5 Variasi Gerakan saat Menerapkan Posisi Seks Misionaris

Posisi seks tradisional ini bisa semakin intim dengan berbagai varian gerakan!

24 Juni 2021

5 Variasi Gerakan saat Menerapkan Posisi Seks Misionaris
Freepik

Saat mendengar posisi seks misionaris, apa yang ada di benakmu? Apakah membosankan? Monoton? Atau mungkin kurang kreatif karena tidak terlalu banyak gerakan?

Mungkin bagi sebagian orang, posisi seks ini menjadi membosankan karena tidak banyak variasi gerakan yang bisa dilakukan saat sesi bercinta.

Padahal, penelitian terbaru yang diterbitkan oleh Journal of Sexual Medicine mengungkapkan bahwa 33 persen perempuan merasa misionaris menjadi posisi seks favorit mereka di atas ranjang.

Belum lagi untuk para suami pun misionaris memungkinkan mereka mengontrol kecepatan dan memperpanjang orgasme selama sesi bercinta.

Jika Mama ingin mencapai level yang lebih tinggi satu tingkat untuk mencoba variasi gerakan posisi misionaris, Popmama.com sudah menyiapkan rangkumannya.

1. Gerakan sejajar dengan klitoris

1. Gerakan sejajar klitoris
Pixabay/StockSnap

Memang posisi seks misionaris tidak mendapatkan banyak sentuhan ke klitoris istri, tetapi bisa menyesuaikan dengan the coital alignment technique.

Cara melakukannya: Saat suami bisa berada di atas, minta dia bergeser sedikit hingga pangkal penisnya langsung sejajar dengan klitoris istri. Kemudian, kaki istri melilit pahanya atau seperti memeluk paha suami, tekan alat kelamin bersamaan sehingga menciptakan tekanan balik.

Cara tersebut mampu menciptakan dorongan yang bersamaan secara lembut. Bisa juga dilakukan secara berlawanan saat penetrasi, bahkan cara tersebut mampu memberikan stimulasi klitoris pasangan.

Editors' Picks

2. Gerakan menarik lutut sedekat dada

2. Gerakan menarik lutut sedekat dada
Freepik/prostooleh

Ada juga posisi seks misionaris yang mengedepankan kedalaman penis saat penetrasi, sehingga bisa sekaligus mengatur ritme dalam bercinta.

Cara melakukannya: Saat istri berbaring, tarik lutut ke arah dada dan suami bisa memulai penetrasi dari belakang.

Posisi tersebut membuat ujung penis suami bersentuhan langsung dengan leher vagina istri, sekaligus menjadi sensasi yang menurut kebanyakan perempuan sangat menyenangkan serta menggairahkan.

3. Mengendalikan gerakan dengan mengangkat satu kaki di bahu

3. Mengendalikan gerakan mengangkat satu kaki bahu
Pixabay/StockSnap

Kata siapa saat posisi istri sedang berada di bawah tidak bisa melakukan banyak gerakan? Nyatanya bisa saja, asalakan mampu mengatur ritme dan gerakan yang selaras.

Cara melakukannya: Angkat satu kaki ke bahu suami saat sedang penetrasi, satu kakinya lagi biarkan terlentang atau ditekuk tergantung selera.

Dengan kecepatan penetrasi yang dihasilkan suami, teruslah mengganti kaki agar tidak pegal dan lelah, gerakkan kaki naik turun akan menciptakan sensasi yang menyenangkan pada area G-spot istri.

4. Gerakan yang merangsang dinding vagina

4. Gerakan merangsang dinding vagina
Pixabay/Victoria_Borodinova

Ada lagi gerakan yang populer dilakukan dan lumrah untuk dicoba, yakni gerakan yang melibatkan rangsangan ke dinding vagina.

Cara melakukannya: Istri perlu berbaring di tempat tidur, kemudian suami dari atas meraih vagina untuk penetrasi. Pada posisi ini, suami bisa mendorong dengan kekuatan pahanya ke depan atau bertumpu pada tangan untuk mengontrol kecepatan.

Posisi ini juga akan merangsang dinding vagina bagian bawah. Jika masih belum mencapai orgasme, cobalah lakukan dengan pelumas agar lebih licin.

5. Gerakan menggesek vagina

5. Gerakan menggesek vagina
Freepik/freepik

Mungkin kedengarannya berlawanan dengan posisi seks biasa yang melibatkan penetrasi, gerakan ini bisa sebagai foreplay karena menggesek vagina istri.

Cara melakukannya: Istri saat berbaring cobalah untuk merapatkan kedua kaki, jika suami sudah di atas, pastikan kakinya di luar kaki istri.

Kemudian tekan paha bersama-sama, sehingga akan menciptakan gesekan pada batang penis dan bibir vagina saat tengah penetrasi. Di sini, labia luar dan dalam di vagina memiliki ujung saraf yang sensitif walaupun dilakukan dengan gesekan tanpa penetrasi.

Nah, gerakan variasi posisi seks misionaris tadi ternyata bisa menjadi contoh guna meningkatkan momen intim yang lebih bergairah dan tidak terkesan monoton.

Tidak ada salahnya untuk mencoba berbagai jenis posisi seks saat sesi bercinta. Jika dirasa kurang memuaskan, lakukan ke posisi misionaris biasa yang sederhana dan tetap memberi kepuasan yang mendalam.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.