Ini 5 Dampak Negatif Jika Komunikasi dalam Keluarga Tidak Dijaga

Komunikasi penting untuk menjaga kekuatan ikatan dalam keluarga Mama

6 Juni 2020

Ini 5 Dampak Negatif Jika Komunikasi dalam Keluarga Tidak Dijaga
Pexels/Vera Arsic

Kita sering sekali mendengar nasihat bahwa menjaga komunikasi antar manusia sangat penting dilakukan apalagi terhadap keluarga dan pasangan. Pasalnya, dengan komunikasi akan ada ikatan kuat dari kita sebagai komunikator kepada lawan bicara.

Namun, sayangnya komunikasi ke keluarga atau pasangan kadang lebih tidak sering jika dibandingkan dengan teman atau rekan kerja. Padahal komunikasi ini jadi sangat penting karena akan berdampak buruk jika tidak dijaga lho, Ma. 

Nah, berikut Popmama.com rangkum 5 dampak negatif jika komunikasi dalam keluarga tidak dijaga dengan baik.

1. Anak menjadi tidak perasa terhadap orangtua

1. Anak menjadi tidak perasa terhadap orangtua
Pexels/Cottonbro

Kedekatan emosi antara orangtua dan anak mesti dibangun sejak kecil. Karena kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak akan berdampak negatif terhadap perkembangan emosi anak ke depannya lho, Ma.

Mama sebagai orangtua, layaknya perlu menjalin komunikasi yang intens dengan anak. 

Jangan sampai ketika hal ini diabaikan, anak Mama akan tumbuh dengan emosi yang kurang sempurna. Pasalnya ketika seorang anak jarang diajak ngobrol oleh orang tuanya akan cenderung merasa "kosong".

Sehingga anak bisa saja kemudian tidak peduli atau cuek terhadap orang tuanya kelak. Hal ini jangan sampai terjadi ya, Ma.

Editors' Picks

2. Merasa asing dengan keluarganya sendiri

2. Merasa asing keluarga sendiri
Pexels/August de Richelieu

Ketika anak tidak menemukan kedekatan yang diinginkan dari keluarganya, akan cenderung menjadi kekosongan itu di luar. Sehingga membuat anak tersebut cenderung merasa asing bahkan di dalam rumahnya sendiri.

Hal ini tentu karena dampak negatif dari kurang terjaganya komunikasi di dalam rumah. Sehingga hubungan yang mestinya cair dan hangat seakan dingin dan malah sibuk sendiri.

3. Kurangnya kepedulian antar saudara

3. Kurang kepedulian antar saudara
Pexels/Retha Ferguson

Jika sang anak memiliki kakak atau adik tentunya penting untuk membangun kedekatan diantara keduanya. Bukan tanpa sebab, karena sebagai saudara kandung harus saling membantu dan memiliki rasa saling peduli.

Nah, rasa peduli dan empati dengan saudara ini bisa terbentuk jika ada kedekatan diantaranya. Ikatan kuat tersebut lahir berkat komunikasi yang intens dari masing-masing anak.

Sayangnya, jika komunikasi tidak dijaga dengan baik hubungan antar saudara ini bisa dingin dan hambar. Oleh karena itu Mama sebagai orangtua perlu menjaga komunikasi antar saudara ini erat ya. 

4. Anak menjadi depresi dan tertekan

4. Anak menjadi depresi tertekan
Pexels/Mohamed Abdelgaffar

Keluarga seharusnya jadi tempat pertama seorang anak mengadu tentang masalahnya. Namun, karena kurangnya komunikasi sehingga anak bisa merasa tertekan karena menganggap tidak ada yang bisa mengertinya di dunia ini.

Selain itu, komunikasi yang buruk juga menyebabkan anak merasa rendah dan minim apresiasi.

Ketika anak berusaha menyenangkan keluarganya dan tidak mendapat apresiasi yang baik, lama-lama anak tersebut juga akan stres dengan keadaan tersebut. Hal ini jangan sampai terjadi ya, Ma.

5. Anak lebih nyaman dengan orang lain

5. Anak lebih nyaman orang lain
Pexels/Afta Putta Gunawan

Dampak dari komunikasi yang buruk bisa membuat anak seolah tidak dianggap di keluarganya. Oleh karena itu jangan salahkan anak jika akhirnya ia justru lebih nyaman dengan orang lain di luar keluarganya tersebut.

Mengingat keluarga yang harusnya jadi tempat ia bersandar dan ternyaman untuk 'pulang' justru terasa dingin di hidupnya. Malah ia justru menemukan kehangatan dari orang lain yang justru lebih seperti keluarganya sendiri.

Itulah tadi beberapa dampak negatif yang bisa saja terjadi jika komunikasi dalam keluarga tidak dijaga Jadi jangan ragu buat Mama banyak-banyak berkomunikasi dengan keluarga, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.