Bagaimana Mengatur Waktu Bercinta saat Sudah Memiliki Anak?

Seks tidak hanya dilakukan pada malam hari saja lho, Ma!

18 Oktober 2021

Bagaimana Mengatur Waktu Bercinta saat Sudah Memiliki Anak
Freepik/freepik

Mungkin kehidupan seks akan berubah seiring jalannya waktu, terutama saat Mama dan Papa sudah memiliki anak. Rasanya sulit mencari waktu sebentar untuk menciptakan waktu berduaan, bukan? 

Padahal momen intim berdua bersama pasangan perlu dijalin dengan baik, sehingga kehidupan pernikahan menjadi semakin membahagiakan. Momen intim berdua, termasuk saat sesi bercinta pun tetap dibutuhan walau sudah memiliki anak. 

Kali ini Popmama.com telah merangkum beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengatur waktu bercinta, meskipun sudah mempunyai anak. 

Pertimbangkan untuk melakukan seks yang terjadwal bersama pasangan ya, Ma!

1. Menjadwalkan seks dengan pasangan

1. Menjadwalkan seks pasangan
Pixabay/webandi

Mungkin terkesan kuno dan tidak mengejutkan, namun jangan salah karena ini sangat berguna. Ketika sudah punya anak, ide menjadwalkan seks bersama pasangan bisa jadi solusi untuk selalu intim lho, Ma.

Menjadwalkan di sini bukan hanya menentukan hari saja, melainkan menentukan waktu dan suasana selama sesi bercinta yang intim.

Jika anak malam biasanya tidur setiap pukul delapan malam, segera menidurkannya sesuai jadwal. Ketika anak sudah tidur, maka kunci pintu kamar agar tidak ada gangguan saat anak terbangun selama sesi bercinta.

Jadikan momen ini sebagai salah satu cara yang tepat untuk berhubungan seks bersama pasangan. 

Editors' Picks

2. Manfaatkan waktu siang dan waktu anak bermain

2. Manfaatkan waktu siang waktu anak bermain
Freepik/jcomp

Keintiman tidak terbatas waktu, baik siang atau malam. Jika Mama terbiasa melakukan hubungan seks di malam hari, mengapa tak mempertimbangkan seks di siang hari?

Misalkan saja ketika sedang hari libur dan anak sedang asyik bermain di luar bersama teman-temannya, tak ada salahnya mencuri-curi waktu untuk menciptakan momen bercinta.

Papa dan Mama bisa melakukannya di kamar tidur, bahkan banyak pilihan posisi seks yang bisa dilakukan secara singkat dan anti berisik. 

3. Tanamkan kepada anak bahwa kamar tidur sebagai ruangan yang privasi

3. Tanamkan kepada anak bahwa kamar tidur sebagai ruangan privasi
Pexels/Monstera

Sangat mudah memang menggendong anak untuk tidur bersama Mama di kamar setiap malam. Apabila terus seperti itu, maka anak tidak akan bisa tahu tentang privasi masing-masing.

Mama perlu berbicara dan mengobrol dengan anak tentang batasan sesuai dengan usianya, seperti dilarang mengambil barang di kamar tanpa izin atau masuk tanpa izin.

Ajarkan terkait etika ketika meminta tolong dan mengetuk pintu kamar terlebih dahulu setiap kali ingin masuk kepada anak. Jika anak sudah paham hal tersebut, maka Mama tidak usah khawatir ketika sedang bercinta bersama pasangan. 

4. Pertimbangkan quickie sex

4. Pertimbangkan quickie sex
Freepik/gpointstudio

Pernah mendengar soal quickie sex? Quickie sex adalah aktivitas seksual yang intim bersama pasangan, namun durasinya berlangsung secara singkat.

Saat melakukannya, jangan bertele-tele seperti menyiapkan makan malam romantis, menyalakan musik yang indah atau segala hal yang terkesan membuang-buang waktu.

Mama dan Papa bisa saling memijat dan menyentuh satu sama lain untuk menciptakan keintiman bersama. Aktivitas seksual ini bisa dilakukan saat keduanya sedang bersantai di ruang keluarga, lalu berakhir di tempat tidur untuk menciptakan keintiman. 

5. Menjadwalkan liburan bersama

5. Menjadwalkan liburan bersama
Pexels/KoolShooters

Ada ide lain jika ingin keintiman tetap terjaga, yakni mengajak pasangan berlibur atau pergi sejenak ke tempat yang belum pernah dikunjungi

Mama dan Papa bisa sekaligus sensasi serta suasana baru. Jika sudah memiliki anak, maka biarkan anak menghabiskan waktu bersama orangtua atau mertua terlebih dahulu.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengatur waktu bercinta, meskipun sudah mempunyai anak. 

Jangan ragu untuk sharing berbagai hal bersama pasangan agar keintiman bisa terus diraih bersama!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.