Tips Mengatasi Kelelahan Mental Setelah Melahirkan. Sehat Lagi, Yuk!

5 tips ini bisa meringankan beban mental Mama pasca melahirkan

16 September 2021

Tips Mengatasi Kelelahan Mental Setelah Melahirkan. Sehat Lagi, Yuk
Freepik/cookie_studio

Proses panjang kehamilan hingga persalinan adalah pengalaman yang mengubah hidup bagi setiap perempuan. Sangat banyak perubahan terjadi dalam waktu yang relatif singkat seringkali memicu stres berlebihan hingga rentetan gangguan mental yang efeknya terasa semakin intens pasca melahirkan.

Jangan salah, beban mental pasca melahirkan tidak bisa dianggap remeh karena dapat membahayakan Mama dan bayi jika dibiarkan berlarut. Sebagai langkah awal, Mama bisa mencoba mengurangi kelelahan mental dengan melakukan beberapa upaya mandiri, lho! Penasaran? Yuk, cari tahu bersama dalam artikel Popmama.com yang satu ini!

1. Tetapkan batasan

1. Tetapkan batasan
Freepik/Wayhomestudio

Dengan menyadari dan tegas menjaga batasan diri, Mama dapat mengelola ruang, waktu, dan energi dengan lebih baik dalam rangka menjaga kesehatan mental diri sendiri.

Mulai sekarang, yuk mulai beranikan diri untuk tegas menolak hal-hal yang tidak Mama butuhkan atau sedang tidak bisa Mama hadapi dalam kondisi mental saat ini! Komunikasikan juga perasaan Mama dengan orang terdekat agar ada pihak lain yang dapat membantu Mama membatasi interaksi dan keterlibatan dengan hal-hal yang tidak terlalu penting.

Editors' Picks

2. Perbanyak waktu untuk diri sendiri

2. Perbanyak waktu diri sendiri
Freepik/nakaridore

Hamil, melahirkan, dan menyusui seringkali membuat fokus Mama hanya tertuju pada bayi hingga lupa pada kesenangan diri sendiri. Ingat, Mama juga seorang individu yang memiliki kebutuhan dan keinginan yang perlu diperhatikan agar tetap senang dan bahagia!

Sisihkan waktu paling tidak 5-10 menit per hari untuk melakukan kegiatan me time yang menyenangkan dan menenangkan Mama seperti maskeran, berendam, meditasi, membaca buku, menonton film, berjalan santai, karaoke, dan lain sebagainya. Yuk, sayangi dan apresiasi diri dengan melakukan gestur kecil yang menyenangkannya setiap hari!

3. Alihkan tanggung jawab

3. Alihkan tanggung jawab
Freepik

Sadarkah Mama bahwa tidak semua beban harus dipikul sendirian? Belajar untuk percaya dengan orang lain dan ikhlas mengalihkan tanggung jawab untuk beberapa waktu adalah proses yang perlu dilatih namun sangat penting untuk menjaga kesehatan mental Mama setelah kehadiran buah hati.

Bekali orang kepercayaan dengan pengetahuan dan perlahan belajarlah untuk percaya. Jika Mama bisa mendelegasikan beberapa saja tanggung jawab Mama sehari-hari pada orang lain, beban yang Mama pikul akan terasa lebih ringan dan Mama jadi tidak mudah lelah batin dalam menjalani hari.

4. Komunikasikan perasaan

4. Komunikasikan perasaan
Freepik/shurkin_son

Terkadang, yang Mama perlukan hanyalah meluapkan perasaan. Terlalu banyak kecemasan dan pikiran yang datang perlu disalurkan agar tidak menjadi energi negatif dalam tubuh. Selain mengutarakan isi hati dan pikiran secara verbal pada orang terdekat yang dipercayai dan menuangkannya dalam bentuk karya, Mama juga disarankan untuk menulis, mengetik, atau merekam jurnal harian untuk meluapkannya.

Selain menjadi lebih lega, jurnal harian tersebut dapat menjadi jejak rekam suasana hati dan kesulitan yang Mama rasakan dari hari ke hari. Ini akan memudahkan Mama apabila pada akhirnya memerlukan pertolongan profesional.

5. Cari bantuan ahli

5. Cari bantuan ahli
Freepik/jcomp

Tidak semua hal dapat diatasi sendiri. Jangan ragu atau malu untuk mencari pertolongan ahli apabila Mama merasa sudah tidak kuat memikul lelah mental atau sudah menunjukkan gejala-gejala gangguan mental yang mengkhawatirkan.

Ingat, jika dibiarkan berlarut kondisi mental yang tidak sehat justru dapat menjadi sangat berbahaya untuk kesehatan dan keselamatan Mama serta buah hati, lho. Jadi, segera periksakan jika Mama merasa sudah lelah!

Itu dia lima upaya menangani lelah mental setelah melahirkan. Mungkin terlihat sederhana, namun perlu latihan dan kesadaran diri tinggi dalam praktiknya. Tetap semangat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.