5 Jenis Gangguan Mental yang Umum Terjadi setelah Melahirkan

Meski tidak terlihat, gangguan ini berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani!

10 Oktober 2021

5 Jenis Gangguan Mental Umum Terjadi setelah Melahirkan
Freepik/freepik

Kehadiran buah hati yang membahagiakan seringkali hadir bersama dengan berbagai tanggung jawab baru dan perubahan besar dalam hidup mama. Mulai dari perubahan fisik, cara pandang, lingkungan sosial, kebiasaan dan kebutuhan diri serta keluarga, hingga perubahan hormon dan psikis selama proses penyesuaian pasca kehadiran si Kecil.

Salah satu fenomena yang dialami sangat banyak perempuan pasca melahirkan adalah gangguan mental. Meski tidak terlihat selayaknya sakit fisik, kondisi gangguan mental setelah melahirkan sama berbahayanya jika tidak segera diidentifikasi dan ditangani.

Yuk, mulai kenali lima jenis gangguan mental yang umum terjadi setelah melahirkan melalui artikel Popmama.com yang satu ini!

1. OCD Pasca Persalinan

1. OCD Pasca Persalinan
Pexels/Andrea Piacquadio

Mama mungkin sudah familiar dengan istilah Obsessive-Compulsive Disorder (OCD), tapi tahukah Mama bahwa ada jenis OCD khusus yang dialami pasca persalinan?

Menurut penelitian, 50 persen perempuan penyintas OCD pasca persalinan memiliki pikiran mengganggu untuk secara sengaja menyakiti bayi mereka atau diri mereka sendiri. Pikiran-pikiran mengganggu ini datang dengan sendirinya, seringkali dipicu oleh stres, dan sulit untuk dihentikan secara mandiri.

Editors' Picks

2. Distimia

2. Distimia
Freepik

Gangguan depresi persisten yang satu ini adalah kondisi di mana suasana hati mama konsisten murung berkepanjangan hingga dua tahun atau lebih setelah melahirkan.  Mama penyintas distimia cenderung kehilangan minat dalam beraktivitas normal sehari-hari, sering merasa putus asa dan rendah diri.

Kondisi ini rentan menyerang perempuan yang memiliki riwayat depresi atau distimia sebelumnya. Penting untuk segera mencari pertolongan ahli untuk membantu mengatasi kondisi ini ya, Ma!

3. Postpartum Anxiety

3. Postpartum Anxiety
Freepik/cookie_studio

Jika Mama hampir selalu merasa cemas sepanjang kehamilan dan proses persalinan, waspadai kondisi yang satu ini. Postpartum anxiety adalah kondisi cemas tingkat lanjut yang lebih parah dari baby blues, di mana Mama tidak dapat menghentikan berbagai kekhawatiran yang terus muncul dalam pikiran.

Kondisi ini akan membuat Mama sulit beristirahat serta terus menerus merasa tegang dan ketakutan. Tapi jangan khawatir, postpartum anxiety tetap dapat disembuhkan melalui perawatan intensif dari dokter ahli kejiwaan.

4. Depresi Postpartum

4. Depresi Postpartum
Freepik/jcomp

Salah satu gangguan mental yang paling umum dirasakan perempuan pasca melahirkan adalah depresi postpartum. Gangguan pada suasana hati yang terjadi dalam tiga minggu pertama pasca melahirkan ini dipicu oleh perubahan hormon dan pengaruh stres.

Gejalanya beragam, mulai dari perasaan sedih, kesulitan untuk fokus, tidak bisa menikmati kegiatan yang sebelumnya sangat disukai, hingga depresi akut. Perempuan dengan riwayat depresi selama kehamilan lebih rentan mengalami depresi postpartum.

5. Postnatal PTSD

5. Postnatal PTSD
Freepik/drobotdean

Post-traumatic stress disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma yang satu ini terjadi setelah Mama melahirkan. Sebanyak 45 persen perempuan mengalami proses persalinan yang traumatis dan empat persen di antaranya berakhir mengalami kondisi PTSD.

Kondisi ini membuat penyintasnya sering merasakan kembali kilas balik memori kejadian traumatis saat melahirkan yang kemudian meninggalkan rasa takut mendalam, terutama ketika mendapat pemicu ingatan kejadian tersebut seperti mendengar tangisan bayi atau melihat alat bedah.

Lima jenis gangguan mental yang umum terjadi setelah melahirkan tersebut dapat dicegah atau ditangani sedini mungkin agar tidak menjadi semakin parah dan membahayakan.

Jangan sepelekan, lakukan konsultasi rutin kepada dokter kepercayaan, psikolog, atau psikiater pada bulan-bulan awal pasca melahirkan agar dapat memastikan kondisi mental mama tetap sehat. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.