5 Cara Meningkatkan Bonding pada Anak untuk Mama Bekerja

Saat mulai bekerja, bukan kualitas yang penting tapi kuantitas dalam melakukan bonding

29 Juli 2020

5 Cara Meningkatkan Bonding Anak Mama Bekerja
Pexels/Yan

Apakah Mama mulai bekerja lagi setelah beberapa memutuskan untuk berhenti bekerja demi mengasuh si Kecil?

Namun, terkadang keputusan untuk kembali bekerja harus dilakukan demi mencukupi kebutuhan. Bisa jadi perasaan bersalah karena harus meninggalkan si Kecil yang masih bayi atau balita cukup menghantui. Jangan khawatir ya, Ma. 

Mama bisa tetap kembali bekerja dengan jalinan ikatan atau bonding bersama anak tetap terjaga. Bonding mengajarkan si Kecil untuk mempercayai Mama, untuk bisa tetap menyalurkan perasaan mereka kepada Mama, dan pada akhirnya juga untuk memercayai orang lain.

Meski sulit, ketika Mama punya waktu untuk si kecil, manfaatkan dan hargai waktu bersama si kecil. 

Tunjukkan minat pada hal-hal yang dilakukan si Kecil. Buat si Kecil merasa bahwa merawat mereka bukanlah pekerjaan, jadikan mereka adalah prioritas pertama dan terpenting dalam hidup kamu.

Selama Mama mengenali dan memahami betapa pentingnya upaya untuk menjalin ikatan, hubungan itu akan tetap kuat dan tumbuh dengan sukses menjadi lebih kuat.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com ungkap cara bonding terbaik yang bisa dilakukan sebagai ibu bekerja pada anak. Cek yuk!

Pentingnya Bonding pada Bayi dan Balita Menurut Psikolog

Penting Bonding Bayi Balita Menurut Psikolog
Rawpixel/11397

Dalam peluncuran Like I’m 5, sebuah produk perawatan kulit Ibu dan anak dari Korea Selatan pada 23 Juli 2020 atau bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Saskhya Aulia Prima, M. Psi, Psikolog mengungkapkan bahwa bonding adalah sebuah dasaran rasa cinta yang akan menjadi ikatan dari orangtua yang bisa ditangkap oleh sang buah hati.

Bonding ini dapat ditangkap dari kegiatan yang meningkatkan rasa nyaman. "Pada dasarnya, manusia membutuhkan rasa sayang dan terkoneksi. Koneksi ini butuh dibangun sejak kecil. Aman dan nyaman diperlukan oleh anak-anak," katanya dalam Press Conference virtual Like I'm 5. 

“Ketika membicarakan bonding seringkali kita berpikir hal tersebut dilakukan pada kegiatan menyusui dan menggendong saja. Padahal, emotional bonding ini terjadi tidak hanya pada saat bayi, tapi juga sampai anak besar dan pembentukannya dilakukan pada beragam aktivitas yang melibatkan kehangatan interaksi antar orangtua dan anak," katanya.

Nah Ma, masuk ke dalam pembahasan kegiatan yang bisa dilakukan Mama yang mulai bekerja untuk meningkatkan bonding dengan si Bayi atau balita Mama ya:

1. Luangkan waktu untuk skin to skin touch pada si Kecil

1. Luangkan waktu skin to skin touch si Kecil
Pexels/Kristina Paukshtite

Saat mulai bekerja, cobalah untuk meluangkan waktu untuk dekat dengan anak melalui sentuhan. Sebelum bekerja, atau sepulang kerja cobalah untuk lakukan bonding ini. 

Saskhya Aulia mengungkap bahwa hal yang terpenting ketika membicarakan emotional bonding adalah pemberian rasa aman yang konsisten dan juga membangun rasa nyaman yang dapat ditangkap anak, salah satunya lewat skin to skin touch yang dilakukan antara Mama dan anak. 

"Jadi sebenarnya aktivitas bonding itu sangat variatif asalkan terkandung unsur aman, nyaman, dan dapat dirasakan hangat secara emosional oleh anak. Emotional bonding juga penting dilakukan sehari-hari, salah satunya lewat ritual-ritual yang kita masukkan di rutinitas anak, misalnya lewat kegiatan merawat kulit anak sambil berinteraksi dua arah. Di samping memberikan memori yang menyenangkan, melakukan skin to skin touch lewat perawatan kulit bersama si buah hati, juga dapat memberikan banyak manfaat seperti salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri anak, serta perasaan dicintai dan dihargai, yang nantinya merupakan modal utama dari perkembangan pribadi yang sehat bagi anak ke depannya.” ungkapnya. 

Caranya, gunakan produk perawatan kulit yang aman untuk Mama dan bayi, misalnya Top to Toe Foaming Wash saat memandikan si Kecil. 'Bermain sabun' dengan meletakkan puff pada perutnya, usap sabun perlahan hingga seluruh tubuh sambil mengajak si Kecil ngobrol. Cerita kalau "puff yang menyerupai awal akan mengelilingi tubuh si Kecil". 

Setelah mandi, gunakan lotion! Colekkan lotion pada tubuh si Kecil, beberapa spot ditubuhnya. Mama bisa sambil mengajak si Kecil bicara, ceritakan kalau lotion itu bisa melindungi kulit si Kecil dari paparan matahari.

Selain mengusapkan Mama bisa sambil memberikan pijatan lembut. Gunakan jari Mama juga seakan sedang berjalan menyelusuri tubuh si Kecil sambil menceritakan cerita menarik.

Aktivitas ini bisa dilakukan secara rutin setiap hari untuk membuat intensitas bonding tetap berjalan meskipun Mama sibuk bekerja. 

Editors' Picks

2. Perhatikan waktu berkualitas Vs kuantitas waktu

2. Perhatikan waktu berkualitas Vs kuantitas waktu
Pexels/Gustavo Fring

Saat kembali bekerja, Mama perlu memikirkan waktu yang cukup untuk bonding dengan anak. Mama pekerja adalah waktu berkualitas yang penting, bukan kuantitas dalam membangun bonding dengan anak. Jadi memang tidak tergantung seberapa lama aktivitas bondingnya tapi justru seberapa sering dilakukan dan bagaimana cara yang tepat dalam melakukannya, Ma.

"Bonding ini tidak hanya memerlukan kuantitas, tapi kualitas juga. Saya biasanya menyiapkan 15 menit waktu bonding untuk anak, namun jika bisa punya waktu yang lebih akan baik lagi. Kegiatan sehari-hari juga dapat dilakukan secara fun dan memiliki sifat dua arah, agar anak dapat merasa ini adalah waktu yang spesial dengan orangtuanya," ujar Saskhya.

3. Jadikan waktu cerita sebagai aktivitas setiap hari

3. Jadikan waktu cerita sebagai aktivitas setiap hari
Pexels/Andrea Piacquadio

Meskipun anak Mama belum dapat memahami kata-kata yang Mama ucapkan saat membaca atau bercerita, dia akan tetap merasa dekat dengan Mama.

Ketika bayi mendengarkan suara Mama dengan membuat suara ekspresif, itu memupuk perkembangan emosionalnya.

Ditambah, anak-anak yang mendengarkan lebih banyak kata memiliki kosa kata yang lebih baik pada saat mereka berusia dua tahun.

Untuk mempercepat waktu membaca, buatlah cerita yang berputar di sekitar anak atau gunakan buku cerita, gantilah nama toko utamanya adalah nama si Kecil agar cerita semakin menarik.

4. Jangan lewatkan makan bersama

4. Jangan lewatkan makan bersama
Freepik

Jika anak sudah mulai bisa mulai makan sendiri dan Mama harus mulai kembali bekerja, maka jangan lewatkan momen makan bersama ya. 

Makan bersama adalah ikatan keluarga yang penting, dan ini merupakan kesempatan untuk mengajarkan tata krama dan sopan santun. Tentu saja, momen makan bersama nggak boleh dilewatkan oleh anak balita.

Momen makan bersama, sangat penting dilakukan terutama ketika anak tumbuh remaja. Dengan cara ini, momen bonding dan sopan santun pun akan tercipta.

Obrolan meja makan akan menjadi hal yang dapat dilakukan untuk mempererat bonding dengan anak remaja. 

5. Manfaatkan akhir pekan dengan baik

5. Manfaatkan akhir pekan baik
Pexels/Andrea Piacquadio

Sebenarnya, akhir pekan menjadi waktu terbaik untuk santai dan melakukan me time. Nggak masalah melakukannya lho, Mama perlu memiliki waktu untuk memanjakan diri sendiri saat hampir seminggu menghabiskan waktu untuk bekerja. 

Tapi, tetap saja waktu Mama juga sangat beharga untuk anak-anak. Cobalah untuk mengatur waktu untuk diri sendiri dan untuk keluarga tersayang saat akhir pekan. Gunakan sekitar tiga jam buat olahraga ringan, membaca buku, menonton drama, atau apapun kegiatan yang kamu suka.

Sisanya, jadikan me time dalam bentuk waktu berkualitas untuk dekat dengan anak-anak dan suami seperti masak dan menonton film animasi bersama. Cobalah untuk rileks melakukan kegiatan yang menyenangkan dengan keluarga kamu agar bonding tetap terjaga meski kamu kembali menjadi ibu pekerja. 

Saat kembali bekerja, nggak bisa dipungkiri support system seperti asisten rumah tangga atau keluarga menjadi pilihan terbaik ketika kamu tidak ada di rumah untuk menjadi 'perpanjangan tangan' dalam mengurus kebutuhan rumah tangga.

Dengan adanya support system, kamu bisa mengatur kesehatan mental kamu juga lho agar nggak stres ketika kembali ke rumah. 

Semangat ya Ma, semoga tips ini bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.