TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Cara Menghadapi Pasangan yang Banyak Maunya

Hubungan asmara seharusnya dibangun atas sikap saling menghargai satu sama lain

14 Agustus 2022

7 Cara Menghadapi Pasangan Banyak Maunya
Pexels/Keira-burton

Untuk mempertahankan keharmonisan hubungan asmara dibutuhkan kerja sama yang baik antara kedua belah pihak. Artinya, hubungan berlangsung tanpa merugikan satu sama lain atau menyebabkan dominasi dalam hubungan. 

Tanpa Mama sadari, pasangan mungkin secara tidak sadar melakukan perbuatan semena-mena dengan menuntut banyak hal. Di awal hubungan, sikap tersebut mungkin terlihat seperti perhatian yang diberikan oleh pasangan. Namun, seiring berjalannya waktu, Mama mulai sadar bahwa pasangan terlalu banyak dan menuntut banyak hal. 

Apabila sikap tersebut terus dibiarkan, maka bisa menyebabkan konflik dan kerenggangan hubungan. Oleh karena itu, Mama perlu mengetahui cara-cara tersendiri untuk menghadapi sikap pasangan. 

Berikut ini Popmama.com merangkum tujuh cara untuk menghadapi pasangan yang banyak maunya atau sering menuntut sesuatu. 

Yuk Ma, disimak!

1. Beri batasan dalam hubungan

1. Beri batasan dalam hubungan
Pexels/Anthonyshkraba-production

Di awal hubungan, pasangan yang terlalu sering menuntut mungkin terlihat sebagai pribadi yang perhatian. Namun, seiring berjalannya waktu, sikap tersebut mulai membuat Mama merasa tidak nyaman dan melampaui batas privasi. 

Oleh karena itu, Mama perlu berkomunikasi dengan pasangan soal batasan-batasan privasi yang boleh dilewati dan tidak. Mama juga sebaiknya menjelaskan apa saja hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak. 

2. Tegas menolak

2. Tegas menolak
Pexels/Mikhail-nilov

Jika Mama merasa pasangan terlalu banyak menuntut dan selalu ingin dituruti, maka Mama harus berani bersikap tegas. Mama sebaiknya menolak permintaan pasangan yang tidak sesuai dengan keinginanmu. 

Apabila Mama terus menuruti keinginannya atau malah memanjakannya, maka pasangan mama akan terus melakukan hal yang sama di kemudian hari. Pasangan mama tidak akan berubah dan tidak sadar bahwa perbuatannya telah melampaui batas.

Editors' Picks

3. Jangan menuruti segala keinginan pasangan

3. Jangan menuruti segala keinginan pasangan
Pexels/Odonata-wellnesscenter-48563

Satu hal yang perlu Mama ingat, yakni pasangan bukanlah orangtua yang berhak mengatur hidupmu atau terkesan mengekang. Pasalnya, Mama sebagai manusia memiliki hak seutuhnya untuk menentukan pilihan. Jangan sampai pasangan justru mencampuri hidupmu dan terlalu menuntut banyak hal. 

Apabila keinginan pasangan masih dinilai normal dan bisa mengubahmu menjadi pribadi yang lebih baik, maka Mama boleh menurutinya. Sebaliknya, jika permintaannya sudah sangat berlebihan, jangan ragu untuk menolaknya dengan memberikan penjelasan agar dia mengerti. 

4. Membangun komunikasi yang intens

4. Membangun komunikasi intens
Pexels/Rodnae-prod

Mama sebaiknya membangun komunikasi yang baik dengan pasangan. Mama perlu menjelaskan batasan-batasan dalam hubungan dan alasan menolak permintaan pasangan. 

Sampaikan perasaanmu bahwa perlakuan pasangan sudah melampaui batas dan membuat situasi menjadi tidak nyaman. Jangan sampai memendam perasaan tersebut hingga menimbulkan kesalahpahaman.

Sampaikan perasaanmu dengan kata-kata yang tepat agar bisa diterima baik oleh pasangan. 

5. Jangan sampai terpancing emosi

5. Jangan sampai terpancing emosi
Pexels/Keira-burton

Meskipun pasangan menuntut banyak hal, Mama sebaiknya menghadapi dengan tenang. Cobalah memahami alasan pasangan menuntut banyak hal. Apakah hal tersebut demi kebaikanmu atau tidak?

Apabila demi kebaikanmu sendiri, maka tidak ada salahnya untuk menurutinya. Namun, jika berdampak negatif, sebaiknya Mama mulai mengontrol emosi dan menyampaikan perasaanmu kepada pasangan.

Jangan sampai Mama menyelesaikan masalah dalam keadaan emosi, bahkan menyebabkan terjadinya pertengkaran. 

6. Menjaga jarak sambil menenangkan diri

6. Menjaga jarak sambil menenangkan diri
Pexels/Timur-weber

Apabila komunikasi sudah dilakukan dan pasangan masih mengulangi perbuatannya lagi, maka cobalah menjaga jarak untuk sementara waktu. Jangan bertemu pasangan dalam beberapa hari ke depan, sehingga Mama dan pasangan saling merindukan satu sama lain. 

Menjaga jarak juga bisa dijadikan cara untuk mengingatkan pasangan tentang sikapnya yang masih melewati batas. Cara tersebut akan bisa menjadikan pasangan lebih memahami keinginanmu. 

7. Tinggalkan pasangan jika sudah masuk ke dalam toxic relationship

7. Tinggalkan pasangan jika sudah masuk ke dalam toxic relationship
Pexels/Yankrukov

Jika komunikasi sudah dilakukan dan menjaga jarak dalam beberapa hari, namun pasangan belum berubah, maka jangan ragu untuk meninggalkannya. Pasangan yang terlalu banyak mau dan menuntut banyak hal tentu berdampak negatif pada hubungan kalian berdua. 

Mama layak bahagia dengan seseorang yang mampu menerima mama apa adanya, tanpa menuntut banyak hal dan terlalu memaksamu menuruti segala keinginannya. 

Hubungan asmara dibangun atas sikap saling menghargai satu sama lain. Apabila salah satu pihak sudah mulai memaksakan kehendak dan melewati batas, maka cobalah untuk memikirkan ulang apakah akan melanjutkan hubungan tersebut atau tidak. 

Nah, itulah beberapa cara untuk menghadapi pasangan yang banyak maunya atau sering menuntut sesuatu.

Semoga bisa memberikan pencerahan ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk