Film orisinal Netflix Indonesia terbaru, Surat untuk Masa Mudaku, hadir sebagai drama emosional yang menyentuh relung hati terdalam tentang hubungan orangtua dan anak. Disutradarai oleh Sim F., film ini mengisahkan perjalanan Kefas (Theo Camillo Taslim/Fendy Chow) dalam menghadapi trauma masa kecil dan luka masa lalu yang selama ini ia pendam rapat-rapat di sebuah panti asuhan.
Melalui alur maju-mundur yang apik, penonton diajak menyelami bagaimana memori masa lalu membentuk jati diri seseorang di masa kini. Tak hanya menyoroti pencarian jati diri, film ini juga memperlihatkan sisi rapuh manusia saat harus berdamai dengan kenyataan pahit saat merasa ditinggalkan.
Melalui karakter Kefas, penonton diajak melihat bahwa menghadapi masa lalu bukan sekadar tentang mengingat kembali peristiwa yang telah lewat, melainkan tentang keberanian untuk memaafkan dan melepaskan dendam demi masa depan yang lebih cerah bagi keluarga kecilnya sendiri.
Artikel ini mengandung spoiler, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa pesan keluarga dalam film Surat untuk Masa Mudaku.
Yuk Ma, disimak!
