Sembunyikan Pertengkaran Mama dan Papa dari Anak dengan Cara Ini!

Meskipun akan selalu ada masalah dalam rumah tangga, namun jangan pernah libatkan anak di dalamnya

9 Agustus 2020

Sembunyikan Pertengkaran Mama Papa dari Anak Cara Ini
zenparent.com

Mental yang anak miliki di masa mendatang, sangat ditentukan sejak masa tumbuh kembangnya sewaktu kecil. 

Salah satu aspek yang membentuk mental seorang anak adalah keluarga. 

Bukan hanya tempat berlindung, keluarga juga merupakan tempat utama yang memberikan pengaruh begitu besar dalam perkembangan psikologis maupun mental anak.

Hubungan yang harmonis antara Mama dan Papa tentunya dapat memberikan perkembangan positif pana anak-anak. 

Namun sangat disayangkan jika terkadang Mama dan Papa mungkin merasa sulit untuk menyembunyikan permasalahan yang dihadapi dalam berumah tangga.

Adu mulut hingga kekerasan fisik saat pertengkaran memang tidak dapat diprediksi. Jika anak melihat kejadian tersebut secara berulang-ulang, maka secara tak sadar otak dan psikologis mereka akan tertekan.

Alhasil, anak yang semestinya tumbuh dengan didikan positif, justru berbalik menjadi depresi hingga mengganggu ketenangan batinnya.

Maka dari itu, saat Mama dan Papa sedang bertengkar, sebaiknya sembunyikan pertentangan tersebut di hadapan anak dengan 5 cara yang telahPopmama.com rangkum sebelumnya!

1. Tunggu hingga anak tertidur

1. Tunggu hingga anak tertidur
ussexbedcentre.co.uk

Emosi yang meluap-luap terkadang membuat Mama dan Papa sulit untuk mengontrolnya. Apalagi jika permasalahan yang muncul sangatlah serius. 

Rasanya mulut sudah tak tahan lagi untuk berucap. Namun, bagaimanapun juga Mama harus melihat kondisi anak pada saat itu.

Redamlah sebentar amarah Mama dan Papa hingga anak tertidur pulas. Jika ia sudah terlelap, barulah Mama dan Papa boleh menyelesaikan masalah yang sedang kalian hadapi.

Editors' Picks

2. Tarik napas dan tenangkan diri sejenak

2. Tarik napas tenangkan diri sejenak
guideposts.org

Selagi menidurkan anak sebaiknya Mama juga menenangkan diri sendiri. Cara paling mudah adalah dengan melihat reaksi lucu dari buah hati. 

Hal ini dapat membuat Mama lebih tenang dan memiliki alasan untuk mencoba menyelesaikan masalah secara damai dengan Papa dari anak-anak. 

Ketenangan ini akan sangat membantu Mama dalam menghindari perbuatan atau kata-kata kasar saat berkomunikasi atau menegur pasangan.

3. Kontrol volume suara

3. Kontrol volume suara
videoblocks.com

Jika anak sudah tidur pulas bukan berarti Mama dapat berteriak-teriak saat bertengkar. Sebaiknya, atur volume saat berdebat dengan Papa. 

Jangan lupa untuk mengunci pintu agar anak tidak mendengar percakapan Mama dan Papa. Suara yang bising dan terlalu keras, akan mengganggu tidurnya hingga membuatnya terbangun kembali.

4. Berdebat di ruangan lain

4. Berdebat ruangan lain
bridalguide.com

Pertengkaran terjadi sebaiknya jangan dilakukan di hadapan anak. Jangan sampai mereka melihat orangtuanya bertengkar hebat. 

Sebaiknya, bertengkarlah di dalam kamar pribadi ataupun ruangan yang jauh dari anak. Pastikan mereka tidak mendengar serta melihat perdebatan yang dialami orangtuanya.

5. Hindari kekerasan fisik

5. Hindari kekerasan fisik
crosswalk.com

Jangan menggunakan kekerasan fisik dalam berkomunikasi dengan suami. Bicaralah dengan bijaksana dan temukan solusi bersama. 

Kekerasan fisik hanya akan menambah keruh masalah yang ada serta menimbulkan tanda tanya pada anak jika timbul luka lebam yang membekas di tubuh. 

Anak pun bisa tumbuh menjadi pribadi yang tempramen dan ringan tangan dengan meniru perlauan kedua orangtuanya.

Nah, itulah kelima hal yang dapat Mama dan Papa lakukan untuk menyembunyikan pertengkaran dari anak.

Bagaimanapun Mama dan Papa pasti menginginkan sang Anak dapat tumbuh dengan baik tanpa gangguan mental ataupun depresi akibat pertengkaran kedua orangtua.

Maka dari itu, cobalah kontrol emosi kalian berdua agar pertengkaran yang terjadi dapat segera terselesaikan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.