7 Tips yang Harus Diketahui First-Time Parents yang Harus Mama Ketahui

Nggak sulit kok Ma untuk menjadi orangtua baru, langsung cek saja tipsnya!

28 Januari 2021

7 Tips Harus Diketahui First-Time Parents Harus Mama Ketahui
Pixabay.com

Diluar sana, banyak sekali calon orangtua yang seringkali meragukan dirinya sendiri untuk menjadi orangtua yang baik untuk anak-anaknya nanti.

Mempersiapkan mental serta pola pikir yang matang merupakan poin penting yang harus Mama garis bahwahi jika saat ini Mama sedang menunggu kelahiran si Kecil yang sebentar lagi akan hadir dikehidupan Mama.

Seperti yang Mama ketahui, menjadi orangtua merupakan tugas yang berat, bukan? Lalu, pola pikir seperti apa yang harus Mama tumbuhkan agar kelak Mama bisa menjadi orangtua yang baik untuk si Kecil?

Nah, kali ini Popmama.com akan memberikan 7 tips yang harus Mama ketahui sebagai first-time parents. Coba simak yuk, Ma!

1. Percaya diri

1. Percaya diri
Pexels/bruce mars

Para calon orangtua baru di luar sana sering kali underestimate terhadap kemampuan mereka sehingga mereka cenderung tidak percaya pada dirinya sendiri bahwa mereka bisa mengurus anak dengan baik.

Ma, percaya diri merupakan point utama dan yang terpenting yang harus Mama miliki untuk menjadi orangtua yang baik bagi anak.

Mama harus percaya kalau nanti kelak si Kecil lahir, Mama bisa memberikan contoh yang baik pada mereka, memberikan pesan moral yang baik bagi kehidupannya kelak, serta dapat membesarkannya menjadi sosok hebat dalam bidang apapun yang ia gemari.

Jika Mama sudah percaya akan hal tersebut, maka insting Mama sebagai seorang Ibu akan tumbuh dengan sendirinya. Untuk melengkapi pengetahuan parenting, Mama juga bisa membaca buku-buku yang membahas pola asuh anak.

2. Saran terbaik adalah dari diri sendiri

2. Saran terbaik adalah dari diri sendiri
Pexels/tirachard kumtanom

Tahukah Ma, kalau saran terbaik untuk anak bisa Mama dapatkan dari diri Mama sendiri? Mama harus sadar bahwa Mama merupakan orangtuanya, sehingga Mama secara tidak langsung sudah sangat mengetahui apa yang terbaik untuk mereka.

Jadi Ma, percayalah pada insting Mama saja ya.

Jika Mama bingung harus mengatasi suatu masalah yang terjadi pada anak, maka hal yang harus Mama lakukan adalah tenang, tarik nafas, dan birakan insting Mama bekerja untuk mereka.

Walaupun saran terbaik bisa Mama dapatkan sendiri pada diri Mama, namun bukan berarti Mama menolak setiap saran dari orang lain ya!

Mama juga harus tetap mendengarkan saran dari mereka selama menurut Mama hal tersebut benar dan bisa Mama terapkan pada anak. Intinya, Mama harus tetap menyaring saran-saran yang masuk ke telinga Mama.

Editors' Picks

3. Prioritaskan waktu Mama untuk mereka

3. Prioritaskan waktu Mama mereka
Pexels/Daria Shevtsova

Ditengah kesibukan pekerjaan Mama sebagai wanita karir, bukan berarti Mama harus menyerahkan semua tanggug jawab atas anak terhadap pengasuhnya lho!

Justru, jangan biarkan anak merasa waktu yang ia habiskan bersama pengasuh lebih menyenangkan daripada waktu yang ia habiskan bersama Mama.

Walaupun Mama tidak bisa 24 jam menemani anak, namun Mama masih bisa kok menebus waktu-waktu tersebut dengan menciptakan momen-momen kedekatan yang spesial saat weekend dan sepulang Mama bekerja.

4. Jangan beri imbalan berlebihan

4. Jangan beri imbalan berlebihan
Pexels/josh willink

Mungkin banyak orangtua yang berpikir secara prkatis bahwa reward and punishment merupakan sebuah pola asuh yang benar untuk mereka terapkan pada si Kecil.

Namun Ma, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena ketika Mama selalu memberikan imbalan atas apa yang dicapai, maka ia akan tumbuh menjadi anak yang pamrih.

Ia akan melakukan sesuatu berdasarkan imbalan yang akan ia dapat nanti.

Cukup berikan ucapan terima kasih dan kecupan sebagai reward untuk Si Kecil ketika ia melakukan hal yang baik dan menyenangkan. Hal-hal sederhana seperti itu justru dapat meningkatkan rasa tulus pada hati anak mama.

5. Stop comparing!

5. Stop comparing
Pexels/janko ferlic

Banyak orangtua pada zaman ini yang sibuk membandingkan anak-anaknya dengan anak-anak lain. Mereka sibuk membanggakan hal-hal positif dari anaknya, sehingga akhirnya mereka terkesan mengintimidasi perasaan orangtua anak tersebut.

Jangan lakukan hal itu ya, Ma! Jagalah perasaan orangtua lain selayaknya Mama ingin dijaga perasaanya. Selain itu, membanggakan anak di depan orang lain secara berlebihan juga dapat membuat anak mama angkuh.

Mama cukup memujinya dengan pujian-pujian yang manis dan tidak berlebihan, karena pada dasarnya anak juga membutuhkan pujian dari Mama. Namun takaran pujian yang Mama berikan jangan terlalu berlebih ya!

6. Hindari sikap kompetitif yang berlebihan

6. Hindari sikap kompetitif berlebihan
Pixabay.com

Pada dasarnya kompetisi merupakan hal yang sangat baik bagi perkembangan si Kecil, karena dengan berkompetisi maka mereka dapat belajar untuk terus berusaha mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.

Namun perlu diingat Ma, bahwa untuk memenangkan kompetisi, hal utama yang harus mereka miliki bukanlah ambisi yang berlebihan namun ambisi yang terarah.

Jika Mama terlalu memaksakan kehendak dan ambisi Mama terhadap mereka, maka justru trauma yang akan mereka rasakan. Biarkanlah mereka hidup dengan ambisinya yang terarah tanpa ada tekanan dari ambisi Mama.

Mama juga perlu mengajarkan mereka untuk menerima kegagalan, karena tidak semua hal yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan. Ajarkan mereka untuk bersikap supportive dengan lawan kompetisinya.

7. Jangan kekang mereka

7. Jangan kekang mereka
Pexels/josh willink

Mungkin orangtua zaman dahulu bisa dengan seenaknya mengekang anak-anak untuk tidak boleh melakukan ini dan itu. Namun, bukan berarti Mama juga bisa melakukan hal tersebut pada si Kecil ya!

Mama juga harus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan pola asuh yang tepat sesuai dengan eranya. Generasi saat ini cenderung memiliki keingintahuan yang tinggi, maka Mama perlu membebaskan mereka meskipun tetap dalam pengawasann Mama.

Nah, itulah tips untuk orangtua baru. Sekarang Mama sudah siap kan menjadi orangtua baru yang memiliki mental serta pola pikir yang baik? Selamat menjadi orangtua baru ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.