Tips Bicara yang Baik dengan Pasangan untuk Menghindari Kesalahpahaman

Komunikasi yang baik menjadi kunci dari hubungan harmonis dan bahagia

17 Juli 2021

Tips Bicara Baik Pasangan Menghindari Kesalahpahaman
Freepik/ArthurHidden

Membangun komunikasi yang baik dengan pasangan tentunya sangat penting. Komunikasi dapat berjalan lancar apabila kedua pihak bisa saling mengungkapkan isi hati, serta mampu memahami maksud pasangannya.

Oleh karenanya, pemilihan kata-kata yang tepat juga perlu diperhatikan. Sebab, ketika kita salah bicara, akan timbul kesalahpahaman yang akan berujung pada perselisihan.

Nah Ma, kira-kira bagaimana cara bicara yang baik agar terhindar dari kesalahpahaman? Kali ini Popmama.com telah merangkum tipsnya dari Bright Side.

Yuk, disimak!

Editors' Picks

1. Hindari kata "jangan" dan "tidak" saat menginginkan sesuatu dari suami

1. Hindari kata "jangan" "tidak" saat menginginkan sesuatu dari suami
Freepik/Katemangostar

Ketika Mama mengharapkan sesuatu dari suami, mintalah dengan tulus. Sebaiknya hindari kata 'jangan' dan 'tidak', karena bisa berkonotasi negatif. 

Selain itu, sering sekali seseorang sulit untuk memahami bagaimana ia harus bertindak ketika mendengar kalimat seperti ini. Sebab, kata 'jangan' dan 'tidak' bersifat melarang.

Oleh karenanya, daripada melarang suami untuk berbuat sesuatu, sebaiknya Mama langsung mengutarakan keinginan, misalnya "Aku tidak ingin kamu mengatur semua yang aku lakukan!"

Mama dapat mengganti kalimat ini dengan, "Aku ingin kamu memercayaiku!", bukankah kedua maknanya sama? 

2. Gunakan kata "dan" daripada "tetapi"

2. Gunakan kata "dan" daripada "tetapi"
Freepik/master1305

Mengganti kata 'dan' dengan kata 'tetapi' sebetulnya maknanya sederhana.

Hanya saja ketika Mama mulai menggunakan kata-kata ini perbedaannya akan terasa. Kalian akan memiliki percakapan antara suami istri yang berkualitas dan bukan sekadar percakapan antar dua individu saja.

Misalnya "Aku ingin lebih mengerti perasaanmu, tetapi aku ingin kamu memahamiku juga!" bisa diganti dengan, "Aku ingin lebih mengerti perasaanmu, dan aku ingin kamu memahamiku juga,"

Mama ingin lebih mengerti suami, namun pemakaian kata 'tetapi' ini membuat kalimat sebelumnya tidak terdengar tulus dan seperti mengharapkan imbalan.

3. Jangan memuji dengan ungkapan sarkas untuk menyindirnya

3. Jangan memuji ungkapan sarkas menyindirnya
Freepik/katemangostar

Ketika suami mulai melakukan sesuatu yang tidak biasa ia lakukan, misalnya memasak makan malam, mengerjakan tugas rumah tangga, atau mengasuh anak. Sang istri mungkin tersentuh melihat perubahan yang tiba-tiba ini.

Di sisi lain, Mama juga tidak yakin apakah ia akan menerapkan kebiasaan ini untuk seterusnya? Namun, terlepas dari hal itu, suami juga perlu mendapatkan pujian.

Ingat, Ma! Sebaiknya, jangan sampai mencampur sebuah pujian dengan kritik karena akan terdengar seperti ungkapan bernada sarkas yang tujuannya untuk menyindir.

Misalnya "Makan malamnya enak, tidak seperti kemarin," ganti kalimat tersebut dengan, "Makan malamnya enak, terima kasih!"

Padahal Mama hanya berniat memuji, tetapi karena salah bicara, kalian jadi berselisih.

Nah Ma, itulah beberapa tips bicara yang baik untuk menghindari kesalahpahaman. Yuk, terapkan kebiasaan ini mulai sekarang!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.