instagram.com/@putrititian
Mungkin ini yang bisa dikatakan sebagai perjuangan tidak akan membohongi hasil. Setelah lama meyakinkan Mamanya, ia akhirnya berhasil membuat kembali ke dapur dan mulai masak.
Tian dan Mamanya mulai membuat sambal tempoyak bersama. Pengiriman yang tadinya cuma di dalam kota, kini sampai ke luar kota. Dari yang tadinya hanya beli satu botol, sampai ada yang 3 botol sekaligus.
Karena memulai usaha di masa pandemi seperti ini, ia packing sendiri sambil dibantu si Kecil karena takut untuk menerima orang kerja di rumah.
"Dari yang order beberapa botol saja dalam sehari, sampai puluhan botol dalam sehari. Sampai aku dan Ibu kaget, yang berli dari berbagai pulau," tulisnya.
Sampai sekarang, Mamanya Tian masih tetap masak dan sibuk setiap hari. Saat mengunjungi makam Papanya, beliau bercerita tentang kesibukannya sehari-hari.
"Sekarang kalau difoto dia (Ibu) bisa senyum lagi. walau ga senyum selebar ini (saat bersama sang Papa). Tapi setidaknya Ibu bisa sedikit ada semangatnya." tuturnya.
Tian pun menceritakan kenapa sambal tempoyak seperti kisah cinta Mama dan Papanya.
"Sambal tempoyak, seperti cinta Ayah dan Ibu. Asamnya sama seperti muka Ayah kalau lagi berantem sama Ibu. Pedasnya seperti ocehan Ibu kalo lagi ngomelin Ayah. Tapi sebenarnya itu adalah sisi manis dari cerita mereka," tutupnya.
Mengharukan ya, Ma, kisah cinta Mama dan Papanya Putri Titian?