Ini Alasan Pasangan Suami Istri Memilih Tidur di Ranjang Terpisah

Suami istri yang tidur di ranjang berbeda bukan berarti pernikahannya tidak harmonis

30 Juli 2021

Ini Alasan Pasangan Suami Istri Memilih Tidur Ranjang Terpisah
chicagotribune.com

Pasangan suami istri yang tidur di ranjang berbeda, bukan berarti kehidupan pernikahannya tidak bahagia,lho! 

Banyak orang percaya pada pepatah berikut ini, "pasangan yang tidur terpisah akan tumbuh terpisah". Namun, penelitian justru mengungkapkan fakta sebaliknya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh SurveyMonkey Audience pada tahun 2004 terhadap 1.057 pasangan di Amerika Serikat. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa hampir setengah dari responden mereka pernah tidur terpisah, setidaknya sekali dan kehidupan pernikahannya tetap bahagia. 

Pada dasarnya tidak ada aturan tidur yang salah atau benar. Bagi sebagian orang, tidur di ranjang yang berbeda dengan pasangan, bisa jadi sama menyenangkannya dengan tidur satu ranjang.

Nah Ma, berikut ada beberapa alasan kenapa pasangan suami istri memilih tidur di ranjang yang terpisah. Kali ini Popmama.com telah merangkumnya dari Bright Side.

Yuk, disimak penjelasannya!

1. Sering bertengkar karena tidur malam yang tidak berkualitas

1. Sering bertengkar karena tidur malam tidak berkualitas
Freepik/wavebreakmedia_micr

Psikolog dari UC Berkeley, Amie Gordon dan Serena Chen menemukan bahwa seseorang cenderung akan terlibat konflik dengan pasangannya setelah mengalami tidur yang buruk di malam hari. 

Dengan kata lain, ketka salah satu dari mereka tidak mendapatkan waktu tidur malam yang berkualitas, ia cenderung akan bertengkar lebih sering dengan pasangannya.

Sebaliknya, seseorang yang memiliki tidur malam berkualitas akan selalu berada dalam suasana hati baik dan tingkat stresnya lebih rendah. 

Editors' Picks

2. Terganggu dengan pasangan yang memiliki kebiasaan tidur jelek

2. Terganggu pasangan memiliki kebiasaan tidur jelek
Freepik/Tirachardz

Ada berbagai kebiasaan tidur yang jelek, misalnya mendengkur, gelisah serta memonopoli ranjang atau selimut. Seseorang yang merasa terganggu akan memilih untuk tidur di ranjang atau bahkan di kamar yang berbeda dengan pasangannya.

Namun, apabila kita memilih untuk menahannya dan tetap tidur bersama, maka lama kelamaan kondisinya akan tidak bagus. Hal tersebut bisa memicu rasa kesal, marah, bahkan muncul keinginan benci dengan pasangan sendiri.

Selain itu, Jennifer Adams, penulis buku 'Sleeping Apart Not Falling Apart', memaparkan bahwa tidur di kamar terpisah bisa membantu perkembangan hubungan menuju ke arah yang lebih baik. 

Lantaran, pasangan suami istri memiliki jam tidur yang ideal dan keduanya akan berada dalam suasana hati yang baik.

3. Memiliki kondisi tidur yang berlawanan dengan pasangannya

3. Memiliki kondisi tidur berlawanan pasangannya
mnn.com

Seseorang memiliki kondisi tidur berbeda-beda, misalnya ada yang langsung mengantuk saat masuk jam tidur, namun ada juga yang suka begadang karena berbagai alasan.

Selain itu, beberapa orang suka keheningan sebelum tidur. Sebaliknya, pasangannya justru baru bisa tidur nyenyak jika diiringi musik.

Pada dasarnya, bagaimana kita menghabiskan malam di kamar tidur bersama pasangan, ternyata dapat memengaruhi kesehatan psikologis, fisik serta tingkat kebahagiaan dalam pernikahan.

Oleh karenanya, dua orang dengan preferensi tidur yang berbeda cenderung akan mengubah kebiasaan mereka demi pasangannya. Hal ini dikhawatirkan bisa merusak hubungan dalam jangka panjang.

Tidur di ranjang atau kamar yang berbeda dengan pasangan, membuat kita memiliki lebih banyak waktu dan tempat untuk diri sendiri. Misalnya, Mama dapat bersantai setelah menjalani hari yang melelahkan tanpa khawatir mengganggu pasangan. 

4. Tidur yang terganggu dapat berdampak negatif pada kesehatan

4. Tidur terganggu dapat berdampak negatif kesehatan
Freepik/Jofreepik

Pada malam hari, otak dan tubuh kita akan melalui tahapan mulai dari, tidur ringan, bersiap tidur nyenyak, tidur lebih nyenyak serta REM (Rapid eye movement sleep) atau bermimpi.

Apabila kita sering terbangun di malam hari, siklus tersebut akan terganggu. Otak akan kehilangan fase REM dan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dalam fase tidur ringan. Padahal, tanpa REM yang cukup, kesejahteraan emosional dan sistem kognitif kita akan terganggu.

Tidur yang terganggu dapat memicu berbagai masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang, seperti hipertensi, masalah berat badan, kondisi mental, penurunan kualitas hidup, dan lainnya.

Nah Ma, itulah beberapa alasan kenapa pasangan suami istri memilih tidur di ranjang yang terpisah. Ciptakan kondisi tidur senyaman mungkin untuk mendapatkan waktu istirahat yang berkualitas!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.