5 Cara Menghadapi Teman yang Suka Berbohong

Sampaikan apa yang kamu rasakan kepada temanmu, supaya dia juga lebih mengerti kamu

28 Januari 2021

5 Cara Menghadapi Teman Suka Berbohong
Unsplash/melissaaskew

Rasa kepercayaan adalah kunci dari sebuah hubungan, bisa dalam bentuk hubungan suam-istri, persahabatan atau hubungan lainnya.

Bagaimana rasanya ketika rasa kepercayaan yang sudah kita berikan kepada sahabat kita disalah artikan dan membuat kepercayaan itu menjadi sebuah kebohongan dalam hubungan persahabatan?

Pasti rasanya campur aduk antara sedih dan sebal, terkadang kita juga tidak tahu harus berbuat bagaimana. Kebanyakan dari kita akhirnya memaafkan apa yang teman kita lakukan ke kita. 

Ketika kebohongan itu tidak hanya terjadi sekali saja dan dilakukan oleh orang itu saja. Kita harus mengambil tindakan.

Tidak harus dengan cara memusuhi teman kita itu, tetapi pilihlah cara yang lebih elegan untuk menghadapi teman yang mempunyai sifat suka berbohong. Ada beberapa cara yang Popmama.com rangkum untuk dapat dipraktekan oleh Mama semuanya: 

1. Apakah teman kita dapat menjadi orang yang kita percaya lagi?

1. Apakah teman kita dapat menjadi orang kita percaya lagi
Unsplash/mrthetrain

Kepercayaan yang kita tberikan pada teman kita telah dihancurkan dengan kebohongan yang dilakukanya.

Coba tanyakan kepada diri kamu, apakah kebohongan yang teman kamu lakukan ini hanya sebatas kebohongan menghindar dari sebuah kegiatan atau memang kebohongan yang sifatnya sangat prinsip.

Ketika kebohongan hanya sekadar karena dia malas atau sakit, kamu bisa tanyakan apa yg dapat kamu bantu agar teman kamu dapat lebih mempercayaimu. 

Editors' Picks

2. Dampak yang kita terima dari kebohongan itu

2. Dampak kita terima dari kebohongan itu
Unsplash/arash_payam

Kebohongan yang dilakukan teman kamu apakah sangat berdampak bagi kehidupan kamu?

Ketika sangat berdampak tidak baik bagi kehidupan kamu, sebaiknya Mama dapat bersikap lebih berhati-hati ya.

3. Lebih berhati-hati lagi dan jangan langsung percaya ya Mama

3. Lebih berhati-hati lagi jangan langsung percaya ya Mama
Unsplash/jannis_lucas

Yup, ketika kebohongan telah terjadi di sebuah pertemanan ada baiknya kalau Mama bisa lebih aware terhadap situasi yang terjadi.

Tidak harus kita menjauhi teman kita secara langsung, tetapi kita bisa dengan tetap mendengarkan dan mengecek kembali fakta yang benar sebelum kita percaya.

Selain itu kita juga harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu hal ke teman kita tersebut. Mulai mengurangi memberi informasi yg sifatnya personal kepada teman kita yang merusak rasa kepercayaan kita.

4. Tanya alasan dia berbohong dan sampaikan apa yang kamu rasakan

4. Ta alasan dia berbohong sampaikan apa kamu rasakan
Unsplash/priscilladupreez

Mama, kamu dapat menanyakan kepada teman kamu alasan mengapa dia berbohong. Itu adalah hal yang baik, itu berarti kita peduli terhadap dia dan masih mau mengerti mengenai dia.

Tidak ada salahnya juga ketika Mama menyampaikan apa yang dirasakan setelah teman Mama melakukan kebohongan.

Sampaikan rasa sedih yang Mama rasakan dan buatlah sebuah pertemanan ini berlandaskan dengan kejujuran. Ketika hal buruk ini terulang lagi, Mama bisa memikirkan kembali apakah masih mau lanjut berteman atau tidak.

5. Apakah kamu masih mau berteman dengannya?

5. Apakah kamu masih mau berteman dengannya
freepik/pressfoto

Ketika semua cara di atas sudah dilakukan tetapi tidak ada hasil yang baik. Ini saatnya Mama bisa memikirkan kembali, apakah hubungan pertemanan ini dapat dilanjutkan atau tidak. Kalaupun memang sudah tidak dapat dilanjutkan, jangan lupa meminta maaf ya Mama. 

Memang di dalam kehidupan, pasti kita akan bertemu berbagai macam orang denga sifat-sifat uniknya. Beberapa akan menjadi sahabat yang selalu mendukung dalam kehidupanmu, ada yang menjadi teman untuk sekedar cari perhatian, ada yang menjadi teman untuk menghancurkan kehidupanmu.

Tetapi semua itu kembali ke kendali kamu, masih mau diteruskan atau tidak?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.