Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Tasyi Ungkap Isi Hati, Singgung Rasa Iri dan Dendam Manusia
Instagram.com/tasyiiathasyia
  • Tasyi Athasyia membagikan curahan hati di Instagram tentang rasa iri, dendam, dan kesadaran diri setelah setahun memendam perasaan, berharap tulisannya memberi pencerahan bagi orang lain.

  • Tasyi menyoroti pentingnya hidayah sebagai petunjuk hidup agar manusia tidak terjebak dalam kesombongan dan kebencian yang membuat lupa memperbaiki diri sendiri.

  • Tasyi kini memandang ujian hidup sebagai cara Tuhan mendekatkan manusia pada kebaikan, mengajarkan introspeksi, serta menjaga hati agar tetap bersih dari iri dan dendam.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selebgram Tasyi Athasyia baru-baru ini menuliskan isi hatinya melalui quotes yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Mulanya, saudara kembar dari Tasya Farasya tersebut ragu untuk mengungkapkan isi hati yang selama satu tahun belakangan ini dipendamnya.

Guys boleh nggak sih aku nulis sesuatu isi hati aku. Sekalian sharing dan siapa tau bisa manfaat buat orang-orang yang lagi di posisi kaya aku. Mau upload tapi ragu dari kemarin,” tulis Tasyi di Instagram Story, Senin (11/5/2026).

Setelah mendapatkan banyak dukungan dari warganet, Tasyi pada akhirnya pun mengunggah ungkapan hatinya tersebut di Instagram pribadi. Tasyi berharap jika tulisannya itu bisa menjadi pencerahan bagi orang-orang yang mungkin mengalami hal serupa seperti dirinya.

“Semoga bisa menjadi pencerahan dan sedikit semangat untuk hati-hati yang sedang diuji,” ungkap Tasyi.

Lantas, seperti apa curahan hati Tasyi yang sempat dipendamnya selama hampir satu tahun? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan.

1. Tasyi mengaku dulu sering kesal melihat sikap seseorang yang tidak sadar diri

Instagram.com/tasyiiathasyia

Tasyi memulai curahan hatinya dengan membahas momen ketika melihat seseorang tampak menyimpan dendam atau bersikap kurang baik, tetapi di saat yang sama justru sering membagikan nasihat bijak tentang memaafkan dan tidak iri hati. Kondisi itu sempat membuat dirinya bingung sekaligus kesal.

“Pernah nggak merasa bingung melihat seseorang yang terlihat sombong, menyimpan dendam ke kita, api di saat yang sama sering me-like atau mem-posting nasihat tentang.

"Jangan iri hati."

"Belajarlah memaafkan. "

"Dendam hanya akan membunuhmu

pelan-pelan."

Dulu aku sering kesal melihat hal seperti itu,” tulis Tasyi Athasyia.

Tasyi dulu sering mempertanyakan apakah orang tersebut benar-benar menyadari sikapnya sendiri atau tidak.

Perasaan kecewa dan emosi sempat memenuhi pikirannya karena melihat adanya perbedaan antara ucapan maupun perilaku yang ditunjukkan.

Namun seiring waktu berjalan, sudut pandangnya mulai berubah. Jika dulu ia merasa marah, kini Tasyi justru merasa prihatin.

“Tapi sekarang, perasaanku berubah. Aku bukan lagi marah. Aku justru sedih. Aku prihatin. Karena mungkin memang benar, dia tidak sadar. Dan ketidaksadaran itu BUKAN HAL YANG SEDERHANA,” lanjutnya.

2. Menyoroti pentingnya hidayah dalam kehidupan seseorang

Instagram.com/tasyiiathasyia

Tasyi juga membahas tentang betapa pentingnya hidayah dalam kehidupan manusia. Menurutnya, hidayah menjadi sesuatu yang sangat berharga karena mampu membantu seseorang membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

“Betapa pentingnya dan mahalnya sebuah hidayah dari Allah? Sangat penting! Karena sungguh orang yang hatinya tidak mendapatkan hidayah kebaikan dan kebenaran itu serem banget ternyata,” cerita Tasyi.

Tasyi merasa bahwa ketika seseorang tidak mendapatkan petunjuk menuju kebaikan, mereka bisa saja terjebak dalam perilaku yang salah tanpa menyadarinya. Bahkan, seseorang dapat terus fokus melihat kesalahan orang lain hingga lupa untuk memperbaiki dirinya sendiri.

“Itu adalah tipu daya setan dan bagaimana secara tidak langsung menunjukkan jarak hatinya ke Allah dan yang mengerikan, ketidaksadaran dirinya ini bisa dilakukan sampai ajal datang dan mereka tidak diberi kesempatan bertobat dan meninggal keadaan SUULKHOTIMAH,” lanjutnya.

3. Tasyi kini memandang ujian hidup dengan cara berbeda

Instagram.com/tasyiiathasyia

Jika dulu Tasyi merasa hinaan, hujatan, dan masalah yang datang merupakan tanda bahwa dirinya dijauhkan dari kasih sayang Tuhan, kini ia justru memiliki pemahaman berbeda. Menurutnyai, ujian hidup tidak selalu berarti keburukan.

Ia merasa bahwa sebuah ujian justru bisa menjadi jalan agar seseorang semakin dekat dengan Tuhan dan lebih introspektif terhadap diri sendiri. Ujian dapat membuat seseorang menjadi lebih rajin beribadah, lebih mudah menyadari kesalahan, dan memiliki hati yang lebih lapang untuk memaafkan orang lain.

“Apabila itu ujian maka dia akan membuat kita lebih dekat dengan Allah. Kita dibuat tambah rajin ibadah, dibuat menyadari kesalahan agar mudah bertobat dan diberi kelapangan hati memaafkan orang lain,” ceritanya.

“Sedangkan Azab datang membuat kita semakin rusak, membuat berat beribadah membuat kita susah menjalankan perintah-perintah Allah, dan yang lebih seramnya dibuat merasa tidak punya kesalahan,” sambungnya.

4. Mengingatkan agar tidak terlalu fokus mencari kesalahan orang lain

Instagram.com/tasyiiathasyia

Dalam curhatannya, Tasyi juga mengajak pengikutnya untuk melakukan introspeksi diri. Ia mengingatkan bahwa terlalu fokus melihat kesalahan orang lain justru bisa membuat seseorang lupa pada kekurangan diri sendiri.

“Ketika kita di buat Fokus mencari kesalahan orang, disitu malah sebenarnya kita sedang tertipu daya,” tulis Tasyi.

Rasa marah, dendam, dan keinginan untuk terus menyalahkan orang lain dapat perlahan menguasai hati. Hal itu membuat seseorang sibuk menilai orang lain tanpa sempat memperbaiki dirinya sendiri.

“Kita dibuat fokus terhadap kesalahan orang agar kedengkian, amarah, dan dendam, menguasai diri kita,” lanjutnya.

5. Kebahagiaan sejati bukan hanya soal materi dan urusan duniawi

Instagram.com/tasyiiathasyia

Kebahagiaan sejati bukan hanya soal pencapaian materi atau hal-hal duniawi semata. Malahan, seseorang yang memilih fokus memperbaiki diri, meminta maaf, dan bertobat justru bisa mendapatkan ketenangan hidup yang lebih berarti.

Kebahagiaan yang dimaksud bukan sekadar terlihat bahagia dari luar, melainkan juga merasakan ketenangan batin. Di sisi lain, Tasyi menilai bahwa kesombongan dan rasa dengki dapat membuat seseorang semakin larut dalam hal-hal negatif. Tanpa disadari, waktu terus berjalan dan seseorang bisa kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri.

“Karena alih alih dendam dan sombong dia fokus berubah menjadi lebih baik. Dia fokus bertobat karena dia diberi hidayah memahami dirinya punya salah dan dia tidak ragu untuk berubah dan meminta maaf,” curhatnya.

“Sedangkan yang satunya, semakin hancur dari kesombongan! sampai larut dan tanpa dia sadari umurnya semakin tua dan habislah waktu untuknya,” lanjutnya.

6. Singgung tipu daya setan yang membuat manusia tidak menyadarinya

Instagram.com/tasyiiathasyia

Menurutnya, kesombongan dapat membuat seseorang lupa diri dan merasa paling benar. Karena itu, penting untuk tetap rendah hati dan terus berusaha memperbaiki diri selama masih diberikan kesempatan hidup di sunia.

“Itulah tipu daya setan, dia membuat manusia merasa sombong dia membuat manusia merasa KUAT padahal sesungguhnya mereka sedang dibuat lupa kalau mereka hanya seorang pendosa yang jauh dari hidayah,” ungkap Tasyi.

7. Berharap agar tulisannya dapat jadi pencerahan bagi banyak orang di luar sana

Instagram.com/tasyiiathasyia

Di bagian akhir tulisannya, Tasyi menyinggung kisah tentang kesombongan dan kedengkian yang menurutnya bisa menjadi pelajaran bagi manusia. Ia mengingatkan bahwa sifat iri hati dan merasa lebih tinggi dari orang lain dapat membawa dampak buruk.

Ia pun berharap semua orang dapat mengambil pelajaran untuk terus memperbaiki diri, mengurangi rasa dendam, serta belajar memaafkan. Baginya, menjaga hati tetap bersih menjadi salah satu hal penting agar hidup terasa lebih tenang dan penuh makna

“Semoga kita tidak dijadikan alat untuk setan beroperasi di dunia,” kata Tasyi.

Curahan hati Tasyi Athasyia ini pun menuai banyak perhatian dari warganet karena dinilai relatable dengan kehidupan banyak orang. Bagaimana menurut pendapatmu?

Editorial Team