Mengejutkan! Ini 5 Fakta Seks bagi Pengidap Gangguan Bipolar

Terkadang sangat liar namun terkadang tidak menginginkannya sama sekali!

9 Juni 2021

Mengejutkan Ini 5 Fakta Seks bagi Pengidap Gangguan Bipolar
Freepik/rawpixel.com

Bipolar adalah gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang yang memiliki gangguan bipolar biasanya memiliki suasana hati yang labil, terkadang bisa naik ataupun turun. Salah satu ciri-ciri yang paling umum terjadi, yakni perubahan suasana hati yang cukup ekstrem. 

Para pengidap bipolar biasanya tampak sangat gembira, kemudian mendadak bisa sedih atau depresi dalam kurun waktu tertentu. Suasana hati yang ekstrem dan tingkat energi yang tidak stabil membuat mereka menjadi hiperseks.

Bagi seseorang yang memiliki pasangan bipolar mungkin kehidupan seks menjadi lebih liar dan menyenangkan, namun terkadang mereka juga akan kesulitan untuk melayaninya. Hiperseks yang terjadi karena energinya tidak stabil membuat pasangannya kewalahan saat sesi bercinta. 

Dilansir dari laman Health Central, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa fakta mengejutkan tentang seks bagi seseorang yang memiliki gangguan bipolar. Simak penjelasannya yuk, Ma!

1. Saat periode manik, seseorang dengan gangguan bipolar akan hiperseks

1. Saat periode manik, seseorang gangguan bipolar akan hiperseks
Freepik/Racool_studio

Selama periode manik, seseorang dengan gangguan bipolar mungkin akan terburu-buru dalam bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya. Mereka juga akan mengalami hiperseksual dan dorongan seksualnya akan meningkat hingga seringkali mengakibatkan perilaku impulsif dan berisiko.

Dalam buku Manic-Depressive Illness, Frederick Goodwin, M.D. dan Kay Redfield Jamison, Ph.D. menjelaskan bahwa hiperseksualitas diamati terjadi pada 57 persen pasien manik.

Editors' Picks

2. Seseorang dengan gangguan bipolar memiliki kebiasan seks yang liar

2. Seseorang gangguan bipolar memiliki kebiasan seks liar
Freepik.com

Selama sedang berada di fase hiperseks, seseorang yang memiliki gangguan bipolar biasanya akan mulai melakukan beragam eksperimen dengan pasangannya. Tak jarang mereka akan berusaha mencoba hal baru di atas ranjang, bahkan bisa berhubungan seks beberapa kali dalam satu hari.

Mereka mungkin saja terlibat dalam perilaku seksual yang lebih berisiko mulai dari seks dengan banyak pasangan, one-night stand, perselingkuhan, masturbasi berlebihan atau kecanduan pornografi.

3. Saat depresi, mereka akan memanfaatkan seks sebagai obat

3. Saat depresi, mereka akan memanfaatkan seks sebagai obat
Freepik/gpoInstudio

Jika ada sedang berada di episode manik, maka seseorang dengan gangguan bipolar juga akan mengalami depresi apalagi suasana hatinya tidak stabil. Pada fase ini, mereka akan mengalami penurunan gairah seksual. Beberapa dari mereka bahkan tidak menginginkan seks sama sekali karena tak bergairah. 

Namun, sebagian yang lainnya akan berhubungan seks bersama pasangannya secara berkala. Hal ini dilakukan hanya untuk menghilangkan rasa sakit pada psikis mereka saja. 

Dalam konteks ini, seks menjadi bentuk pengobatan sama seperti saat melampiaskannya ke hal-hal negatif mulai dari mengonsumsi alkohol, penggunaan narkoba atau makan berlebihan. 

4. Perubahan mood memengaruhi aktivitas sehari-hari hingga seksual

4. Perubahan mood memengaruhi aktivitas sehari-hari hingga seksual
Freepik/free picture

Mengalami hiperseks mungkin terdengar seperti kondisi yang menggairahkan dan dipenuhi dengan orgasme. Meskipun terkesan menyenangkan, namun ketika sedang dalam fase depresi bisa menyebabkan kondisi seksual saat bercinta menjadi sangat memburuk.

Mereka bahkan bisa saja kehilangan waktu berjam-jam hanya untuk masturbasi atau mencari pasangan seksual. Demi melampiaskan hasrat seksualnya, bukan tidak mungkin kalau kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas keseharian. 

5. Gunakan hasrat seksual sebagai barometer suasana hati 

5. Gunakan hasrat seksual sebagai barometer suasana hati 
Freepik/jcomp

Nafsu seksual mungkin akan berubah sesuai dengan kondisi suasana hati seseorang yang memiliki gangguan bipolar. Oleh karena itu, belajarlah untuk mengenali perilaku seksualmu sebagai barometer untuk mengelola siklus perubahan emosi dengan lebih baik.

Itu tidak berarti bahwa setiap kali kamu tidak tertarik pada seks, maka kamu menuju pada keadaan depresi. Setiap orang memiliki fluktuasi dalam kebutuhan dan keinginan seksualnya.

Tetapi mungkin ada saat-saat di mana kamu dapat mengenali apa yang akan terjadi, terutama ketika tiba-tiba menjadi pribadi yang hiperseks.

Itu dia kelima fakta seks bagi pengidap bipolar. Dengan perubahan suasana hati yang tiba-tiba, tak hanya aktivitas sehari-harinya saja yang terganggu, namun juga aktivitas seksualnya bersama pasangan.

Untuk itu, cobalah kontrol sedikit demi sedikit dan jangan ragu untuk meminta bantuan medis jika membutuhkannnya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.