Mengenal Pity Sex, Berhubungan Seks Atas Dasar Kasihan

Ada baiknya intens berkomunikasi untuk mendapatkan keintiman yang memuaskan!

17 September 2021

Mengenal Pity Sex, Berhubungan Seks Atas Dasar Kasihan
Freepik/wayhomestudio

Seks dianggap sebagai ekspresi cinta dan gairah. Hal ini menjadi fenomena normal di antara orang-orang yang memang benar-benar memiliki hasrat seksual terhadap pasangannya.

Hanya saja terkadang, seseorang bisa saja melakukan seks karena kasihan dengan pasangannya. Ini biasanya terjadi ketika salah satu pasangan merasa sedang tidak ingin bercinta, namun terpaksa melakukannya hanya untuk memuaskan hasrat seksual pasangannya.

Secara alami, seks dengan belas kasihan justru membuat kehidupan seksual pasangan suami istri menjadi tidak sehat. TIdak terus terjadi, maka kedua belah pihak tidak bisa merasakan kehidupan seks yang menyenangkan. 

Lantas, mengapa seks atas dasar kasihan masih saja dilakukan oleh beberapa orang untuk memuaskan pasangannya?

Jika Mama ingin mengetahui hal ini lebih detail, berikut Popmama.com telah merangkum informasi terkait alasan mengapa seseorang masih mau berhubungan seks walau ia tidak ingin bercinta dengan pasangannya.

Editors' Picks

1. Apa itu pity sex?

1. Apa itu pity sex
Freepik/freepik

Pity sex adalah aktivitas seksual yang terjadi atas dasar kasihan kepada pasangannya, dan ditandai dengan kurangnya kepuasan dan kenikmatan, terutama bagi pihak yang memberikan.

Kondisi ini biasanya dapat terjadi ketika pasangan benar-benar dalam mood, sedangkan diri sendiri merasa kurang berminat karena mungkin saja sedang lelah. Hanya saja, tak jarang seorang istri tidak mau mengecewakan suaminya dan tetap melayani untuk berhubungan seks.

Ketika seseorang melakukan seks belas kasihan seperti ini, pasangan suami istri seolah tidak terlalu peduli untuk mencoba berbagai posisi seks untuk meningkatkan kesenangan atau bereksperimen selama sesi bercinta.

Jelas hubungan seperti ini tidak bisa dilakukan secara terus menerus, karena akan merusak kepercayaan dan keharmonisan rumah tangga.

Sebaiknya bukalah obrolan yang intens bersama pasangan, lalu saling terbuka satu sama lain. Usahakan jangan memaksa kehidupan seksual bersama pasangan ke arah seks yang mungkin tidak diinginkan.

2. Ciri-ciri umum melakukan seks karena kasihan

2. Ciri-ciri umum melakukan seks karena kasihan
Freepik/DCStudio

Ada beberapa ciri yang menandakan bahwa seseorang melakukan seks atas dasar kasihan kepada pasangan, di antaranya:

  • Foreplay hanya berdurasi sebentar. Seks atas dasar kasihan akan melibatkan foreplay yang justru sangat sebentar. Hal ini dikarenakan ada salah satu pihak yang kurang tertarik untuk melakukan sesi bercinta.
  • Tidak merasakan kepuasan seks. Jika Mama tidak mengalami kesenangan atau gairah selama melakukan aktivitas seksual, maka itu bisa jadi sedang berhubungan seks dengan pasangannya atas dasar kasihan.
  • Kurang inisiatif. Jika sama-sama menginginkan seks, maka pasangan suami istri akan mengambil inisiatif untuk mencoba posisi seks baru dan mengambil alih dominasi di atas ranjang. Jika tidak, maka mungkin sedang merasakan seks yang tidak diinginkan, sehingga jadi pasif.

3. Alasan mengapa pasangan masih melakukan hal tersebut

3. Alasan mengapa pasangan masih melakukan hal tersebut
Freepik/jcomp

Setelah mengetahui definisi dan ciri-cirinya, mungkin ada sebuah pertanyaan terkait "mengapa seseorang bisa dengan tetap berhubungan seks hanya karena kasihan dengan pasangannya?"

Untuk menjawab hal tersebut, berikut alasan yang perlu dipahami:

  • Demi kebahagiaan pasangannya. Berhubungan seks dengan pasangan bahkan ketika tidak merasa tertarik atau terangsang olehnya, berarti semata-mata ingin membahagiakan pasangannya saja.
  • Takut kehilangan keintiman. Beberapa orang akhirnya merasa terpaksa melakukan ini karena takut hubungan mereka akan gagal dan keintiman di atas ranjang akan hilang, apalagi jika tidak melakukannya.

Hal ini tersebut menjadi sebagian alasan yang paling umum terkait masih ada saja pasangan melakukan seks atas dasar kasihan. Dalam beberapa kasus, perempuan atau laki-laki juga mungkin memaksakan diri sendiri untuk mendapatkan keintiman serta membahagiakan pasangannya.

Perlu diketahi bahwa kehidupan seks seperti itu sangalah tidak sehat, bahkan tidak memuaskan dan tidak menyenangkan. Pakar hubungan pun merasa bahwa melakukan seks belas kasihan seperti ini seolah tidak adil bagi kedua belah pihak.

Oleh karena itu, setidaknya perlu menghindar perilaku tersebut dan mulailah berkomunikasi dengan pasangan sebelum melakukan hubungan yang lebih intim lagi.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.