma, itulah beberapa cara untuk memberitahu teman yang ucapannya menyakiti hati Mama. Semoga hubungan Mama dan orang terdekat Mama selalu harmonis!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.