Viral Soal Kakek Suhud, Ketahui 5 Hal Ini saat Menolong Orang Lain

Jangan sampai menolong karena ada maunya ya, Ma!

15 Oktober 2021

Viral Soal Kakek Suhud, Ketahui 5 Hal Ini saat Menolong Orang Lain
Unsplash/Toa Heftiba

Jagat maya tengah dihebohkan dengan pemberitaan tentang kakek Suhud yang mencuri perhatian banyak orang.

Awal mulanya, kakek Suhud ditegur oleh Baim Wong yang meminta uang padanya. Di waktu terpisah, Kakek Suhud mengaku hanya ingin menawarkan buku rohani Islam saat melihatnya di jalan.

Atas kejadian tersebut, banyak warganet yang menyumbang kepada sang Kakek. Baim Wong pun sudah klarifikasi meminta maaf atas insiden tersebut.

Dari kejadian tersebut, Mama perlu perhatikan beberapa hal ini nih saat hendak menolong orang lain. Simak informasi yang sudah Popmama.com rangkum di bawah ini, ya!

1. Menolong jangan mengharapkan imbalan

1. Menolong jangan mengharapkan imbalan
Freepik/jcomp

Ketika Mama hendak menolong orang lain, alangkah baiknya membantu semata-mata dengan ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan.

Jika memang memberi berupa uang, maka jangan berharap Mama akan mendapatkan sejumlah uang yang diberikan oleh orang yang ditolong, ya.

Berlaku ikhlas memang sulit, namun jika sedikit demi sedikit diterapkan di kehidupan sehari-hari, maka hal tersebut pun akan menjadi ladang amal nanti.

Editors' Picks

2. Menolong orang lain walaupun diri sendiri sedang kesusahan

2. Menolong orang lain walaupun diri sendiri sedang kesusahan
parentingscience.com

Memang hidup naik turun, ada kalanya kita berkecukupan, ada kalanya hidup serba kurang. Namun hal tersebut jangan dijadikan alasan agar tidak selalu bersyukur, ya!

Dalam kondisi terhimpit pun Mama bisa membantu orang lain. Tak ada salahnya untuk memantu semampu sebisanya, misalkan tidak bisa membantu lewat uang atau bantu lewat tenaga. Jika tidak bisa juga, maka bisa bantu seseorang melalui doa.

Perlu diingat bahwa jika membantu orang lain dengan pamrih, maka Tuhan tidak akan diam dan akan terus membantu masalah hidupmu.

3. Tanamkan dalam diri sebaik-baiknya manusia, yakni yang bisa bermanfaat bagi orang lain

3. Tanamkan dalam diri sebaik-baik manusia, yakni bisa bermanfaat bagi orang lain
Pixabay/aebopleidingen

Hidup sebagai manusia memang perlu saling tolong-menolong, karena kita termasuk makhluk sosial. Adakalanya sifat itu harus dilakukan setiap saat.

Saat ada teman atau orang lain yang kesusahan, maka tidak ada salahnya untuk membantunya dengan tulus. Bantuan tersebut tentu akan sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan.

Sepertinya pepatah “Tangan di atas lebih baik daripada tangan dibawah” cukup relevan bagi kondisi tolong menolong saat ini.

4. Membantu jangan dijadikan sebagai ajang untuk pamer

4. Membantu jangan dijadikan sebagai ajang pamer
Freepik

Terkadang kita membantu orang lain semata-mata ingin dilihat orang atau pamer kemampuan, agar mendapat pujian dari orang.

Mungkin akan berbeda rasanya membantu orang lain dengan tujuan ikhlas dan dengan tujuan pamer, maka dari itu, bantulah semata-mata ingin meringankan beban orang lain.

Memang sih, manusia tidak berhak menilai, karena perbuatan tolong menolong ini hanya kita dan Tuhan semata yang tahu isi hati sendiri, bukan?

5. Jangan pernah mengungkit pernah membantu orang

5. Jangan pernah mengungkit pernah membantu orang
Pexels/Helena Lopes

Wah, kalau ini sih sepertinya sering terjadi sehari-hari ya. Terutama saat bertemu orang lain yang sekarang sudah sukses padahal dulu pernah kita bantu.

Kita akan mudah mengucapkan “Lihat dia sekarang, bisa sukses karena bantuan saya dulu pas masih susah,”

Perilaku ini sangat tidak layak dilakukan oleh Mama, jika seperti itu, membantu tidak ikhlas dong, bahkan perbuatan mulia tadi sia-sia saja lho!

Nah, membantu sih membantu, namun tanamkan hal tadi dalam rangka melatih diri sendiri jadi pribadi yang lebih arif dan budiman yuk, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.