Ada sebuah kejujuran yang menyesakkan saat melihat seseorang yang biasanya tampil tangguh, tiba-tiba runtuh setelah ditinggal orang terkasih. Hal itu ditunjukkan Reza ‘Arap’ Oktovian saat salah satu sesi Marapthon pada Minggu (15/2/2026).
Reza Arap dalam sesi itu bersama teman-temannya membacakan puisi yang mereka buat. Namun, ia tidak sekadar membacakan baris-baris kalimat karena puisi itu seolah sedang menelanjangi egonya.
Dengan suara yang bergetar dan aliran air mata yang tak mampu dibendung, ia mempersembahkan sebuah puisi untuk kekasihnya yang sudah meninggal, Lula Lahfah. Dalam puisinya Reza menekankan secara konsisten bahwa Lula menjadi "pengingat" di tengah badai hidupnya.
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya.
