6 Pelajaran Tentang Hubungan Keluarga dari Drama Korea '18 Again'

Mulai dari hubungan suami-istri hingga kebahagiaan anak-anak yang berkaitan dengan kisah orangtuanya

28 Oktober 2020

6 Pelajaran Tentang Hubungan Keluarga dari Drama Korea '18 Again'
Instagram.com/jtbcdrama

Pecinta drama Korea pasti sudah tahu tayangan yang berjudul ‘18 Again’. Drama ini tayang di JTBC dan mencuri banyak perhatian. 

Drama Korea 18 Again memang bercerita tentang seorang Papa berusia 37 tahun yang kembali ke tubuh 18 tahunnya. Drama ini adalah adaptasi dari film Hollywood 17 Again. 

Drakor 18 Again  diperankan oleh Kim Ha Neul sebagai Jung Da Jung, Yoon Sang Hyun sebagai Hong Dae Young, Lee Do Hyun sebagai Hong Dae Young muda atau memiliki nama Ko Woo Young sebagai pemeran utamanya.

Dibintangi oleh sederet aktris dan aktor berbakat, drama ini tak hanya soal kisah romantis saja. Kedua tokoh dari drama ini adalah orangtua dari dua anak kembar yang beranjak remaja. Tentunya banyak hal yang bisa dipetik dengan menonton drama ini.

Berikut Popmama.com rangkum pelajaran penting tentang hubungan keluarga dalam drama 18 Again!

1. Dukungan pasangan sangat penting ketika merasa gagal

1. Dukungan pasangan sangat penting ketika merasa gagal
Twitter.com/kdramadaisy

Menerima kegagalan tentu bukan hal mudah yang dialami oleh manusia. Begitu pun dengan Da Jung yang mencoba berkali-kali menjadi news anchor dan ditolak. Namun, sebagai suami, Dae Young berusaha menghibur istrinya.

Dukungan dari orang terdekat bisa menjadi "vitamin" untuk bisa melangkah lagi di kehidupan. Meski memang sama-sama dalam keadaan berat, setidaknya afeksi melalui lisan bisa menghibur pikiran.

“Jangan salahkan dirimu meski tidak diterima. Jika tidak tahun ini, kau bisa mencobanya lagi lain kali” - Hong Dae Young

2. Kehidupan rumah tangga tidak selalu indah

2. Kehidupan rumah tangga tidak selalu indah
Instagram.com/jtbcdrama

Kehidupan rumah tangga Hong Dae Young dan Jung Da Jung berada di ujung tanduk. Da Jung mengajukan gugatan cerai kepada Dae Young. Dalam episode awal drama ini, terlihat jelas Da Jung dan Dae Young sama-sama tidak bahagia dengan rumah tangga mereka.

Padahal ketika masih muda, membayangkan hidup bersama dengan orang terkasih tentu menyenangkan dan bahagia. Dalam drama ini dikisahkan pernikahan terjadi karena Da Jung hamil saat masih di usia sekolah. 

Keduanya memutuskan untuk bersama dan membesarkan anak mereka meski secara pengetahuan dan finansial sebenarnya sama-sama belum siap.

Padahal aslinya, kehidupan suami-istri sangat penuh tantangan. Apalagi Dae Young dan Da Jung menikah sewaktu muda. Sementara menikah muda tanpa persiapan yang cukup adalah rintangan besar dalam kehidupan.

“Hidup adalah kelanjutan dari sebuah akhir. Momen menyedihkan yang tidak terduga jadi biasa saja. Dan begitulah kehidupan terus berjalan” - Hong Dae Young

Editors' Picks

3. Jangan dulu berasumsi buruk pada pasangan

3. Jangan dulu berasumsi buruk pasangan
imdb.com

Salah satu teman Dae Young meski bercanda mengungkapkan bahwa Da Jung punya selingkuhan. Pasalnya, ketika sidang cerai pertama ia dinyatakan lolos dalam seleksi tulis penyiar. Malamnya, Dae Young dan temannya melihat Da Jung akan merayakan sesuatu yang dikira adalah perceraian antara Dae Young dan Da Jung.

Selain momen tersebut banyak juga rasa kesal yang dipendam antara Da Jung kepada Dae Young dan sebaliknya. Namun, bukannya saling berkomunikasi mereka malah menceritakan masalah tersebut kepada orang lain.

“Kata-kata yang paling menyakiti dan penyesalan mulai mengalir. Aku tidak mengerti alasan kita berpisah” - Hong Dae Young

4. Orangtua bahagia akan membesarkan anak yang bahagia

4. Orangtua bahagia akan membesarkan anak bahagia
Instagram.com/jtbcdrama

Bisa dibilang, gambaran hubungan suami-istri bisa menentukan bagaimana sikap dan karakter anak-anaknya. Si A, anak perempuan Dae Young menyebut jika ia tidak sering diberi perhatian oleh Dae Young. Kemudian, anak lelakinya Shi Woo juga demikian.

Anak kembar Dae Young dan Da Jung memiliki masalah di sekolah mereka. Melihat keadaan hubungan Da Jung dan Dae Young yang tidak bahagia, kedua anaknya juga merasakan hal itu.

Untuk menutupi tantangan dan permasalah dalam kehidupan seringkali orangtua melampiaskan dengan cara yang kurang tepat. Sebenarnya tujuannya adalah tidak ingin anak merasakan beban yang dipikul oleh orangtua. 

Kenyataannya, melihat orangtua susah bisa menjadi sumber kekhawatiran bagi sang Anak. Maka anak juga bisa berlaku yang sama pada orangtuanya. 

Anak bisa saja tidak menceritakan apa yang benar-benar mereka rasakan pada orangtuanya dengan alasan mereka tidak ingin menambah beban fikiran orangtuanya. 

Ini adalah hal yang kurang tepat, permasalahan apapun sebaiknya dibicarakan dan ditemukan solusinya. Komunikasi tetap yang terpenting dalam sebuah keluarga.

“Orang tua yang bahagia membesarkan anak yang bahagia”- Jung Da Jung.

5. Penting bagi orangtua untuk bisa mempercayai anak-anak

5. Penting bagi orangtua bisa mempercayai anak-anak
Twitter.com/crisp_v

Sebagai orangtua, kita semestinya tidak selalu curiga dengan hal-hal yang tidak kita ketahui terkait kehidupan anak.

Dalam drama ini diceritakan orangtua Dae Young hanya tinggal papanya saja, mamanya sudah lebih dulu meninggal saat Dae Young masih kecil. Suatu hari Papa Dae Young mengetahui bahwa anaknya kembali tinggal dalam raganya yang masih berumur 18 tahun.

Dae Young bercerita pada papanya bahwa dulu ia tidak mengerti mengapa sang Papa sering memarahi dan mengatur hidupnya. Namun, setelah menjadi seorang papa maka ia menyadari bahwa itu adalah caranya untuk bisa menjaga anak-anaknya. 

Dae Young mengakui dirinya bahkan lebih rewel dari papanya. Ia lebih sering memarahi anak-anaknya yang sudah memasuki usia remaja. 

Setelah kembali muda dan berteman dengan anak-anaknya, ia baru menyadari bahwa itu tidak benar. Banyak hal yang ia tidak pahami karena tidak tahu dan tidak diceritakan oleh anak-anaknya. Dia hanya bisa memahami setelah bisa menjadi teman bagi anak-anaknya.

Papa Dae Young berpesan kepada Ko Woo Young yang merupakan Dae Young berumur 18 tahun, bahwa sebagai orangtua memang perlu waspada, tapi tidak perlu khawatir berlebih dan curiga dengan kehidupan anak yang tidak pernah kita lihat.

“Orang tua perlu mempercayai anak-anak mereka dan percaya diri agar anak-anak mereka juga bisa percaya diri” - Hong Joo Man.

6. Komunikasi dengan anak ketika terjadi beda pendapat

6. Komunikasi anak ketika terjadi beda pendapat
imdb.com

Kadang, sikap dan maksud orangtua sering disalahartikan. Ini juga berlaku kebalikan antara anak dan orangtua.

Kurangnya komunikasi membuat orangtua tidak memahami keinginan anak dan sebaliknya.

Meski, pada dasarnya tidak ada orangtua yang ingin menghancurkan hidup anak mereka. Namun, sikap dan perlakuan orangtua yang bisa menyakiti anak pun kadang dilakukan tanpa disadari.

“Tidak ada orangtua yang mau menghancurkan hidup anak-anak mereka” - Hong Dae Young

Itulah tadi pelajaran penting tentang hubungan keluarga di drama 18 Again dari JTBC.

Drama Korea ini sangat menarik karena banyak aktor pendatang baru yang ikut sebagai pemain. Sebut saja Lee Do Hyun, Ryeo Un, Choi Bo Min dan sebagainya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.