Instagram.com/tsaniamarwa54
Tsania menyoroti ketidaksesuaian antara putusan pengadilan yang telah dikeluarkan dan kenyataan yang dia hadapi. Hal tersebut menunjukkan tantangan dalam menegakkan keputusan pengadilan dalam situasi semacam ini.
Meskipun situasinya saat ini konflik dan rumit, Tsania berharap bahwa anak-anak mereka akan memahami keputusannya suatu hari nanti.
Tujuannya untuk membangkitkan kesadaran tentang keadilan dalam kasus hak asuh anak di Indonesia, bahkan jika itu berarti menjadi korban dalam prosesnya.
"Ini dia bagian ter-EPIC jelas-jelas di putusan ada point "MENGHUKUM TERGUGAT UNTUK MENYERAHKAN KEDUA ANAK KEPADA PENGGUGAT" Kenyataannya???!! APA YANG DIHUKUM???? APA GUNANYA PUTUSAN INI??? APA CUMA SECARIK KERTAS TANPA MAKNA DAN KEKUATAN APA PUN YANG DI KELUARKAN OLEH INSTITUSI RESMI SEPERTI MAHKAMAH AGUNG???" tulis Tsania Marwa dengan penuh kekecewaan.
"Alasan saya menceritakan ini untuk MEMBUKA MATA PARA PEMIMPIN agar sadar betapa "kurangnya" keadilan di Indonesia mengenai hak asuh anak. Saya memang korban, tapi anak anak saya tidak pantas menerima semua ini," tambahnya.
Nah, itu tadi informasi terkait Tsania Marwa tagih hak asuh anak setelah 7 tahun pisah. Kisruh hak asuh anak antara Tsania Marwa dan Atalarik Syach menggambarkan konflik yang melibatkan banyak pihak.
Semoga perselisihan keduanya sebagai orangtua bisa terselesaikan dengan baik, ya.