7 Fakta Relationship Setelah Pernikahan yang Harus Kamu Ketahui

Bisa jadi bahan renungan nih, Ma

24 Maret 2020

7 Fakta Relationship Setelah Pernikahan Harus Kamu Ketahui
Instagram.com/zeljko_zoricic

Relationship setelah pernikahan, apa yang ada di dalam benak kamu setelah mendengar hal tersebut? Banyak fakta relationship yang haru kamu ketahui, terutama setelah kamu memutuskan untuk menapaki kehidupan pernikahan.

Berikut ini Popmama.combagikan 7 fakta relationship setelah pernikahan yang penting untuk kamu ketahui yang dilengkapi dengan ilustrasi animasi dari akun instagram @zeljko_zoricic:

1. Menikah mengurangi risiko kematian

1. Menikah mengurangi risiko kematian
Instagram.com/zeljko_zoricic

Jika kamu salah satu orang yang berani untuk memutuskan untuk menikah, berbahagialah! Kamu adalah orang yang beruntung jika sudah memiliki pasangan hidup untuk selamanya.

Pernikahan adalah keputusan yang kekal. Sebisa mungkin menjalaninya sekali seumur hidup.

Telah dilakukan sebuah studi mengenai keterkaitan pernikahan dengan kematian, dan Dr. Aino Lamminatausta sebagai ketua penelitian dari Turku University Hospital mengatakan, "Hasil penelitian menunjukkan pernikahan mengurangi risiko penyakit jantung koroner akut dan kematian akibat penyakit tersebut, baik pada suami maupun istri."

Ia mengumpulkan data lebih dari 15.300 orang yang terkena serangan jantung antara tahun 1993 dan 2002. Dari jumlah pasien tersebut 7.700 orang meninggal 28 hari pasca serangan jantung.

Para peneliti kemudian menemukan orang yang tidak menikah memiliki risiko 58-66 persen, sementara pada perempuan risikonya sekitar 60-65 persen. Perbedaan risiko pada kematian akibat penyakit jantung bahkan lebih besar lagi pada kelompok orang yang hidup sendiri. Untuk pria lajang, risiko kematian 28 hari pasca serangan jantung melebihi 60 persen.

Orang yang sudah menikah cenderung memiliki status finansial lebih mapan, memiliki lebih banyak teman dan dukungan sosial lebih besar, yang semuanya meningkatkan status kesehatan.

Hal inilah yang menjadi landasan dari hasil pengamatan di atas.

Baca Juga: Tips Mudah Membahagiakan Suami Saat Masa Kehamilan

Baca Juga: Bangun 7 Kebiasaan Positif Ini Supaya Mama Selalu Bahagia

Baca Juga: 7 Hal Mendasar dari Hubungan Suami-Istri Sebagai Keluarga Bahagia

2. Keuntungan bagi anak perempuan yang dekat dengan Papanya

2. Keuntungan bagi anak perempuan dekat Papanya
Instagram.com/zeljko_zoricic

Bagi seorang anak perempuan, Papa adalah superhero. Ia adalah pahlawan yang setia menjadi pelindungnya.

Cinta pertama Si Kecil pada lawan jenis mungkin pertama kali diberikan untuk Sang Papa.

Bagaimana tidak, Papa selalu memberikan kenyamanan dan kehangatan pada anak perempuannya.

Menurut Dr. Kyle Pruett, bimbingan langsung dari Papa dalam proses belajar dapat memberi dampak positif pada perkembangan fisik, kognitif, emosi, dan kebiasaan atau sikap anak.

Anak memang mencari kenyamanan dari figur seorang ibu, namun di sisi lain anak tetap membutuhkan interaksi yang intensif dengan Papanya.

Sebuah penelitian yang dilakukan Oxford University menunjukkan bahwa ada kaitan antara kedekatan Sang Papa dan anak dengan keberhasilan akademisnya di sekolah.

Anak memiliki rasa segan yang lebih besar kepada Papanya, inilah yang mendorong anak untuk tumbuh menjadi sosok yang lebih patuh dan disiplin.

Editors' Picks

3. Bagaimana komunikasi setelah pernikahan yang buruk bisa menghancurkan kebahagiaan rumah tanggamu

3. Bagaimana komunikasi setelah pernikahan buruk bisa menghancurkan kebahagiaan rumah tanggamu
Instagram.com/zeljko_zoricic

Jika kamu dan pasangan memiliki kualitas komunikasi yang buruk, ini bisa memberi efek frustasi, ketidakpercayaan, ketegangan dan pembelaan diri yang bisa meningkatkan konflik rumah tangga.

Ini bukanlah yang diharapkan dari relationship setelah pernikahan.

Cara mengatasinya adalah berkomunikasilah sesering mungkin dan berikan ruang untuk pasangan kamu mencari tahu tentang apa yang terjadi pada dirimu.

Kamu juga harus menjawab dengan kejujuran.

Lakukan hal yang sama pada dirinya, bukan menginterogasi pasangan tapi sekedar saling mengetahui apa yang dilakukan satu sama lain.

Setiap pasangan memiliki tanggung jawab untuk merespon dengan seakurat mungkin ketika berkomunikasi.

4. Apa yang Papa kerjakan menjadi daya tarik lebih bagi anak laki-laki

4. Apa Papa kerjakan menjadi daya tarik lebih bagi anak laki-laki
Instagram.com/zeljko_zoricic

Dr. David Popenoe, sosiolog dan Co-Director di The National Marriage Project Rutgers, The University of New Jersey, yang mengatakan bahwa anak yang banyak berinteraksi dengan ayahnya memiliki IQ lebih tinggi dibanding anak yang tak cukup berinteraksi dengan sang ayah.

Nggak hanya itu, mereka juga memiliki kemampuan berbahasa dan kognitif yang lebih baik. Penelitian lain menemukan bahwa anak yang terdidik dengan baik oleh ayahnya memiliki lebih sedikit masalah di sekolah dan jauh dari masalah narkoba saat ia beranjak dewasa.

Memperkuat pernyataan di atas, Pernyataan Kevin Andrews bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan ibu dan ayah adalah sebagai kelompok, lebih baik daripada mereka yang tidak."

Mayoritas penelitian pada anak-anak dan remaja yang dibesarkan oleh orang tua sesama jenis sama-sama serta berbagai hasil sosial, emosional, kesehatan dan akademik seperti disebutkan laman theconversation.com.

Anak juga memiliki minat yang lebih pada apa yang Papanya lakukan, ini juga bisa menginspirasi Si Kecil ingin jadi apa dirinya nanti setelah dewasa.

5. Mencium suami kamu setiap hari menambah kebahagiaan relationship setelah pernikahan

5. Mencium suami kamu setiap hari menambah kebahagiaan relationship setelah pernikahan
Instagram.com/zeljko_zoricic

Disebutkan dalam laman mindblowing-facts.org, "Sebuah penelitian yang dilakukan oleh sekelompok dokter dan psikolog Jerman mengungkapkan bahwa untuk memiliki hidup yang bahagia, sukses dan panjang umur, cium pasangan hidup kamu sebelum kamu pergi bekerja setiap hari."

Dr.Arthur Sazbo mengartikan, studi menemukan bahwa mereka yang mencium pasangan mereka setiap pagi, sering tidak kehilangan pekerjaan mereka karena sakit."

Dalam perjalanan untuk bekerja, kemungkinan kecelakaan juga lebih sedikit dan mereka mendapat 20 hingga 30 persen lebih setiap bulan dan hidup sekitar lima tahun lebih banyak daripada mereka yang bahkan tidak saling memberikan ciuman kecil di pipi.

Alasan untuk ini, seperti yang dikatakan oleh Dr. Sazbo, adalah bahwa pencium memulai hari dengan sikap positif dan diyakini bahwa mereka yang tidak mengalaminya, apa pun alasannya, pergi keluar dari rumah dengan kekurangan kepercayaan.

Nah, sudah cium pasangan kamu belum hari ini?

6. Berhubungan seks dapat mengurangi stres

6. Berhubungan seks dapat mengurangi stres
Instagram.com/zeljko_zoricic

Berhubungan seks setelah menikah, ini adalah hal legal. Jangan takut untuk melakukannya ketika kamu menginginkannya.

Berikut fakta yang disampaikan pada laman sciencedirect.com, reaktivitas tekanan darah terhadap stres lebih baik untuk orang-orang yang baru-baru ini berhubungan seks dengan penis-vagina daripada orang-orang yang memiliki aktivitas seksual lain atau tidak ada.

Diperkuat oleh laman womenshealthmag.com, manfaat fisik, penelitian menunjukkan bahwa berhubungan intim ini bisa menenangkan saraf, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi stres.

Dekati pasangan kamu sebelum presentasi besar di tempat kerja, dalam satu penelitian, peserta yang melakukan hubungan seks sebelum melakukan eksperimen berbicara di depan umum adalah usaha yang paling baik untuk tidak mengalami stres.

7. Menemani anak bermain

7. Menemani anak bermain
Instagram.com/zeljko_zoricic

Bukan sekedar membelikan mainan, tugas orangtua adalah mendampingi anak bermain. Melalui interaksi yang intensif dan menyenangkan inilah anak bisa timbul kepercayaan pada orangtuanya dan merasa nyaman.

Dengan begitu anak bisa lebih terbuka kepada orangtuanya.

Itulah 7 fakta tentang relationship setelah pernikahan yang perlu Mama ketahui. Penting kan informasinya, bagaimana menurut Mama?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.