Ternyata Ini Ma, Alasan Papa Sulit Diajak Periksa ke Dokter

Padahal ke dokter supaya bisa tahu kondisi kesehatannya

2 Juni 2020

Ternyata Ini Ma, Alasan Papa Sulit Diajak Periksa ke Dokter
agapeher.com

Mungkin sebagian Mama sering mengeluhkan sulitnya mengajak Papa periksa ke dokter ketika dirinya memiliki tanda-tanda gangguan kesehatan pada tubuh, baik fisik maupun mental. Biasanya, Papa akan menunda-nunda hingga akhirnya tidak kunjung ke dokter.

Memang, kadang masalah kesehatan tampak hilang dengan sendirinya. Tapi bagaimana jika itu adalah masalah kesehatan yang serius? Malah bahaya jika gejala hilang dan bersembunyi di dalam tubuh.

Sebenarnya, apa ya alasan Papa sulit diajak periksa ke dokter? Jika Mama bingung, Popmama.com akan membocorkan alasannya di bawah ini.

Editors' Picks

1. Alasan Papa sulit diajak periksa ke dokter

1. Alasan Papa sulit diajak periksa ke dokter
Freepik/master1305

Dilansir dari verywellmind, ternyata ada banyak alasan Papa sulit diajak periksa kondisi kesehatannya ke dokter. Berikut daftar alasannya.

  • Rasionalisasi bahwa masalahnya akan hilang.
  • Takut pada apa yang akan dikatakan dokter.
  • Merasa bahwa ini bukan waktu yang tepat untuk sakit.
  • Terlalu sibuk.
  • Tidak suka dengan seluruh pengalaman medis.
  • Perawatan medis dianggap terlalu mahal.
  • Malas menghabiskan terlalu banyak waktu di ruang tunggu.
  • Malu jika diketahui tentang penyakit atau kondisi medisnya.
  • Khawatir dipandang lemah.
  • Takut prosedur medis yang menyakitkan.
  • Pengalaman masa lalu yang buruk dengan dokter tertentu, fasilitas kesehatan, atau prosedur medis.
  • Penolakan tentang status kesehatannya saat ini.

2. Bagaimana cara membujuknya agar mau periksa ke dokter?

2. Bagaimana cara membujuk agar mau periksa ke dokter
Freepik

Sebagai istri, khawatir dengan kondisi kesehatan Papa itu pasti. Mama tentu tidak mau masalah kesehatan jadi berkepanjangan hingga akhirnya pada tahap terburuk. Mama mungkin dapat mencoba beberapa cara ini untuk membujuknya.

  • Bicarakan dengan Papa bahwa Mama khawatir dan takut dengan situasi (kondisi kesehatan Papa) ini.
  • Katakan perasaan Mama pada Papa terkait dengan dampak penolakan pergi ke dokter. Misalnya, Mama sedih ketika Papa menolak pergi ke dokter.
  • Beri tahu alasan menyentuh Mama menginginkan Papa pergi ke dokter, yaitu karena mencintainya. Mama juga dapat menawarkan untuk menemaninya.
  • Ingatkan tentang rasa sakit yang mengganggu aktivitas dan kenyamanan Papa. Contohnya, Papa tidak ingin tidur terganggu sepanjang malam akibat sakit gigi, kan?
  • Tanyakan padanya apakah Mama dapat mengatur janji temu Papa dengan dokter.
  • Jika Mama yakin penolakan Papa pergi ke perawatan medis atau psikologis dapat mengancam jiwa, maka diperlukan bantuan profesional supaya Papa mendapatkan apa yang dibutuhkannya.
  • Pertimbangkan untuk menemui seorang konselor sendiri supaya membantu Mama mengatasi perasaan yang campur aduk. Penting bagi Mama untuk menjaga diri sendiri dan menerima perasaan frustrasi atau kemarahan akibat penolakan Papa.
  • Terima peran Mama sebagai pasangan, bukan sebagai orang tua Papa. Anggap Papa adalah orang dewasa yang mampu membuat keputusan medis pribadi.

3. Jangan katakan atau lakukan hal ini jika Papa terus menolak periksa ke dokter

3. Jangan katakan atau lakukan hal ini jika Papa terus menolak periksa ke dokter
Freepik

Meskipun Papa terus menolak periksa ke dokter, tapi jangan sampai Mama mengatakan atau melakukan hal ini untuk memaksanya, ya. Salah-salah, malah akan menambah masalah dalam pernikahan kalian berdua.

  • Jangan terus mengomel.
  • Jangan mengatur janji dengan dokter tanpa persetujuan Papa.
  • Jangan terus berargumen tanpa akhir tentang masalah ini.
  • Jangan memanipulasi pasangan untuk pergi ke dokter.
  • Jangan mengancam untuk bercerai (kecuali jika Mama benar-benar menginginkannya).

Semoga pada akhirnya Papa akan luluh dan mau memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter ya, Ma. Tetap semangat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.