5 Cara Menjadi Perempuan Kuat saat Menjalani Kehidupan Rumah Tangga

Ketahui caranya yuk, Ma!

2 Agustus 2021

5 Cara Menjadi Perempuan Kuat saat Menjalani Kehidupan Rumah Tangga
Freepik/drobotdean

Tantangan dan permasalahan yang terjadi di rumah tangga masing-masing orang tentu berbeda satu sama lain. Ada yang berusaha menyelesaikan masalahnya dengan baik, namun ada juga yang justru memilih jalan pintas dengan cara mengakhiri pernikahan. 

Ada banyak kunci keberhasilan hubungan dalam sebuah pernikahan, salah satunya memiliki karakter yang kuat. Ini termasuk ketika sedang menghadapi berbagai tantangan dan masalah bersama pasangan. 

Perempuan yang kuat bukan berarti tidak pernah emosi, melainkan tahu harus menangani perasaan mereka sesuai dengan situasi yang ada.

Oleh karena itu, mari simak sama-sama tips menjadi perempuan kuat di dalam sebuah hubungan pernikahan. Berikut Popmama.com sudah merangkum informasinya.

Semoga bisa meningkatkan keharmonisan hubungan bersama pasangan ya, Ma!

1. Jadilah mandiri

1. Jadilah mandiri
Unsplash/chrishcush

Ciri utama perempuan kuat, yakni kekuatannya dalam hal kemandirian. Mereka memahami pentingnya berdiri sendiri, meski membutuhkan orang lain sebagai pendamping.

Terlalu bergantung dengan pasangan atau mungkin orang lain justru membuatmu tidak mandiri, bahkan kebiasaan ini akan memperburuk keadaan di masa mendatang. 

Perlu diingat bahwa pasangan pun membutuhkan waktu sendiri untuk menangani banyak aspek dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, Mama hendaknya menunjukkan kepada pasangan untuk bisa berkontribusi dengan mengembangkan kualitas kemandirian.

Misalnya seperti mengerjakan jadwal harian rumah bersama-sama, membuat kesepakatan dan menepatinya, bahkan melakukan pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri.

Editors' Picks

2. Mampu mencintai diri sendiri

2. Mampu mencintai diri sendiri
Unsplash/vincefleming

Ciri lainnya yang tak kalah penting yang ditunjukkan oleh perempuan kuat, yakni kemampuan untuk mencintai diri mereka sendiri. Ini terlepas dari segala keadaan dan tantangan yang sedang mereka hadapi.

Jika Mama tidak bisa mencintai diri sendiri, maka tidak akan mudah untuk menerima kasih sayang pasangan sepenuhnya. Ketahuilah bahwa mencintai diri sendiri tanpa alasan bisa memengaruhi tingkat kemandirian dalam segala hubungan.

Seperti contohnya jika Mama melakukan kesalahan, jangan terlalu dipikirkan dan justru bisa memicu stres. Cobalah berpikir bahwa Mama sudah berusaha sekuat tenaga dan sudah melakukan terbaik. Ini langkah awal untuk membuat diri Mama semakin berkembang dan bertumbuh.

Oleh karena itu, apabila benar-benar mandiri dan ingin menunjukkan diri sebagai perempuan yang kuat, Mama perlu mengembangkan kebiasaan bangga pada terhadap diri sendiri. 

3. Bisa menjaga diri sendiri

3. Bisa menjaga diri sendiri
Unsplash/jakobowens1

Merawat dan menjaga diri sendiri menjadi kualitas penting yang harus dimiliki setiap orang. Orang yang paling penting dalam hidupmu, seharusnya Mama sendiri.

Dari kesehatan fisik hingga emosional tetap harus diperhatikan dengan baik, apabila ada masalah usahakan tidak diabadikan. 

Soal menjaga diri bukan berarti harus belajar bela diri saja. Hal terkecil misalnya saja menjaga kesehatan atau rajin berolahraga untuk kebugaran perlu diperhatikan dengan baik.

Pahamilah jika Mama dalam kondisi yang baik-baik saja, maka akan dapat membangun hubungan yang lebih berkualitas bersama pasangan dan orang sekitar.

4. Memiliki empati

4. Memiliki empati
Unsplash/kellysikkema

Peduli tentang orang lain di sekitar kita bisa terus dilatih sebagai sebuah karakter yang positif.

Saat pasangan sedih, Mama bisa berempati dan merasakan apa yang dirasakan pasangan. Ketika mampu berempati, maka tidak ada tindakan yang terkesan menyudutkannya.

Saat Mama sedih pun, pasangan akan melakukan hal yang sama. Hal ini dikarenakan keduanya saling percaya dan menghargai satu sama lain.

Merangkul orang lain atau pasangan akan membuat Mama lebih kuat. Meski begitu, karakter positif tersebut juga akan meningkatkan kualitas hubungan Mama dengan orang lain.

5. Menerima perbedaan dan kekurangan pasangan

5. Menerima perbedaan kekurangan pasangan
Pexels/Anastasia Shuraeva

Orang yang lemah akan merasa sulit untuk mengatasi perbedaan hubungannya sendiri, apalagi jika sedang merasakan kondisi di mana merasa tidak sejalan dengan pasangan.

Memang setiap hubungan pasti ada perbedaan, namun perbedaan itulah yang membuat hubungan pernikahan semakin kuat. Misalnya saja Mama menerima perbedaan pasangan dalam hal hobi, kebiasaan dan perlakuannya kepada orang lain.

Apabila ada perbedaan di dalam hubungan pernikahan, usahakan diterima dengan baik. Komunikasikan dengan baik, sehingga permasalahan yang sedang terjadi tidak berangsur-angsur. 

Semoga informasi ini bisa membangun karakter Mama menjadi lebih baik lagi ya. 

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.