Seks Bisa Terganggu! Jauhkan 5 Hal Ini dari Organ Intim

Demi seks yang maksimal, hindari hal-hal berikut ya!

18 April 2021

Seks Bisa Terganggu Jauhkan 5 Hal Ini dari Organ Intim
bestlubezone.net

Aktivitas seksual antara pasangan suami istri seakan menjadi rutinitas untuk mempererat hubungan rumah tangga.

Saat melakukan hubungan seksual, pasangan suami istri bisa bebas menjelajahi 'rahasia' satu sama lain, sekaligus mencoba hal-hal baru, mulai dari 'posisi' baru hingga 'peran' yang panas dan nakal.

Meski begitu, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pasangan suami istri saat melakukan aktivitas seksual. Bukan tanpa alasan, beberapa benda pendukung aktivitas seks berikut ini ternyata dapat berakibat fatal, mulai dari iritasi hingga infeksi.

Dilansir dari laman Insider, berikut Popmama.com telah merangkum 5 hal yang seharusnya tidak digunakan pada organ intim. Catat baik-baik, ya!

1. Menindik alat kelamin dan vajazzling

1. Menindik alat kelamin vajazzling
Freepik/Doucefleur

Tindik alat kelamin dan vajazzling adalah dua hal yang berbeda. Vajazzling berasal dari dua kata, yakni 'vagina' dan 'bedazzling' yang artinya 'berkilauan'.

Jika digabung, vajazzling adalah sebuah proses menaburi daerah sekitar vagina dengan pernak-pernik berkilau. Sementara, tindik alat kelamin adalah proses di mana kelamin ditindik dan diberikan perhiasan cantik untuk menambah gairah bercinta.

Tren vajazzling dan tindik alat kelamin sendiri mulai naik sejak tahun 2000-an, para ahli medis berulang kali tidak menyarankan praktik yang berbahaya dan menyakitkan tersebut.

Dr. Gersh memperingatkan bahwa pernak-pernik yang digunakan untuk vajazzling seringkali mengandung komponen berbahaya untuk organ intim seperti kadmium dan besi beracun lainnya.

Selain itu, lem yang digunakan untuk menempelkan pernak-pernik tersebut juga mengandung substansi yang memicu iritasi kulit.

Bagaimana dengan tindik alat kelamin? Pendiri Bespoke Surgical, Dr. Evan Goldstein, mengatakan bahwa aktivitas tindik alat kelamin adalah hal yang indah namun mengerikan.

Meskipun beberapa dikatakan aman, namun variasi tindik kelamin dapat mengakibatkan infeksi pada alat kelamin perempuan maupun laki-laki. 

"Walaupun tindik alat kelamin dapat meningkatkan sensasi seksual, jika tidak dilakukan dengan benar, dapat meningkatkan kemungkinan cedera," ujar Dr. Goldstein.

Jika kamu sudah terlanjur memasangnya, Dr. Goldstein menyarankan agar lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan seksual. Tentukan angle yang pas, gunakan pelumas, dan masukkan pelan-pelan. Jangan langsung terobos, kamu tidak mau kan, tindiknya lepas dan hilang di dalam?

Editors' Picks

2. Menggunakan mainan seksual

2. Menggunakan mainan seksual
Freepik/free picture

Untuk memancing perempuan saat foreplay, kamu bisa memanfaatkan mainan seks. Meski terlihat aman, namun ternyata, hal tersebut tidak disarankan oleh para ahli medis.

Dr. Goldstein mengatakan bahwa jika digunakan tidak sesuai dengan petunjuk pemakaian, mainan seks tidak akan menimbulkan kenikmatan, malah kamu bisa 'tamat'.

Sebelum 'bermain' dengannya, pastikan bahan mainan seksual sesuai denganmu. Dengan kata lain, apakah bahan pada sex toy aman dari alergi. Dr. Gersh menyarankan bahan silastik dan lateks natural. Hindari bahan plastik karena dapat meracuni aliran darah.

Dr. Goldstein juga menyarankan agar memperhatikan berbagai jenis mainan seksual. Jangan beli sex toy dengan bentuk aneh karena selain susah digunakan, kemungkinan besar cedera lebih besar.

Untuk menghindari infeksi bakteri pemicu STD, Dr. Gersh juga menyarankan para pasutri agar tidak memakai mainan seksual bergiliran.

3. Memasukan sayur atau buah

3. Memasukan sayur atau buah
Freepik/Dragana_Gordic

Mengonsumsi buah-buahan dan sayur-mayur sebelum dan sesudah aktivitas seksual memang dapat menjaga tubuh dan organ reproduksi tetap sehat.

Namun, beda cerita bila bahan-bahan sehat tersebut malah digunakan untuk memicu orgasme. Jika pada poin sebelumnya mainan seksual dapat mengancam kesehatanmu, ternyata memasukkan buah atau sayur ke dalam organ reproduksi, bukanlah hal yang terlihat seksi atau sehat.

Malah, hal tersebut dapat mendatangkan celaka! Pada dasarnya, bahan makanan yang biasa digunakan sebagai 'pemuas' birahi seperti pisang, timun, dan terong, tidak diciptakan untuk dimasukkan ke dalam vagina.

"Buah dan sayur baik-baik saja jika 'dimainkan' secara oral. Karena, memang untuk dikonsumsi mulut. Namun, banyak buah dan sayur yang bersifat asam atau basa dan bisa sangat 'menusuk' bagi jaringan tubuh terutama daerah intim," jelas Dr. Goldstein. 

4. Menggunakan pelumas berbahan minyak

4. Menggunakan pelumas berbahan minyak
Freepik/User788993

Benda selanjutnya dalam daftar ini mungkin sering kali dipakai sebelum atau di tengah aktivitas seksual. Ya, benda tersebut adalah pelumas! Pelumas dibalurkan agar aktivitas seksual bisa berjalan lancar tanpa ada 'gesekan' yang menyebabkan lecet.

Namun, apakah kamu sudah benar menggunakannya? Tidak semua pelumas diciptakan aman dan sama, lho. Jadi, jangan main asal beli saja! Perhatikan yang mana yang harus kamu pilih.

Meskipun nikmat, Dr. Gersh dan Goldstein mengatakan bahwa pelumas berbahan dasar minyak seharusnya dihindari.

"Pelumas berbahan dasar minyak memiliki kelebihannya sendiri. Lebih licin dan tahan lebih lama dari jenis pelumas lainnya. Bahkan, semakin 'digesek', akan semakin licin. Namun, penting untuk dicatat bahwa pelumas berbahan dasar minyak juga tidak aman untuk kondom dan sex toy," papar Dr. Goldstein.

Selain itu, mereka juga tidak menyarankan penggunaan pelumas penghilang rasa sakit. Rasa sakit, seperti yang sudah dijelaskan berulang kali, adalah 'alarm' tubuh saat ada sesuatu yang salah.

Jika kamu menggunakan pelumas penghilang rasa sakit, kamu takkan tahu bila terjadi cedera. Nikmat memang, tetapi berbahaya, lho! Apalagi jika ada cedera, akan sangat sakit di akhir.

5. Memasukan beauty blender

5. Memasukan beauty blender
Bustle.com

Kamu tidak tahan untuk berhubungan seks sementara si Dia sedang datang bulan? Cepat atau lambat, hal tersebut akan terjadi.

Sempat tren pada 2017 yang lalu, situs LifeHacker sempat mencantumkan penggunaan beauty blender sebagai salah satu kiat untuk aktivitas seksual saat datang bulan agar darah haid tidak berantakan ke mana-mana.

Akan tetapi, ternyata para ahli kesehatan benar-benar menentang hal tersebut! Direktur Integrative Medical Group of Irvine sekaligus seorang ginekolog asal California, AS, Dr. Felice Gersh, mengatakan bahwa hal tersebut amat tidak disarankan, terutama untuk perempuan yang menggunakannya, karena dapat menyebabkan toxic shock syndrome (TSS).

Sekadar penjelasan, TSS adalah keadaan di mana masuknya bakteri patogen staphylococus aureus ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan racun bersirkulasi dengan bebas dalam darah. Kondisi ini juga mematikan, lho! 

"Memasukkan benda-benda seperti beauty blender ke dalam rongga vagina dapat menyebabkan peningkatan risiko TSS karena menarik udara ke bagian atas vagina yang biasanya merupakan lingkungan anaerob. Dengan mengubah lingkungan dan populasi mikroba, infeksi bakteri patogen staphylococus aureus dapat terjadi. Itulah yang mengakibatkan toksik sindrom syok," papar Dr. Gersh. 

Dr. Gersh menyarankan jika memang sudah tidak kuasa menahan birahi saat si Dia sedang haid, maka hal tersebut terbilang normal, Namun tak perlu memanfaatkan beauty blender. Kamu dan pasangan cukup membentangkan handuk sebagai alas sebelum 'beraksi' agar tidak kotor. 

Nah, itulah 5 hal yang tidak seharusnya kamu dekatkan, masukkan, atau pasangkan pada organ intim.

Meskipun dikatakan dapat meningkatkan pengalaman aktivitas seksual, namun apakah sepadan dengan risiko yang menanti? Jika jawabannya tidak, yuk, hindari hal-hal di atas! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.