Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Pesan Ardit Erwandha untuk Para 'Arga' di Film Tunggu Aku Sukses Nanti
Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri
  • Ardit Erwandha lewat karakter Arga menggambarkan perjuangan anak muda menghadapi rasa minder dan tekanan sosial untuk segera sukses di film Tunggu Aku Sukses Nanti.

  • Ardit Erwandha menekankan pentingnya tetap sabar, fokus pada tujuan, serta tidak terpengaruh sindiran atau perbandingan dari lingkungan sekitar yang bisa melemahkan semangat.

  • Ia mengingatkan agar selalu menghargai diri sendiri dan percaya bahwa setiap orang punya waktu suksesnya masing-masing tanpa perlu terburu-buru.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalani masa dewasa muda sering kali terasa seperti perlombaan yang tak ada ujungnya. Perasaan tertinggal, minder karena dibanding-bandingkan, hingga tekanan untuk segera "jadi orang" menjadi beban yang berat di pundak.

Hal inilah yang dirasakan oleh karakter Arga dalam film Tunggu Aku Sukses Nanti, yang diperankan oleh Ardit Erwandha.

Tokoh Arga mewakili suara hati banyak orang yang merasa langkahnya lebih lambat dibandingkan orang lain. Dalam wawancara eksklusif di IDN HQ pada Jumat (27/2/2026), Ardit memberikan pesan penuh empati bagi para "Arga" di dunia nyata agar tetap semangat meski sedang di titik terendah.

Yuk, simak rangkuman Popmama.com mengenai pesan Ardit Erwandha untuk para “Arga” di Tunggu Aku Sukses Nanti berikut ini!

1. Menghadapi rasa minder saat dikelilingi orang-orang hebat

Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri

Banyak dari kita merasa kecil saat melihat pencapaian saudara atau teman sebaya yang terlihat jauh di depan. Ardit Erwandha sendiri merasakan hal ini secara nyata saat syuting, di mana ia harus beradu akting dengan nama-nama besar yang membuatnya merasa kerdil secara instan.

Namun, Ardit menekankan bahwa rasa minder itu justru bisa menjadi bensin untuk terus belajar.

"Saya tidak butuh akting untuk merasa minder, karena dikelilingi nama-nama besar itu memang sudah sepantasnya membuat saya merasa kecil dan terbantu masuk ke dalam karakter Arga," ungkap Ardit jujur.

Hal ini mengajarkan kita bahwa merasa kurang bukan berarti gagal, tetapi sebuah proses alami dalam bertumbuh.

2. Kekuatan untuk tetap berjalan meski dihujani sindiran

Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri

Menghadapi pertanyaan "kapan sukses" atau "kerja apa sekarang" dari tante dan sepupu saat kumpul keluarga adalah tantangan mental yang nyata. Arga diceritakan sebagai pejuang yang berusaha keras tidak meledak di depan keluarga demi menjaga nama baik orangtuanya.

Ardit Erwandha pun berbagi tentang betapa dalamnya rasa sakit hati yang harus dipendam seorang anak demi keharmonisan.

"Related-nya banyak banget, mulai dari minder dibanding-bandingkan sama sepupu, sampai sindiran-sindiran dari tante yang rasanya menyakitkan sekali," ceritanya.

Pesannya jelas, tetaplah sabar dan fokus pada tujuan, karena hanya kita yang tahu perjuangan sebenarnya.

3. Pentingnya memberikan apresiasi pada diri sendiri

Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri

Sering kali kita terlalu keras pada diri sendiri karena merasa belum bisa memberikan apa pun untuk orangtua. Padahal, menjaga kesehatan mental dan kebahagiaan pribadi juga merupakan bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia.

Ardit Erwandha mengingatkan agar kita tidak melupakan diri sendiri di tengah hiruk pikuk mengejar target hidup.

"Jalan terus, tapi jangan sampai lupa untuk membahagiakan diri sendiri di sepanjang perjalanan itu," tutur Ardit.

Baginya, kesuksesan tidak akan ada artinya jika kita kehilangan jati diri dan kebahagiaan di tengah jalan.

4. Keyakinan bahwa waktu kesuksesan setiap orang akan tiba

Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri

Pesan terakhir yang paling menenangkan, yakni tentang kepercayaan pada timeline hidup masing-masing. Tidak ada kata terlambat selama kita tidak berhenti mencoba, sesulit apa pun medannya saat ini.

Ardit Erwandha memberikan kata-kata penguat yang sangat dalam bagi siapa saja yang merasa sedang tertinggal.

"Buat Arga-Arga di luar sana yang merasa belum sukses, percaya saja kalau pelan-pelan pasti sampai," pungkas Ardit Erwandha.

Kalimat sederhana ini mengandung kekuatan besar bagi para pejuang yang sedang menanti fajar kesuksesannya.

Semoga pesan dari Ardit Erwandha ini bisa menjadi pelukan hangat bagi mama dan papa sekeluarga di rumah yang sedang berjuang, ya. Ingatlah bahwa setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini adalah bagian dari kesuksesan besar di masa depan.

FAQ Seputar Film Tunggu Aku Sukses Nanti

Siapa sosok di balik layar film ini?

Film Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan hasil arahan sutradara Naya Anindita dan diproduksi oleh rumah produksi ternama, Rapi Films.

Apa yang membuat film ini menarik dan wajib ditonton?

Film ini sangat relatable karena mengangkat fenomena nyata yang sering dialami generasi muda, seperti pertanyaan "kapan sukses?" atau "kapan nikah?" saat kumpul keluarga. Ceritanya yang jujur membuat siapa pun yang menonton akan merasa "terwakili".

Kapan waktu yang tepat untuk menonton film ini?

Dikarenakan berlatar momen Lebaran, waktu penayangannya pun sengaja disesuaikan dengan tema cerita. Hal ini menjadikan Tunggu Aku Sukses Nanti sebagai tontonan yang sangat pas untuk dinikmati bersama keluarga besar selama libur Idulfitri.

Editorial Team