Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Mengenal Terapi Seks, Membantu Masalah Ranjang Bersama Pasangan
Freepik/freepik

Beberapa orang yang memiliki kesibukan bekerja akan kesulitan mencari waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Belum lagi hasrat seks tidak memuncak atau bahkan merasa tidak percaya diri dengan performanya karena jarang melakukan aktivitas seksual.

Annabelle Knight sebagai pakar seks mengatakan bahwa bagi sebagian orang, seks merupakan sumber kecemasan dan kekhawatirkan terbesar di dalam dirinya sendiri. Untuk mengatasi permasalahan yang ada, maka perlu melakukan terapi seks. 

Terapi seks adalah pendekatan untuk mengobati dan menghilangkan keraguan yang mendasar terkait seks. Jenis terapi ini akan membantu permasalahan kehidupan seks menjadi lebih baik, bahkan menciptakan kepuasan seksual untuk kedua belah pihak. 

Kekhawatiran perihal seks biasanya itu bisa bersifat fisik, psikologis seperti kecemasan, stres serta masalah kepercayaan diri.

Berikut beberapa manfaat sekaligus mengenal terapi seks secara lebih detail untuk pasangan suami istri. Berikut rangkuman dari Popmama.com!

1. Terapi seks membantu menciptakan kehidupan seksual lebih menyenangkan

Pexels/alex-green

"Terapi seks adalah jenis terapi bicara," kata Annabelle Knight sebagai pakar seks. 

"Ini dirancang untuk membantu individu dan pasangan mengatasi faktor medis, psikologis, pribadi atau interpersonal yang memengaruhi kepuasan seksual," lanjutnya. 

Meskipun ini mungkin bukan obat yang ajaib, namun ini jelas merupakan titik awal yang bagus untuk membangun kehidupan seks yang lebih menyenangkan, bahkan meningkatkan keharmonisan rumah tangga. 

"Tujuan terapi seks adalah membantu orang mengatasi tantangan fisik dan emosional untuk memiliki hubungan yang memuaskan dan kehidupan seks yang menyenangkan," lanjut Annabelle.

Terapi ini juga bisa membantu banyak masalah seks yang terjadi pada pasangan suami istri.

"Disfungsi seksual adalah hal biasa," kata Annabelle.

Faktanya, empat dari sepuluh perempuan dan hampir sepertiga laki-laku melaporkan mengalami beberapa jenis disfungsi seksual selama hidup mereka. Masalah lainnya yang sering terjadi, yakni:

  • Disfungsi ereksi
  • Kehilangan libido
  • Kurang minat
  • Ejakulasi dini
  • Libido berlebihan
  • Kepercayaan diri yang rendah
  • Pikiran seksual yang menyusahkan
  • Obsesi seksual yang tidak diinginkan
  • Ketidakmampuan mencapai orgasme
  • Kurangnya respons terhadap rangsangan seksual
  • Ketidakmampuan untuk mengontrol perilaku seksual

2. Bagaimana terapi seks bekerja?

Pexels/Andrea Piacquadio

Berpikir untuk melakukan terapi seks, tetapi tidak yakin apa yang terjadi selama sesi bercinta? Sebenarnya hal ini sangat sederhana.

"Terapi seks itu seperti psikoterapi pada umumnya. Seseorang dapat menangani permasalahan seseorang dengan membicarakan pengalaman, kekhawatiran sekaligus perasaannya," kata Annabelle.

Bersama dengan terapis seks, seseorang pasien pun kemudian dapat menyusun mekanisme koping untuk membantu meningkatkan respons di masa depan. Hal ini tentu sangat baik karena orang tersebut dapat memiliki kehidupan seks yang lebih sehat nantinya.

Selama pertemuan awal, terapis biasanya akan berbicara hanya dengan orang tersebut atau dengan pasangannya secara bersama-sama. Terapis ada untuk membimbing dan membantu memproses tantangan yang dihadapi saat ini.

Mereka tidak akan pernah melabeli pasiennya atau seolah-olah menyalahkan. Mereka tidak berada di sana untuk memihak satu orang atau untuk membantu membujuk siapa saja.

"Dengan setiap sesi, terapis akan terus mendorong menuju manajemen lebih baik dan penerimaan kekhawatiran yang mungkin mengarah pada disfungsi seksual," ucap Annabelle.

Semua terapi bicara, termasuk terapi seks merupakan sebuah lingkungan yang mendukung dan mendidik. Ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan dan dorongan terjadinya perubahan ke arah yang lebih baik.

Terapis seks juga dapat merujuk seseorang ke dokter jika mereka curiga memiliki masalah fisik seksual.

3. Latihan yang digunakan selama terapi seks

Freepik/bearfotos

Latihan untuk terapi seks memang cukup bervariasi. Ini tergantung pada siapa yang ditemui dan apa masalahnya. Mungkin sebagai gambaran besarnya akan melakukan beberapa hal, antara laiin:

  • Menghilangkan kecemasan akan performa seksual.
  • Bersedia mengubah sikap dan pandangan tentang kehidupan seks.
  • Mengurangi perilaku bermasalah dan membina peran seks dalam hubungan.
  • Membantu pasangan meningkatkan komunikasi seputar seks dan teknik seksual.
  • Memberikan informasi dan edukasi tentang fungsi seksual serta aktivitas seksual pasangan suami istri.
  • Membangun tanggung jawab timbal balik di antara pasangan untuk menangani kebutuhan dan masalah seksual.
  • Memberi pekerjaan rumah untuk membantu pasangan mengubah hubungan seksual mereka menjadi lebih baik.

4. Apakah menadatangi terapi seks memalukan untuk seseorang?

rd.com

Meskipun wajar untuk merasa malu saat membicarakan tentang seks kepada orang asing, namun hal tersebut jelas tidak akan berlangsung lama.

"Stigma bahwa terapi seks memalukan ada di luar sana, tetapi itu seharusnya tidak menghalangi untuk menerima bantuan yang dibutuhkan," kata Annabelle.

"Pertama, seks itu sangat pribadi, privat dan intim. Jadi sepertinya cukup aneh untuk dilakukan bahkan berbicara dengan psikoterapis yang berspesialisasi dalam seks," tuturnya.

Jika merasa malu, ingatlah selalu bahwa terapi seks akan membantu kehidupan seks bersama pasangan untuk jangka panjang. Manfaat terapi seks jauh lebih besar daripada rasa malu awal yang mungkin ditakuti.

Mendapatkan bantuan untuk diri sendiri, hubungan, dan kemampuan untuk menikmati seks dapat berdampak positif pada kehidupan dan hubungan.

Wah, ternyata mendatangi terapi seks sangat membantu bukan, Ma? Bukan hanya diberikan solusi, tetapi kita sama-sama belajar mengelola stres yang sedang dihadapi apalagi saat berhubungan seks dengan pasangan.

Jika memiliki masalah seks dan mendatangi terapis seks menjadi pilihan yang tepat. Semoga informasi ini berguna untuk mengatasi masalah dan menciptakan kehidupan seksual yang menyenangkan bersama pasangan. 

Editorial Team