Jangan Pernah Bandingkan Pasangan dengan 5 Orang Ini, Bisa Runyam!

Ingin hubungan awet, jangan lakukan ini ya, Ma

28 September 2020

Jangan Pernah Bandingkan Pasangan 5 Orang Ini, Bisa Runyam
Freepik

Saat menjalin hubungan asmara, kita pasti memiliki ekspektasi tertentu pada pasangan. Kita memang bersedia menerima pasangan apa adanya, tapi tentu tetap berharap dia jadi lebih baik. Sebenarnya menerima semua kekurangan pasangan secara membabi buta menunjukkan bahwa kita kurang mencintainya.

Namun, sambil berharap serta turut membantu pasangan memperbaiki diri, ada satu hal yang perlu kita hindari, yaitu membandingkan dirinya dengan orang lain.

Membandingkan dirinya dengan lima orang berikut ini akibatnya bisa cukup fatal, lho. Ini dia penjelasannya yang sudah Popmama.com rangkum!

Disimak ya, Ma! 

1. Teman

1. Teman
Freepik/bearfotos

Kamu mungkin punya teman-teman lawan jenis yang sebaya dengan pasangan, tapi sudah lebih sukses, berpenampilan lebih menarik, atau punya sifat-sifat yang lebih baik. Namun, jangan sampai kamu membandingkan pasanganmu dengan mereka karena itu bisa membuat dia merasa gak dihargai lho, Ma! 

Ketika membandingkan pasangan dengan temanmu, kamu seolah hanya berfokus pada kekurangan pasangan dan kelebihan temanmu. Padahal, pasti pasangan pun punya sejumlah kelebihan yang gak dimiliki temanmu. Apakah kamu pernah memujinya karena hal itu?

Jangan sampai kamu terkesan lebih menghargai temanmu dibanding pasanganmu sendiri.

Editors' Picks

2. Pasangan teman

2. Pasangan teman
Freepik/cookie_studio

Pasangan teman Mamapun bisa jadi punya sejumlah kelebihan yang gak dimiliki pasanganmu. Misalnya mungkin temanmu bercerita bahwa pasangannya pernah mengajaknya candle light dinner yang superromantis.

Wajar kalau kamu jadi menginginkan hal yang sama, tapi jangan membanding-bandingkan hal itu dengan pasanganmu, apalagi sambil menuntut ya, Ma.

Perlu diingat, pasanganmu dan pasangan temanmu adalah dua orang yang berbeda. Jangan menuntutnya jadi sama seperti pasangan temanmu karena itu gak akan mungkin terjadi.

Lagipula, coba ingat-ingat, apakah pasanganmu pernah menuntunmu jadi seperti pasangan temannya? Kalau tidak, tentu tidak adil kalau kamu menuntutnya, bukan?

Plus, ingat pula pada semua pemberian dan pengorbanan yang selama ini sudah dilakukan pasanganmu padamu. Apakah kamu yakin pasangan temanmu pun rela melakukan semua itu kepada temanmu?

Boleh meminta pasangan berubah jadi lebih baik, tapi caranya bukan dengan membandingkannya dengan pasangan temanmu.

3. Orangtua

3. Orangtua
Freepik

Orangtua umumnya adalah sosok idola bagi seorang anak. Mungkin Mama pun merasakan hal yang sama. Mama mungkin mendambakan sosok pasangan yang mirip ayahmu. Ketika pasanganmu belum bisa memenuhi kriteria itu, bisa jadi kamu terpancing untuk membandingkannya dengan orangtuamu lho.

Namun, hal itu pun perlu Mama hindari. Pasanganmu bisa jadi pribadi seperti sekarang pasti berkat didikan orangtuanya juga. Selama puluhan tahun, orangtua pasanganmu merawat dan membesarkannya jadi seperti sekarang. Makanya, gak adil kalau sekarang Mama malah menuntutnya jadi seperti orangtuamu.

Kalau menyayangi pasanganmu, kamu akan turut menghargai orangtuanya dan hasil didikan mereka. Dalam beberapa hal, mungkin didikan orangtuamu dan orangtuanya berbeda, tapi itu wajar.

Cobalah tingkatkan pemahaman dan toleransimu supaya kamu bisa menerima pasangan meskipun ia gak bisa jadi seperti orangtuamu, ya Mama.

4. Diri sendiri

4. Diri sendiri
Freepik/rawpixel.com

Bahkan, membandingkan pasangan dengan diri sendiri pun perlu dihindari, lho. Tanpa sadar, mungkin kamu pernah melakukannya. Misalnya dengan kata-kata, "Selama ini aku selalu ada buat kamu, tapi kamu gak pernah ada buat aku." Itu adalah contoh perkataan yang membandingkan pasangan dengan diri sendiri dan itu harus dihindari.

Kata-kata semacam itu seolah menyiratkan bahwa dalam hubungan tersebut, kamulah yang paling banyak berkorban. Kamu yang paling banyak menderita sedangkan dia enak-enakan.

Kalaupun itu memang benar, dibanding-bandingkan seperti itu gak akan membuat pasanganmu tergerak untuk berubah. Kemungkinan besar, dia malah marah dan mencoba membela diri lho, Ma.

Makanya, coba ganti kalimatmu dengan kalimat yang tanpa membanding-bandingkan. Misalnya cukup katakan, "Aku seneng deh kalo kamu bisa lebih banyak waktu buat aku." Kemungkinan besar, hasilnya akan lebih positif. Coba deh, Ma! 

5. Mantanmu

5. Mantanmu
Freepik/Galinkahzi

Yang satu ini kemungkinan besar kamu sudah tahu. Ini bisa dibilang sebagai level paling ultimate dalam membanding-bandingkan pasangan. Makanya, ini adalah big no alias jangan pernah dilakukan satu kali pun ya, Mama.

Ada banyak dugaan liar yang bisa dipikirkan pasanganmu kalau kamu mulai membandingkannya dengan mantanmu. Misalnya, ia mungkin mengira kamu masih sayang pada mantanmu, kamu kangen dia, bahkan kamu ingin putus dan balikan dengan mantanmu.

Duh, bisa runyam deh kalau sampai pasangan berpikiran seperti itu. Makanya jangan pernah lakukan, ini ya Ma!

Sekali lagi, secara umum kamu memang sebaiknya gak membandingkan pasangan dengan siapa pun, terutama dengan lima orang tersebut karena akibatnya bisa sangat runyam.

Yuk, belajar mengungkapkan keinginan pada pasangan tanpa harus membandingkannya dengan siapa pun ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.