Hukum dan Niat Mandi Junub setelah Berhubungan Intim di Bulan Ramadan

Ketahui hukum, niat hingga tata cara mandi junub!

7 Mei 2021

Hukum Niat Mandi Junub setelah Berhubungan Intim Bulan Ramadan
Pexels/armin-rimoldi

Melakukan hubungan intim memang menjadi kebutuhan bagi setiap pasangan suami istri yang telah memiliki ikatan pernikahan.

Selain sebagai sebuah kebutuhan untuk meningkatkan keharmonisan rumah tangga, berhubungan seks pun memberikan manfaat bagi pasangan suami istri. Manfaat yang dirasa mulai dari menjaga sistem kekebalan tubuh hingga meningkatkan hormon endorfin.

Namun, setelah melakukan hubungan intim, Mama dan pasangan perlu membersihkan diri dengan mandi junub.

Mandi junub atau mandi wajib adalah salah satu kewajiban seorang muslim untuk membersihkan diri dari hadas besar. Selain usai berhubungan seks dengan pasangan, mandi junub ini bisa dilakukan ketika sudah berhentinya darah nifas dan setelah masa haid selesai. Dalam pelaksanaan mandi junub ini pun harus disertai dengan membaca doa sesuai dengan ajaran agama Islam. 

Nah, mungkin bagi sebagian orang masih banyak yang bertanya-tanya apakah melakukan hubungan intim saat berpuasa diperbolehkan? Bagaimana cara mandi junub di bulan Ramadan?

Nah, berikut ini informasi terkait hukum mandi junub, doa mandi junub, tata cara mandi junub dan niat mandi junub, tak perlu khawatir karena kali ini Popmama.com telah merangkumnya.

Simak yuk, Ma!

1. Hukum berhubungan intim saat berpuasa

1. Hukum berhubungan intim saat berpuasa
Pexels/orione-conceicao-1531154

Bagi pasangan suami istri, melakukan hubungan intim dengan niat ibadah akan memberikan pahala bagi keduanya. Namun, jika Mama dan pasangan melakukan hubungan intim di tengah keadaan puasa, maka akan menjadi hadas besar.

“Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu.

Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.” - (Q.S Al Baqarah:187)

Dari surat di atas dijelaskan bahwa hubungan intim boleh dilakukan, namun setelah waktu berbuka puasa. 

Editors' Picks

2. Hukum mandi junub setelah berhubungan intim

2. Hukum mandi junub setelah berhubungan intim
Pexels/karolina-grabowska

Berhubungan intim menjadi salah satu hadas besar yang tentu berbeda dengan hadas kecil. Jika hadas kecil bisa dibersihkan hanya dengan wudhu, sedangkan jika hadas besar yang menempel dalam tubuh wajib disucikan dengan mandi junub.

Nah, apabila setelah melakukan hubungan intim tidak junub, maka masih dianggap najis dan tidak diperbolehkan untuk beribadah, termasuk puasa. Hal tersebut merupakan perintah Allah yang tertulis dalam surat Al Maidah ayat 6, yakni:

وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ 

wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ

Artinya: “Jika kamu junub, maka mandilah.”

3. Niat mandi junub

3. Niat mandi junub
Pexels/olly

Mandi junub merupakan cara untuk membersihkan dan menyucikan diri dari najis yang menempel di tubuh setelah melakukan hadas besar.

Nah, sebelum mandi junub Mama dan pasangan dianjurkan membaca niat agar sah dan mandi junub ini tidak dianggap seperti mandi biasa.

Bismillahirahmanirahmim nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbar minal janabati fardlon lillahi ta'ala.

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta'ala.”

4. Tata cara mandi junub

4. Tata cara mandi junub
Pexels/ketut-subiyanto

Selain membaca niat mandi junub, hal lain yang harus diperhatikan yakni tata cara mandi junub.

Hal tersebut dikarenakan mandi junub bukanlah mandi biasa, sehingga Mama dan pasangan perlu mengikuti tata cara mandi junub. Berikut merupakan tata cara mandi junub yang bisa Mama ikuti, antara lain: 

  1. Membaca niat mandi wajib. 
  2. Membersihkan telapak tengan sebanyak 3 kali. 
  3. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan. 
  4. Berwudu secara sempurna. 
  5. Menyiram kepala dengan air sebanyak 3 kali. 
  6. Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. 
  7. Membersihkan area badan yang susah dijangkau. 

Saat mandi junub, meskipun sudah melakukannya sesuai urutan, ada juga beberapa hal lain yang perlu diperhatikan. Salah satunya, yakni menggunakan air yang bersih. Lakukan juga wudu dengan air yang mengalir.

Nah, itulah beberapa informasi terkait hukum mandi junub, doa mandi junub, tata cara mandi junub dan niat mandi junub ketika usai berhubungan intim di bulan Ramadan. Tata cara ini perlu diperhatikan dan diharapkan semoga bermanfaat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.