Jika 7 Hal Ini Sering Terjadi, Hati-Hati Hubunganmu Mungkin Akan Gagal

Coba ingat lagi yuk, kira-kira perilaku seperti ini nggak?

24 Maret 2019

Jika 7 Hal Ini Sering Terjadi, Hati-Hati Hubunganmu Mungkin Akan Gagal
Freepik

Sangat mudah untuk percaya bahwa hubungan kamu berjalan baik ketika kamu tidak banyak bertengkar. Selain itu kamu dan pasangan sama-sama merayakan hari penting dalam perjalanan hubungan kalian. Kamu menandainya di kalender untuk merayakan acara-acara khusus itu, dan kamu berusaha untuk pergi bersama, bahkan menyempatkan untuk beli kado untuknya.

Tetapi untuk memiliki hubungan yang bertahan lama, kamu perlu memperhatikan hal-hal kecil sehari-hari yang tidak selalu layak untuk posting Instagram.

Menurut para ahli, mungkin ada hal-hal dalam rutinitas harian kamu yang dapat mengantar hubungan kamu menjadi hubungan yang gagal tanpa kamu menyadarinya.

Melansir dari laman Bustle, "Kadang-kadang terlihat jelas, tetapi di lain waktu sulit untuk melihat bahwa kebiasaan kecil ini menciptakan jarak dalam hubungan kamu," Bethany Ricciardi, pakar hubungan dengan TooTimid.

Itu karena hal-hal kecil kadang bisa menjadi fondasi hubungan Kamu.

Misalnya bagaimana cara  kamu berkomunikasi, ini menentukan apakah hubungan bisa terus berlangsung atau gagal.

"Bagaimanapun, hanya terserah kamu yang mau mencoba sadar untuk mengubah kebiasaan kamu," katanya.

Tidak ingin hubungan rumah tangga jadi semakin tak nyaman, berikut Popmama.com berikan ulasan perilaku yang bisa membuat hubungan kamu gagal dengan pasangan kamu.

7 Perilaku yang Bisa Membuat Hubungan Suami-Istri Gagal

Jangan sia-siakan waktu yang kamu miliki hanya untuk pertengkaran atau memupuk egois. Yuk simak apa saja perilaku yang bisa menyebabkan perpisahan, mungkin kamu tidak menyadari hal ini.

1. Berpikir pasangan kamu sedang terlihat keren, tapi kamu tidak mau mengakuinya

1. Berpikir pasangan kamu sedang terlihat keren, tapi kamu tidak mau mengakuinya
Freepik/freepic.diller

Akui itu dan katakan dengan suara yang keras! Jangan sungkan mengakui kelebihan pasangan kamu, terlebih jika mata kamu sudah menemui hal itu secara langsung.

Seringkali hubungan gagal bukan karena ada kecurangan di awal. Melainkan karena merasa tidak diakui, merasa tidak cukup baik untuk pasangannya dan merasa tidak pantas.

Itu karena pasangan kamu tidak tahu kalau dirinya pernah atau sering terlihat baik bahkan keren di mata pasangannya.

"Kamu dapat melindungi hubungan kamu dan memastikan bahwa setiap hari kamu memuji pasangan kamu," kata Bethany.

Berikan ia pujian secara gratis. Baju yang ia pakai, atau setiap ide cemerlang yang dia berikan untuk tim di tempatnya bekerja.

"Tidak perlu banyak waktu dan ini bisa membangun sisi positif dari hubungan kamu dengannya," katanya.

2. Tidur dengan membawa rasa marah

2. Tidur membawa rasa marah
Freepik/phduet

No! Jangan lakukan ini. Ada baiknya kemarahan dihapus sebelum kamu pergi tidur di malam hari.

Jika kamu berpikir bahwa kamu adalah satu-satunya orang yang benar dan pasangan kamu sama-sama berpikir dirinya yang benar, maka sulit untuk menemukan kata sepaham dan saling menerima.

Melangkah pergi untuk menenangkan mungkin merupakan ide yang baik, Alexis Jerman, ahli strategi in-house Relationship di Finding.com, mengatakan, "Membiarkan perasaan marah dan kebencian memburuk dalam semalam dapat menyebabkan asosiasi tidur dengan perasaan negatif terhadap pasangan kamu," katanya.

Ini sungguh tidak nyaman.

Ketika sesuatu seperti ini mulai menyerang alam bawah sadar kamu, itu dapat menghancurkan hubungan kamu tanpa kamu sadari.

Jadi biasakan untuk menyelesaikan konflik apa pun yang Kamu miliki sebelum tidur.

3. Kamu pikir menunda untuk membicarakan hal penting itu baik?

3. Kamu pikir menunda membicarakan hal penting itu baik
Freepik

Sangat mudah untuk menunda pembicaraan yang sulit untuk menjaga kedamaian dan harmoni dalam hubungan kamu. Tetapi melakukan hal itu hanya akan menyebabkan masalah yang lebih besar di kemudian hari.

Satu topik sulit yang harus kamu bicarakan secara teratur adalah tentang cara mengatur keuangan keluarga.

"Banyak pasangan yang saya lihat tidak tahu bagaimana mendiskusikannya dengan cara yang mirip bisnis," psikoterapis Tina B. Tessina, LMFT, PhD. "Ketika pasangan tidak berbicara tentang uang dengan nyaman dan mudah, masalah ditemukan terlambat."

Meskipun tidak nyaman, masalah sulit perlu dibahas sebelum terlambat.

Editors' Picks

4. Lupa menanggapi chat pasangan kamu

4. Lupa menanggapi chat pasangan kamu
Freepik/tirachardz

Kadang-kadang hari kamu bisa sangat sibuk sehingga chat dari pasangan kamu lupa untuk ditanggapi dengan cepat.

"Memeriksa sepanjang hari tidak hanya membuat pasangan kamu merasa bahwa dirinya itu penting, tetapi juga saat kamu mau berbagi apa pun yang terjadi pada hari-hari kamu," kata Jerman.

Jika kamu benar-benar sibuk, mengirim pesan singkat untuk mengatakan itu lebih baik daripada membiarkan hal-hal diabaikan atau dilupakan.

Baca juga:

5. Jangan menceritakan semua beban hidup kamu pada pasangan kamu

5. Jangan menceritakan semua beban hidup kamu pasangan kamu
Freepik/Jcomp

Ini juga bisa jadi perilaku yang membuat hubungan kamu gagal dengan pasangan kamu.

Salah satu bagian terbaik tentang menjalin hubungan adalah memiliki seseorang untuk diajak bicara.  Tetapi kamu harus cermat memaknai kalimat tersebut.

Chelsea Leigh Trescott, pembawa acara podcast Thank You Heartbreak, mengatakan, "Jika kamu ingin hubungan yang bertahan lama, berhentilah menitipkan beban dan drama kehidupan kamu ke pasangan kamu."

Boleh saja melakukannya sesekali. Tetapi jika kamu lakukan terus-menerus, maka beban itu juga akan jadi milik pasangan kamu dan mungkin nantinya ia akan merasa lelah.

Biasanya suami akan khawatir dengan istrinya, maka ia memberi masukan dan ternyata kamu memiliki cara kamu sendiri untuk menyelesaikan masalah kamu.

Perbedaaan cara dalam mengahapi masalah kadang membuat suami merasa tak sabaran.

Inilah bagaimana kita kehilangan orang, kata Trescott.

6. Follow media sosial milik pasangan kamu dan aktivitasnya dijadikan bahan untuk berdebat

6. Follow media sosial milik pasangan kamu aktivitas dijadikan bahan berdebat
Freepik/rawpixel.com

Sekedar follow saja tidak masalah, tapi kebanyakan pasangan merasa perlu mencampuri kegiatan pasangannya di media sosial. Terlalu jadi masalah tentang siapa yang like fotonya, siapa yang baru saja follow dia, atau siapa yang foto bersamanya.

Semua ini melelahkan, kalau dijadikan bahan pertempuran, tidak akan ada habisnya.

"Argumen kecil tentang media sosial menyebabkan begitu banyak perpisahan,” kata Jerman.

Mereka mungkin curiga bahwa mereka akan diselingkuhi atau merasa tidak tahu lagi apa yang terjadi dalam hidup pasangannya.

Jika itu adalah alasan untuk ingin memeriksanya, kamu perlu berbicara dengan pasangan kamu untuk membalikkan keadaan.

Jangan mempertahankan gaya hubungan berpasangan yang tidak sehat dan saling merugikan.

7. Tidak memerhatikan pasangan dengan baik

7. Tidak memerhatikan pasangan baik
Freepik/yanalya

Jangan terlalu sibuk sendiri. Pasangan kamu berhak dicintai, ia berhak diperhatikan dengan sebaik-baiknya.

"Ini tak perlu dikatakan tetapi masih menjadi masalah dalam banyak hubungan - luangkan lebih banyak waktu untuk pasangan kamu," Dr. Alok Trivedi, pakar hubungan dan pendiri Aligned Performance Institute mengatakan hal demikian.

"Terlalu sibuk" atau "terlalu lelah" untuk memberikan waktu pada pasangan kamu bukanlah alasan yang bagus.

"Lebih suka berada di tempat lain dan ini pertanda kamu tidak peduli dengan keberhasilan hubungan kamu," kata Dr. Trivedi.

Intinya adalah, jika pasangan kamu itu adalah seseorang yang penting, maka kamu akan meluangkan waktu untuknya.

Untuk memiliki kehidupan rumah tangga yang langgeng, kita bisa menentukan sikap dan cara kita dalam berhubungan satu sama lain setiap harinya.

Jika kamu bisa melakukan rutinitas sehari-hari kamu untuk membuat pasangan kamu merasa mereka adalah prioritas dalam hidup kamu, hubungan kamu tentu bisa terus berjalan dengan baik.

Itulah 7 perilaku yang bisa membuat hubungan kamu gagal dengan pasangan kamu. Kamu mungkin bisa perbaiki jika ada sikap yang kurang baik demi memiliki keluarga bahagia.

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!