7 Tips Menentukan Jadwal Berhubungan Seks

Jadwal hubungan seks bertujuan untuk menghidupkan kembali keintiman antara Mama dan Papa

6 Juli 2022

7 Tips Menentukan Jadwal Berhubungan Seks
Freepik/gpointstudio

Berhubungan seks faktanya bermanfaat untuk menjaga kelanggengan hubungan asmara. Semakin sering Mama dan Papa berhubungan seks, maka hubungan emosional pun tetap terjaga. Sebaliknya, semakin jarang berhubungan seks, maka hubungan rumah tangga rentan mengalami konflik. 

Untuk menjaga keintiman hubungan, Mama sebaiknya memiliki jadwal hubungan seks. Membuat jadwal hubungan seks sebenarnya mudah, namun kenyataannya tidak semua pasangan bisa melakukannya. 

Sebab, beberapa pasangan masih percaya bahwa hubungan seks yang dilakukan secara spontan memiliki sensasi yang berbeda dibanding hubungan seks yang telah dijadwalkan. 

Meski demikian, tidak ada salahnya untuk membuat jadwal hubungan seks ke depannya. Jadwal hubungan seks bermanfaat untuk perencanaan kehamilan, menjaga keintiman hubungan, serta memudahkan Mama dan Papa untuk mengutarakan perasaan masing-masing. 

Kali ini Popmama.com telah merangkum tujuh tips membuat jadwal hubungan seks dengan memastikan hubungan di ranjang tetap hangat dan menggairahkan. 

1. Membuat jadwal hubungan seks secara implisit

1. Membuat jadwal hubungan seks secara implisit
Unsplash/Lndtxphoto

Apabila Mama dan Papa pertama kali membuat jadwal hubungan seks, maka cobalah untuk membuatnya secara implisit. Artinya, Mama tidak perlu membuat jadwal yang detail sehingga memberatkan satu sama lain untuk berhubungan seks. 

Contohnya, Mama hanya menetapkan jadwal hubungan seks pada akhir pekan. Namun, Mama dan Papa tidak menentukan waktu detail untuk berhubungan seks. 

Mama bisa berhubungan seks pada Sabtu pagi atau Sabtu sore atau Minggu sore. Dengan begitu, Mama dan Papa tidak merasa tertekan atau keberatan untuk berhubungan seks sesuai jadwal yang ditentukan. 

2. Biarkan Papa untuk membuat jadwal

2. Biarkan Papa membuat jadwal
Unsplash/Jaredsluyter

Jadwal hubungan seks sebaiknya diputuskan bersama. Meski begitu, tak ada salahnya untuk menyerahkan kewajiban tersebut pada Papa. Cobalah untuk membiarkan Papa untuk mengatur jadwal hubungan seks sesekali saja. 

Misalnya, Mama berkewajiban membuat jadwal hubungan seks di bulan Januari. Selanjutnya, Papa memiliki hak untuk membuat jadwal hubungan seks di bulan Februari. Dengan begitu, Mama dan Papa memiliki hak yang sama untuk membuat jadwal hubungan seks dan menentukan kejutan saat berhubungan di ranjang. 

Editors' Picks

3. Tidak perlu ada paksaan

3. Tidak perlu ada paksaan
Unsplash/Goian

Membuat jadwal hubungan seks memang memiliki banyak manfaat, tetapi aturan pertama yang perlu disepakati sebelum membuat jadwal tersebut adalah tidak boleh ada unsur paksaan. Artinya, jadwal yang telah ditentukan merupakan keputusan bersama antara mama dan Papa. 

Apabila salah satu pihak merasa tidak ingin berhubungan seks, maka pihak lainnya tidak boleh memaksa karena ingin mengikuti jadwal yang sudah disepakati. Jadwal hubungan seks bersifat fleksibel dan sesuai situasi saat itu. 

Jika salah satu pihak ingin melanggar jadwal hubungan seks, maka harus memberikan alasan yang jelas dan mengganti jadwal di lain hari. 

4. Mengetahui frekuensi seks masing-masing

4. Mengetahui frekuensi seks masing-masing
Unsplash/Womanizer

Setelah sepakat untuk membuat jadwal hubungan seks, selanjutnya Mama dan Papa harus saling berdiskusi tentang frekuensi seks masing-masing. Pasalnya, setiap orang memiliki frekuensi seks yang berbeda-beda. 

Ada orang yang suka berhubungan seks dengan durasi yang panjang, namun ada pula yang menyukai durasi pendek dan dilakukan berkali-kali. Dengan mengetahui frekuensi seks masing-masing, maka Mama dan Papa tidak bingung lagi dalam melakukannya. 

5. Menentukan tempat untuk berhubungan seks

5. Menentukan tempat berhubungan seks
Unsplash/Dainisgraveris

Jadwal hubungan seks tidak hanya berkaitan dengan waktu dan durasi hubungan itu sendiri. Mama dan Papa juga bisa menentukan tempat untuk berhubungan seks. 

Misalnya, hubungan seks dilakukan di rumah selama pekan pertama bulan Januari. Lalu, pada akhir pekan, hubungan seks harus dilakukan di hotel atau perlu staycation berdua ke luar kota. Dengan demikian, referensi tempat untuk bercinta akan semakin banyak. 

6. Atur jadwal dengan kesibukan masing-masing

6. Atur jadwal kesibukan masing-masing
Unsplash/Vincefleming

Sebelum disepakati, jadwal hubungan seks harus disesuaikan dengan kesibukan masing-masing. Jadwal bercinta harus dilakukan setelah Papa selesai bekerja atau Mama mengurus pekerjaan rumah tangga.

Sebaiknya cari waktu yang senggang untuk melakukan hubungan seks tanpa mengganggu kesibukan masing-masing. Apabila jadwal ditetapkan di waktu yang tepat, maka hubungan seks bisa dilakukan dalam kondisi yang baik. 

7. Menentukan reward dan punishment

7. Menentukan reward punishment
Unsplash/Dainisgraveris

Terakhir, Mama dan Papa perlu membuat reward dan punishment tentang jadwal hubungan seks. Salah satu pihak boleh melanggar jadwal bercinta dengan alasan yang logis sehingga tidak perlu diberikan punishment. 

Sebaliknya, apabila Mama dan Papa mampu melakukan hubungan seks sesuai jadwal, maka perlu ada reward seperti liburan atau staycation di luar kota. 

Kesimpulannya adalah jadwal hubungan seks bertujuan untuk menghidupkan kembali keintiman dan hangatnya hubungan rumah tangga. Jika jadwal hubungan seks hanya menimbulkan pertengkaran, maka Mama dan Papa bisa mencari cara lainnya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. 

Terpenting adalah tidak boleh ada unsur pemaksaan dalam membuat atau melakukan hubungan seksual sesuai jadwal yang telah disepakati. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk