Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Menceraikan Pasangan yang Berselingkuh

Menurut ahli, pertimbangkan dulu kelima hal ini sebelum bercerai!

17 Januari 2021

Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Menceraikan Pasangan Berselingkuh
Freepik/Yanalya

Di awal perjalanan cinta sepasang kekasih, mungkin pernikahan memang selalu terlihat indah. Namun, semakin lama pernikahan dijalani, permasalahan akan silih berganti muncul.

Sebagian besar permasalahan dalam pernikahan bisa dibicarakan dan diselesaikan dengan baik. Namun, tidak sedikit juga yang berujung kusut dan hanya menumpuk menjadi masalah baru dan ketidaknyamanan.

Permasalahan inilah yang kerap dialami pasangan-pasangan suami istri hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhirinya.

Menurut Joe Beam, ketua dari Marriage Helper, ternyata ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum memutuskan untuk bercerai, apalagi dengan pasangan yang berselingkuh.

Kira-kira apa saja yang harus dipertimbangkan? Dilansir dari laman marriagehelper.com, berikut Popmama.com telah merangkum 5 daftarnya agar kamu tak menyesal di kemudian hari.

1. Jangan ada keluarga atau teman dekat ikut campur dalam pengambilan keputusan

1. Jangan ada keluarga atau teman dekat ikut campur dalam pengambilan keputusan
Freepik/free picture

Saat berada di titik terendah, mungkin kamu akan membutuhkan sosok keluarga dan teman terdekat untuk memberikan dukungan, cinta, dan pengertian dari mereka.

Namun, mengikuti nasihat mereka di saat-saat tersulit bisa saja mengakibatkan konsekuensi yang buruk. Mengapa? Saat kita terluka, orang yang mencintai kita juga terluka karena cinta mereka kepada kita.

Mereka bisa menjadi sangat marah terhadap orang yang menyebabkan rasa sakit kepada kita. Seringkali, hal itu menciptakan perasaan negatif yang kuat dalam diri mereka tentang orang tersebut.

Oleh karena itu, mereka biasanya tidak ingin kita melanjutkan hubungan dengan orang yang menyakiti kita.

Sebaliknya, mereka ingin melindungi kita dari pelaku dan merasa bahwa satu-satunya cara berlindung adalah dengan pergi dari orang tersebut untuk menghindari rasa sakit di masa depan.

Oleh karena itu, jika pasanganmu telah menyakiti, terutama karena perselingkuhan, maka sebaiknya nikmati saja cinta dan keamanan dari keluarga dan teman-teman.

Tetapi carilah nasihat tentang bagaimana menghadapi pasanganmu yang berselingkuh dari orang-orang berpengalaman seperti psikolog. Sebelum membuat keputusan tentang perceraian, carilah nasihat yang seimbang daripada nasihat yang bias.

Editors' Picks

2. Jangan pernah balas dendam dengan pasangan yang menyakitimu

2. Jangan pernah balas dendam pasangan menyakitimu
Freepik/user18526052

Pada umumnya, perempuan yang menangkap basah suaminya yang sedang berselingkuh pasti akan menyimpan dendam hingga ingin menghancurkan reputasi sang Suami agar ia tahu bagaimana sakit hati yang dialaminya.

Namun, nyatanya langkah tersebut salah besar jika kamu masih ingin melakukannya! Bukan tanpa alasan, balas dendam akan selalu mengarah pada keputusan yang buruk, dan keputusan yang buruk menyebabkan konsekuensi yang buruk.

Balas dendam berarti berusaha membuat orang lain terluka separah yang kamu rasakan. Namun, itu tidak pernah sepenuhnya memuaskan, karena kamu tidak pernah bisa yakin bahwa orang lain terluka separah dirimu.

Lebih baik, kamu menuntut keadilan, tapi tidak dengan membalas dendam. Pembalasan mungkin menyakiti orang lain, tetapi kerusakan emosional yang ditimbulkannya padamu mungkin jauh lebih buruk.

Kerusakan tambahan, seperti efek jangka panjang pada anak-anak, atau tekanan finansial, mungkin merupakan dampak terburuk dari semuanya.

Jika kamu ingin membuat keputusan terbaik untuk masa depan, maka akuilah rasa sakitmu, tetapi jangan biarkan rasa sakit mengaburkan penilaianmu.

3. Pertimbangkan kebaikan hati pasanganmu sebelum berselingkuh

3. Pertimbangkan kebaikan hati pasanganmu sebelum berselingkuh
Freepik/lookstudio

Sebelum memutuskan untuk bercerai dengan pasangan yang berselingkuh, cobalah untuk melakukan kilas balik. Pikirkan dengan matang apakah pasanganmu adalah orang jahat yang melakukan hal buruk? Atau apakah dia orang baik yang melakukan hal buruk?

Menurut Joe Beam, orang baik terkadang melakukan hal-hal buruk, tetapi jika mereka pada dasarnya masih orang baik, mereka mungkin layak diselamatkan.

Orang baik yang menyesali perilaku buruk dan ingin memperbaiki keadaan cenderung menjadi orang yang lebih baik daripada sebelum mereka berbuat curang.

Jika kamu masih bertanya-tanya bagaimana cara mengetahui apakah seseorang itu baik atau buruk, maka Joe Beam menyarankanmu untuk mengevaluasi bagaimana dia sebelum perselingkuhan atau perilaku buruk lainnya.

Jelas, orang yang berzina tidak melakukan hal yang baik, tetapi mungkin dia bisa dibimbing kembali ke hubungan yang benar.

Jika dalam hati ia memiliki moral yang kuat dan rasa bersalah, kemungkinan besar dia pada akhirnya akan menyesali perselingkuhannya dan berusaha memperbaiki keadaan.

Oleh karena itu, daripada hanya pusing dengan situasi saat ini, lebih baik kamu pertimbangkan bagaimana sikap pasanganmu selama ini. Hal itu mungkin akan memberikan wawasan tentang apa yang akan dia lakukan di masa depan.

Jika pasangan yang tersesat telah mengakhiri hubungan terlarang dan ingin kembali bersamamu lagi, maka bisa jadi pada dasarnya dia adalah orang yang baik.

Namun jika pasangan terus hidup dalam perselingkuhan, bisa jadi dia tetap menjadi orang baik yang pada waktunya akan menyesali ketidaksetiaan tersebut. 

4. Pikirkan masa depan saat membuat keputusan

4. Pikirkan masa depan saat membuat keputusan
Freepik/marymarkevlch

Buku berjudul '10-10-10: A Life-Transforming Idea' yang ditulis oleh Suzy Welch menjelaskan bahwa ketika membuat keputusan, seseorang harus mempertimbangkan dampak jangka pendek dan jangka panjang.

Dia menyarankan untuk mempertimbangkan konsekuensi dari keputusanmu dalam 10 menit, dalam 10 bulan, dan dalam 10 tahun.

Jika kamu bisa menyelamatkan perkawinanmu dan membuatnya baik lagi, apa konsekuensinya bagimu, bagi anak-anakmu, dan bagi pasanganmu dalam 10 menit, dalam 10 bulan, dan dalam 10 tahun.

Di sisi lain, jika kamu menceraikan pasanganmu, maka apa konsekuensinya dalam 10-10-10?

Pengalaman Joe Beam dengan ribuan pernikahan menunjukkan bahwa jika pasangan dapat mengatasi kesulitan mereka, belajar memaafkan, membuat batasan yang tepat untuk mencegah masalah di masa depan, dan melakukan hal-hal yang membuat cinta tumbuh, maka pernikahan dapat menjadi lebih kuat setelah perselingkuhan daripada sebelumnya.

Dalam mempertimbangkan 10-10-10, sadari bahwa bercerai tidak otomatis menjamin bahwa kalian akan mendapatkan jodoh baru. Bahkan jika kamu menemukan pasangan lain, hubungan itu juga memiliki risiko perselingkuhan. 

5. Carilah bantuan dari profesional

5. Carilah bantuan dari profesional
Freepik/free picture

Jika kamu merasa dapat berdamai, kamu masih tetap membutuhkan bantuan yang tepat.

Bukan tanpa alasan, memaafkan dan mendamaikan memang tidak terjadi secara alami, tapi melalui proses yang panjang.

Penting bagimu untuk memahami bagaimana perselingkuhan itu terjadi sehingga dapat ditetapkan batasan untuk mencegahnya terulang kembali.

Seringkali, mendapatkan pemahaman ini menyebabkan rasa sakit baik pada pengkhianat maupun yang dikhianati.

Menyadari mengapa pasanganmu mengembangkan ikatan emosional dengan orang lain memang sangat menyakitkan.

Di luar itu, kamu mungkin juga akan menemukan kontribusimu yang tanpa disadari membuka kemungkinan ketidaksetiaan pada pasangan.

Oleh karena itu, memutuskan untuk tidak bercerai memang membutuhkan pemahaman tentang bagaimana memaafkan dan mendamaikan diri.

Pada akhirnya, tujuannya bukan untuk berdamai saja, tetapi untuk belajar mencintai secara mendalam.

Ada banyak profesional yang dapat membantu permasalahanmu.

Bahkan mereka dapat membantumu mencintai lagi dan memiliki pernikahan yang lebih baik dari yang kamu miliki sebelumnya.

Nah, itulah kelima hal yang harus dipertimbangkan sebelum menceraikan pasangan yang berselingkuh. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.