Apapun penyebabnya, perceraian tentu meninggalkan luka. Kenangan manis yang telah terjalin cukup membuat hati sakit setelah tidak bersama lagi. Namun, hidup harus tetap dijalani, ditambah jika sudah ada anak-anak.
Seorang psikoterapis berlisensi, Tina Gilbertson, akan memberikan tips agar move on setelah perceraian di bawah ini.
1. Fokus pada apa yang dimiliki dan apa yang dapat kamu kendalikan. Tidak ada gunanya memikirkan hal-hal yang tidak dimiliki dan tidak dapat kamu lakukan.
2. Manfaatkan waktu luang setelah sendiri untuk melakukan impian dan aspirasi yang belum dicapai ketika masih menikah. Sekarang saatnya untuk memeriksa item daftar keinginan tersebut, lalu wujudkan satu per satu.
3. Belajar menciptakan kemenangan kecil untuk diri sendiri. Rekam satu hal kecil setiap hari yang menunjukkan kemajuan kamu dalam hal atau bidang tertentu.
4. Sering berolahraga agar meningkatkan serotonin di otak untuk membantu melawan depresi.
5. Tak perlu menarik diri dari hubungan sosial. Paksakan diri untuk tetap terlibat dengan orang lain dan bersosialisasi baik dalam hal bisnis maupun sekadar bersenang-senang.
6. Jangan takut meminta bantuan jika kamu mengalami masalah mental terkait perceraian. Ini penting agar kamu bisa terus menjalani hidup dengan normal.
7. Hindari bicara negatif tentang mantan apalagi di hadapan anak-anak. Ini hanya akan mengganggu mental anak-anak sekaligus membuat kamu terus memikirkan keburukan mantan. Selain itu, hubungan anak-anak harus tetap baik dengan orangtuanya.
8. Tak perlu buru-buru untuk menjalin hubungan baru karena saat ini kamu sudah bebas jika ingin melakukannya. Pahami diri lebih dulu. Dan jangan kenalkan pada anak-anak jika kamu belum ingin melangkah lebih serius dengan pasangan baru.
Nah, jika Mama berada di posisi setelah perceraian dapat menerapkan beberapa tips tadi supaya perlahan move on.