Benarkah Fenugreek Ampuh Untuk Menambah Produksi ASI?

Selain mengonsumsi fenugreek, jangan lupa terapkan pola hidup sehat lainnya

9 November 2019

Benarkah Fenugreek Ampuh Menambah Produksi ASI
Pixabay/conceptroof

Menyusui menjadi salah satu momen yang paling dinanti oleh para ibu setelah melahirkan. Oleh sebab itu, berbagai cara pun akan dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI.

Salah satunya yang paling banyak dipercaya adalah konsumsi sari fenugreek. Saat ini sudah banyak suplemen ASI booster yang mengandung fenugreek dan diyakini bisa membantu membuat produksi ASI kian meningkat.

Sebelum itu, yuk pahami dulu apa sebenarnya fenugreek dan bagaimana manfaatnya bagi kesehatan tubuh Mama. Berikut Popmama.com rangkum informasinya dari Healthline:

1. Apa itu fenugreek?

1. Apa itu fenugreek
Freepik

Trigonella foenum-graecum  atau dikenal juga dengan nama fenugreek adalah salah satu tanaman herbal yang tumbuh setinggi sekitar 60 hingga 90 cm. Tanaman ini memiliki bunga putih kecil dan setiap daun hijaunya membelah menjadi tiga daun yang lebih kecil.

Mama mungkin pernah menemukan fenugreek tanpa menyadarinya. Tanaman ini memiliki rasa khas yang mirip seperti maple, sehingga kerap digunakan untuk menambah rasa pada sirup maple buatan.

2. Apakah fenugreek bisa meningkatkan produksi ASI?

2. Apakah fenugreek bisa meningkatkan produksi ASI
Freepik

Dikutip dari sebuah studi di jurnal PubMed Central, di mana dilibatkan sekitar 122 responden ibu menyusui, ada temuan bahwa ramuan secara signifikan dapat meningkatkan jumlah produksi ASI.

Studi lainnya pada tahun 2018 juga pernah dilakukan. Dalam studi tersebut, 25 responden mengonsumsi ramuan campuran dari fenugreek, jahe, dan kunyit, sementara 25 responden lainnya mengonsumsi plasebo.

Hasilnya, para ibu yang mengonsumsi ramuan campuran fenugreek, jahe dan kunyit mengalami peningkatan volume ASI hingga 49 persen pada minggu ke-2 dan peningkatan sebanyak 103 persen pada minggu ke-4. Tetapi perlu dipahami bahwa penelitian ini dilakukan dengan campuran bahan lain seperti jahe dan kunyit, bukan dari fenugreek saja ya, Ma. Namun demikian, fenugreek tetap diasumsikan oleh peneliti memiliki kontribusi.

Para peneliti masih belum yakin mengapa fenugreek bisa memberikan efek tersebut, tetapi diduga kuat ini karena ada kandungan phytoestrogen (bahan kimia tanaman yang mirip dengan estrogen) di dalam fenugreek.

Editors' Picks

3. Berapa banyak konsumsi fenugreek yang dianjurkan?

3. Berapa banyak konsumsi fenugreek dianjurkan
Freepik/Spukkato

Tak sedikit para ibu menyusui yang kemudian mengonsumsi sari fenugreek terus-menerus demi mendapatkan suplai ASI yang cukup. Padahal, tetap ada anjuran aman jika Mama ingin mengonsumsi fenugreek.

Untuk teh herbal dengan kandungan fenugreek, Mama bisa meminumnya 2-3 kali sehari atau sesuai dengan anjuran pada kemasan. Hindari mengonsumsinya lebih banyak dari anjuran yang tertulis, Ma.

Jika Mama ingin mengonsumsi olahan fenugreek yang lebih terkonsentrasi, Mama bisa mengonsumsi fenugreek dalam bentuk suplemen kapsul. Dosis yang dianjurkan biasanya 3-4 kali sehari, tetapi jangan lupa untuk memeriksa anjuran minum yang tertulis di kemasan juga.

Biasanya, fenugreek dalam bentuk kapsul bekerja lebih cepat dibandingkan teh herbal. Efek pada suplai ASI mungkin mulai akan dirasakan oleh Mama dalam jeda waktu 24-72 jam. Tetapi ada pula yang baru menunjukkan efeknya setelah seminggu lebih mengonsumsi fenugreek, efeknya bisa berbeda-beda pada setiap ibu.

Tapi sebelum Mama memutuskan untuk mengonsumsi suplemen, pahamilah bahwa suplemen herbal tidak diatur dengan cara yang sama seperti obat resep. Konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi Mama sebelum mengonsumsi obat herbal apa pun dan pastikan keaslian produk yang Mama beli.

4. Efek samping konsumsi fenugreek berlebihan

4. Efek samping konsumsi fenugreek berlebihan
Freepik

Dalam studi-studi tentang konsumsi fenugreek sebelumnya, tidak tertulis apa efek buruk dari fenugreek yang bisa terjadi. Bahkan menurut US Food and Drug Administration (FDA), fenugreek secara umum diakui sebagai salah satu herbal yang aman.

Tetapi LactMed, yang merupakan basis data info obat terkait dengan laktasi , menuliskan bahwa fenugreek yang dikonsumsi secara berlebihan dan tidak sesuai anjuran bisa memberikan efek samping.

Beberapa di antaranya termasuk seperti mual, muntah, kembung, serta diare. Hal penting lainnya, fenugreek juga sebaiknya tidak dikonsumsi ibu hamil karena dapat menyebabkan kontraksi rahim.

5. Tips lain untuk meningkatkan produksi ASI selain dari fenugreek

5. Tips lain meningkatkan produksi ASI selain dari fenugreek
Freepik/rawpixel.com

Jika Mama kurang cocok atau tidak mendapatkan hasil maksimal dari konsumsi fenugreek, ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan guna meningkatkan produksi ASI. Dari tanaman herbal lainnya, Mama bisa mengonsumsi teh fennel atau biji adas, serta mengonsumsi teh blessed thistle.

Kurma juga diyakini bisa menjadi salah satu asupan yang baik dikonsumsi untuk membantu meningkatkan produksi ASI, Ma.

Jika Anda tidak menyukai gagasan mencoba fenugreek untuk meningkatkan pasokan ASI Anda, berikut adalah beberapa suplemen yang mungkin Anda sukai.

Beberapa kebiasaan baik lainnya yang bisa juga Mama coba di antaranya tetap rutin menyusui si Kecil, memompa ASI sesering mungkin di antara jeda waktu menyusui, serta menyusui bayi secara bergantian antara payudara kanan dan kiri. Dengan demikian, produksi ASI yang dilakukan pun menjadi seimbang.

Apabila setelah melakukan cara-cara ini, termasuk mengonsumsi fenugreek, Mama masih memiliki masalah terkait produksi dan suplai ASI, segera lakukan konsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi terdekat ya, Ma.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!