Erwin Kalut, Mengetahui Anak dan Istrinya Menjadi Korban Bom Surabaya

Bagaiamana ia bisa tenang, mengetahui anak dan istrinya terkena ledakan bom saat ibadah

14 Mei 2018

Erwin Kalut, Mengetahui Anak Istri Menjadi Korban Bom Surabaya
Unsplash/Luiz Galvez

Erwin Hartawan seorang pria berusia 39 tahun, merasa terkejut dengan adanya ledakan bom Surabaya. Baginya ini teror yang benar-benar dirasakan oleh keluarganya.

Erwin dan keluarga adalah saksi hidup dari peristiwa yang sangat memilukan ini. Baginya yang terpenting kini adalah kesehatan bagi anak dan istrinya.

1. Erwin terkejut anak dan istrinya terluka

1. Erwin terkejut anak istri terluka
Unsplash/Annie Spratt

Anak dan istrinya ikut menjadi korban ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS).

"Saya tidak menyangka istri dan anak saya jadi korban," kata Erwin yang masih menunggu istrinya dalam perawatan RS Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ) Jalan Diponegoro, Senin (14/05/2018).

Editors' Picks

2. Kronologis ledakan bom Surabaya menurut Erwin

2. Kronologis ledakan bom Surabaya menurut Erwin
Freepik/dashyu.83

Saat itu Erwin sedang ibadah Minggu di GPPS. Tiba-tiba bom meledak, Erwin dan putrinya Clarisa Angeline yang berusia 8 tahun berada di lantai 2. Selain Erwin dan putrinya, juga ada istrinya yang bernama Fenny Suryawati berusia 34 tahun. Saat itu ia berada di lantai 1 bangunan tersebut.

"Saat itu anak saya berada di pinggir kaca jendela. Saya mendengar suara bumm... Saat itu anak saya berlumuran darah. Sebagian wajahnya dan dada terkena serpihan kaca, dadanya berlubang," cerita Erwin.

Melihat keadaan demikian sebagai seorang bapak tentu hatinya hancur.

Erwin langsung menggendong anaknya. Ia mendengar anaknya bicara,

"Papa, mama-mama...tolongin mama," seperti itulah yang diucapkan anaknya.

Erwin berlari dan segera menuju ke lantai 1, apa yang dilihatnya sangat memilukan. Erwin mendengar suara jerit dan tangis jemaat. Ia juga melihat istrinya menjadi korban.

"Saya kaget, tubuh istri sudah terbakar. Dia menjerit kesakitan. Untung jemaat-jemaat lain menyiram air ke tubuhnya. Jadi api langsung padam," tambahnya.

3. Anak diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan

3. Anak diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan
Unsplash/Marcelo Leal

Anak dan istrinya langsung dibawa ke RKZ untuk mendapat perawatan.

"Saya lega anak saya sudah diperbolehkan pulang, meski tadi pagi berlumuran darah. Dadanya juga berlubang dan sebagian wajahnya luka terkena serpihan kaca," tutur Erwin.

Saat ini istrinya masih dirawat di ICU karena mengalami luka bakar 85 persen. Istrinya juga akan segera melakukan operasi untuk luka bakar.

Semoga penanganan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan korban selamat dari tragedi ledakan bom Surabaya bisa kembali pulih.