Bukan hanya niat berhubungan suami istri dalam Islam, sebaiknya kamu dan pasangan memperhatikan kapan waktu tepat untuk berhubungan intim.
Dilansir NU Online, menurut Imam al-Ghazali, berhubungan seksual bisa dilakukan setiap empat hari sekali. Namun, anjuran tersebut dapat berubah sesuai kebutuhan biologis.
Sebagian ulama ada yang menganjurkan hubungan intim pada hari Jumat. Selain itu, ada waktu-waktu yang sebaiknya dihindari, seperti awal, tengah, dan akhir bulan karena makruh.
Berhubungan badan di malam hari juga dimakruhkan. Berikut doa yang menjelaskan waktu tepat berhubungan intim:
: وينبغي ان ياتيها في كل اربع ليال مرة فهو اعدل اذ عدد النساء اربعة فجاز التاخير الى هذا الحد نعم ينبغي ان يزيد او ينقص بحسب حاجتها في التحصين…. ويكره له الجماع في ثلاث ليال من الشهر الاول والاخر والنصف يقال ان الشيطان يحضر الجماع في هذه الليالي… ومن العلماء من استحب الجماع يوم الجمعة وليلته تحقيقا لاحد التاويلين من قوله صلى الله عليه وسلم رحم الله من غسل واغتسل..... وان اراد ان يجامع ثانيا بعد اخرى فليغسل فرجه ....ويكره الجماع في اول الليل حتى لا ينام على غير طهارة فان اراد النوم او الاكل فليتوضا اولا وضوء الصلاة فذلك سنة (ابو حامد الغزالي، احياء علوم الدين، مصر-مصطفى البابي الحلبي، 1385 هـ/1936، ج، 2، ص. 52)
Artinya: "Dan sebaiknya suami mendatangi istirinya empat hari sekali. Dan ini adalah yang paling ideal karena jumlah maksimal perempuan (yang boleh dinikahi) itu empat. Selanjutnya boleh juga mengakhirkan sampai batas ini, bisa sebaiknya menambah atau mengurangi sesuai dengan kebutuhan istri dalam tahshin….dan dimakruhkan bagi suami untuk berjimak pada tiga malam dari satu bulan yaitu pada awal bulan, akhir, dan tengah bulan.
Dikatakan: Sesungguhnya syaitan akan menghadiri jimak yang dilakukan pada malam-malam ini…Sebagian ulama ada yang mensunnahkan jimak pada hari dan malam jumat sebagai hasil tahqiq terhadap salah satu dari dua ta'wil dari sabda Rasulullah SAW: Allah akan merahmati orang mencuci dan mandi (pada hari jumat)….Dan jika suami ingin berhubungan badan dengan istrinya untuk yang kedua kali maka hendaknya ia mencuci kemaluannya….dan dimakruhkan berjimak pada awal malam sampai ia tidak tidur kecuali dalam kondisi tidak suci, maka jika ingin tidur atau makan hendaknya ia melakukan wudlu sebagaimana wudlu untuk shalat. Demikian ini hukumnya sunnah. (Abu Hamid al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Mesir-Mushthafa al-Babi al-Halabi, 1358 H/1939 M, juz, 2, h. 51, 52)
Itulah doa dan niat berhubungan suami istri dalam Islam. Jangan lupa lakukan amalan sunahnya, ya.
Semoga bermanfaat.