Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Alasan Meghan Trainor Pilih Ibu Pengganti untuk Melahirkan Anak Ketiga.jpg
Instagram.com/meghantrainor

Intinya sih...

  • Meghan mengalami trauma persalinan yang menegangkan

  • Perjuangan melawan PTSD pasca melahirkan

  • Masalah kesehatan mental dan serangan panik setelah melahirkan putra keduanya

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 22 Januari 2026, Meghan Trainor membawa kabar bahagia mengenai kelahiran anak ketiganya.

Namun, ada hal yang mencuri perhatian publik pada persalinan kali ini. 

Berbeda dengan pengalaman sebelumnya saat melahirkan anak pertama dan kedua secara mandiri, Meghan memutuskan untuk menggunakan metode surrogacy atau jasa Ibu pengganti untuk menyambut kehadiran anggota keluarga barunya.

Bukan tanpa alasan, surrogacy dipilih karena Meghan pernah mengalami trauma fisik dan mental terkait persalinan. 

Berikut ini Popmama.com rangkum informasi selengkapnya mengenai alasan Meghan Trainor pilih Ibu pengganti untuk melahirkan anak ketiganya. 

1. Trauma persalinan yang menegangkan

Instagram.com/meghantrainor

Meghan selama ini dikenal sangat terbuka mengenai perjuangannya sebagai seorang Ibu, termasuk pengalaman mengerikan yang ia lalui. 

Sebelum memiliki anak ketiga, ia telah dikaruniai dua putra yakni Riley (4) dan Barry (2), yang ia kandung sendiri. 

Namun, proses kelahiran Riley meninggalkan bekas luka yang mendalam, di mana saat itu, sang Putra mengalami gangguan pernapasan serius hingga harus menjalani perawatan intensif di ruang khusus selama beberapa hari setelah lahir.

Kondisi ini membuat Meghan down beberapa hari, hingga membutuhkan waktu untuk pemulihan didampingi sang Suami. 

2. Perjuangan melawan PTSD pasca melahirkan

Instagram.com/meghantrainor

Trauma yang dialami Meghan memicu gangguan stres pasca trauma atau Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). 

Momen yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi sangat berat karena saat Riley dilarikan ke ruang NICU, Meghan masih harus terbaring di meja operasi. 

Kondisi medis ini membuatnya tidak bisa langsung melihat maupun menyentuh putranya sesaat setelah persalinan, sebuah kenyataan yang sangat memukul batinnya sebagai seorang Ibu kala itu.

3. Masalah kesehatan mental dan serangan panik

Instagram.com/meghantrainor

Gangguan kesehatan fisik dan mental kembali membayangi Meghan setelah ia melahirkan putra keduanya, Barry. 

Ia mengaku mengalami kelelahan yang luar biasa hingga terkena serangan panik. 

Meghan menggambarkan situasi tersebut sangat menakutkan, di mana ia merasa seolah-olah sedang sekarat. Bahkan setiap kali mencoba berdiri, kepalanya terasa pusing hebat hingga nyaris pingsan.

Dalam satu kesempatan, ia bahkan jujur mengungkapkan rasa tidak nyaman saat menggendong Barry, karena kondisi tubuhnya yang seakan ingin menyerah. 

Itulah informasi selengkapnya mengenai alasan Meghan Trainor pilih Ibu pengganti untuk melahirkan anak ketiganya. 

Meski melewati masa-masa yang begitu traumatis, Meghan menegaskan bahwa kehadiran anak-anaknya tetaplah anugerah yang membuat hidupnya jauh lebih baik. 

Itulah sebabnya, ia memilih jalan yang lebih aman melalui surrogacy agar tetap bisa menambah anggota keluarga tanpa harus membahayakan kesehatan nyawanya kembali.

Editorial Team