5 Kesalahan Suami Istri saat Bercinta, Bisa Bikin Pasangan Ngambek

Jangan egois sampai bisa membuat pasangan ngambek!

15 September 2021

5 Kesalahan Suami Istri saat Bercinta, Bisa Bikin Pasangan Ngambek
Freepik/freepik

Melakukan kekeliruan atau kesalahan saat sesi intim di atas ranjang dengan pasangan memang hal biasa. Hanya saja jika dilakukan terus, maka pasangan suami istri bisa saja terlibat konflik. 

Memang secara naluriah, tubuh kita akan melepaskan kesenangan selama berhubungan seks. Kebalikannya, jika seks menjadi menyakitkan dan kurang nyaman, mungkin ada yang salah dan seharusnya perlu dibicarakan bersama pasangan. 

Pentingnya membangun komunikasi terlebih dahulu sebelum seks. Hal ini dikarenakan komunikasi dapat membantu untuk mengetahui mana yang disenangi dan tidak disenangi pasangan saat sesi bercinta.

Berikut sudah Popmama.com rangkum beberapa kesalahan yang tidak seharusnya terjadi saat seks bersama pasangan. Pastikan jangan egois, ya!

1. Walau sudah menikah, persetujuan juga amat penting saat berhubungan seks

1. Walau sudah menikah, persetujuan juga amat penting saat berhubungan seks
Pexels/Anna Pou

Jangan mentang-mentang sudah menikah, maka kita tidak melibatkan komunikasi dengan pasangan saat berhubungan seks.

Sebagai perempuan, istri pun usahakan untuk tidak selalu berasumsi pasangan bahwa selalu mau berhubungan intim. Tanyakan kepadanya apakah merasa nyaman jika harus melakukan aktivitas seksual apa saja sesi bercinta atau tidak.

Jika memang pasangan mau berhubungan seks, Mama dan Papa bisa langsung melakukannya. Jika ternyata tidak, maka coba hari lain dan jangan melakukan pemaksaan.

Keharmonisan juga dibentuk dengan sikap saling jujur dan terbuka. Jika sudah terbangun, maka keintiman akan dirasakan keduanya.

Editors' Picks

2. Tidak melibatkan foreplay dalam hubungan seks

2. Tidak melibatkan foreplay dalam hubungan seks
Freepik/lookstudio

Bayangkan jika Mama langsung berhubungan seks dan tidak diberi pemanasan, apakah tidak menjengkelkan?

Suami mesti tahu bahwa perempuan harus distimulasi melalui foreplay untuk mendapatkan suasana hati yang lebih baik, sehingga seks menjadi lebih nyaman dan intim.

Kebanyakan suami yang egois ingin langsung ke inti, bahkan menggunakan pelumas. Seolah tanpa mempertimbangkan apakah vagina istri sudah basah atau belum.

Jika Papa sering melakukan hal tersebut, segera berhenti. Banyak area sensitif selama pemanasan yang bisa dijelajahi, sehingga nafsu istri makin memuncak.

3. Sering memaksa untuk seks oral

3. Sering memaksa seks oral
Freepik/gpointstudio

Sebagaimana yang pernah dilakukan Mama dan Papa di atas ranjang, asalkan menyenangkan bagi keduanya, maka tidak ada salahnya untuk dicoba. 

Baik itu variasi gerakan, posisi seks, bahkan terkait bagaimana cara ingin dipuaskan itu semua tergantung pasangan. Namun yang tidak boleh, yakni adanya pemaksaan.

Hal yang sering banyak terjadi, yakni memaksa melakukan oral seks, misalnya suami langsung memaksa istri berlutut untuk distimulasi secara oral.

Padahal, istrinya belum tentu mau melakukannya, atau bahkan perlu waktu menunggu suasana yang pas saat sesi foreplay.

Cobalah untuk menanyakan terlebih dahulu kepada pasangan sebelum melakukan aktivitas seksual. Jika sudah, persiapkan dengan membersihkan area sensitif atau memakai kondom untuk sesi oral yang aman.

4. Tidak memakai kondom padahal tidak tahu riwayat penyakit seksual

4. Tidak memakai kondom padahal tidak tahu riwayat penyakit seksual
Pexels

Kondom bisa jadi alternatif lain jika ingin mencapai kepuasan bersama. Banyak jenis maupun rasa yang bisa dicoba untuk sesi hangat di atas ranjang.

Ini juga berlaku bagi pasangan yang hendak menunda kehamilan, kondom bisa jadi solusi mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan mencegah penyakit seksual menular.

Jika Mama atau Papa mempunyai penyakit seksual, maka segera konsultasikan ke dokter, dan jangan lupa untuk selalu memakai pengaman yang direkomendasikan.

Ada banyak kondom bergerigi maupun yang tipis untuk menunjang seks bersama pasangan.

5. Mengacuhkan pasangan setelah orgasme

5. Mengacuhkan pasangan setelah orgasme
Freepik/yanalya

Mungkin banyak terjadi ketika tujuannya hanya berhubungan seks, Mama atau Papa langsung pergi atau mengacuhkan pasangan saat sesi intim selesai.

Padahal, keintiman bukan semata-mata saat berhubungan seks saja, pasca berhubungan seks pun masih bisa mencapai keintiman yang diinginkan.

Mama dan Papa bisa membangun percakapan, misalnya menanyakan seks sebelumnya, apakah ada yang terlewat atau tidak.

Bisa juga saling memeluk satu sama lain setelah keduanya membersihkan diri. Saling peluk dan akhirnya tertidur bersama sangat memuaskan juga bukan?

Nah, itu tadi beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh suami istri ketika berhubungan seks. Pastikan jangan ragu untuk berkomunikasi selama beradu cinta bersama, ya!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.