Kritikan Istri Jadi Pemicu Utama Dad Shaming, Ini 5 Cara Mencegahnya!

Sering tak disadari, jangan lakukan hal ini pada suami ya, Ma!

22 Desember 2020

Kritikan Istri Jadi Pemicu Utama Dad Shaming, Ini 5 Cara Mencegahnya
Freepik/Free photo

Tak hanya para Mama yang dapat mengalami mom shaming. Papa pun bisa mengalami dad shaming dari kritikan-kritikan yang ia terima.

Uniknya lagi, sumber kritikan yang dapat menyebabkan dad shaming biasanya bukan dari orang lain, melainkan dari istri sendiri.

Menurut psikolog anak Saskhya Aulia Prima, M.Psi, tanpa disadari istri seringkali mengkritik pola asuh suaminya. 

"Banyak Papa yang nggak mau mengurus anak karena dikritik istri, semuanya dikomentari," ujar Saskhya dalam acara 'My Baby Momversity' di Ayana Midplaza, Tanahabang, Jakarta Pusat. 

Sebenarnya maksud istri baik, namun ternyata tanpa disadari hal tersebut dapat membuat suami tak percaya diri hingga mengalami dad shaming.

Padahal, seharusnya suami memiliki ruang dan waktu yang perlu dipahami oleh para istri.

Nah, untuk mencegah terjadinya dad shaming pada suami, berikut Popmama.com telah merangkum 5 cara yang dapat Mama lakukan untuk mencegahnya. 

1. Merancang quality time antara Papa dan anak

1. Merancang quality time antara Papa anak
Freepik/free photo

Saskhya menjelaskan ada beberapa cara untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam hal pengasuhan anak.

Salah satunya adalah dengan memberikan waktu dan kepercayaan pada para Papa untuk berinteraksi dengan anak-anak mereka.

“Kalau saya biasanya sengaja memberikan waktu pada suami untuk berinteraksi dengan anak dan saya diemin saja. Tidak perlu 1 jam, cukup 5 menit atau 10 menit nanti setelah itu biasanya saya puji,” ujar Saskhya.

Editors' Picks

2. Jangan pelit untuk memberikan apresiasi

2. Jangan pelit memberikan apresiasi
Freepik/free photo

Tak hanya Mama, seorang Papa pun tentu saja senang jika mendapatkan apresiasi jika dirinya sudah melibatkan diri dalam proses pengasuhan.

Dalam prosesnya, Mama juga diharapkan untuk lebih sabar dan lebih sering mengapresiasi usaha Papa.

Misalnya, bila Papa akhirnya mulai berani memegang atau memandikan anak, maka tidak ada salahnya bila Mama memuji prestasi tersebut.

3. Turunkan ekspektasi pada suami

3. Turunkan ekspektasi suami
dailymail.co.u

Salah satu hal yang penting untuk dilakukan adalah menurunkan ekspektasi pada suami.

Tidak perlu berharap sesuatu yang berlebihan sehingga hal ini bisa mengurangi kekecewaaan Mama.

“Prestasi seorang Papa tidak perlu harus sesempurna yang bisa kita lihat di dalam media sosial yang mungkin bisa membuat makanan untuk anak atau sebagainya. Berani memegang atau memandikan anak saja itu sudah merupakan suatu prestasi untuk mereka. Beri dia apresiasi agar dia merasa lebih semangat untuk terlibat dalam pengasuhan anak,” jelasnya. 

4. Perhatikan intonasi saat berbicara dengan suami

4. Perhatikan intonasi saat berbicara suami
rebelcircus.com

Selain itu, perhatikan pula cara dan nada bicara. Dibandingkan fokus membahas kesalahan suami, lebih baik fokus pada kebutuhan untuk bekerja sama sebagai suami istri.

“Dalam dunia psikologi itu ada I Message atau We Message. Nah, lebih baik pakai I Message, misalnya dengan mengatakan, ‘Aku tahu kamu lagi banyak kerjaannya, lagi capek, tapi boleh  nggak tolong bantuin aku ini’. Jadi fokusnya bukan suami yang nggak bantuin apa-apa tapi lebih ke kita butuh kerja sama,” jelas Saskhya.

5. Review ulang perilaku satu sama lain

5. Review ulang perilaku satu sama lain
Freepik/katemangostar

Terakhir, Saskhya menyarankan agar setiap pasangan suami istri dapat terus menjalin komunikasi dengan baik, salah satunya adalah dengan memberikan masukan terhadap perilaku satu sama lain.

Hal ini bisa dilakukan setiap minggu atau setiap bulan. 

“Harus ada waktu untuk review sebagai orangtua apa yang sudah bagus dan yang harus ditambah. Jadi kita hightlight-nya ke sesuatu yang positif bukan yang negatif. Dengan begitu, kita bisa lebih memahami pasangan,” pungkasnya.

Nah, itulah kelima cara yang dapat Mama lakukan untuk mencegah dad shaming.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.