Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Cek Faktanya, Ma!

Minum kopi selama menyusui boleh kok, tapi perhatikan dulu hal ini!

15 Oktober 2020

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi Cek Faktanya, Ma
Pexels/Rawpixel.com

Minum kopi saat ini sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup, begitu juga untuk sebagian mama. Tiada hari tanpa minum kopi, begitu katanya bagi mereka yang sudah terbiasa minum kopi.

Tapi bolehkah ibu menyusui minum kopi?

Takaran minum kopi yang aman bagi ibu menyusui adalah kurang dari 200 mg perhari. Itu karena kopi mengandung kafein. Jika konsumsi perhari kurang dari batas tersebut maka ibu menyusui boleh minum kopi. Tapi ingat, kafein juga terdapat di dalam cokelat dan teh.

Lantas apakah kebiasaan minum kopi juga bisa memengaruhi kesehatan tubuh mama, produksi ASI, serta kesehatan si Kecil?

Berikut fakta-fakta tentang aturan minum kopi bagi ibu menyusui, yang berhasil Popmama.com rangkum:

1. Fakta tentang kafein

1. Fakta tentang kafein
Pexels/Kaboompics.com

Kandungan dalam kopi yang dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan adalah kafein. Kafein sendiri merupakan salah satu jenis stimulan dan diuretik, Ma.

Stimulan ini berarti konsumsi kafein berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang bisa mengganggu pola istirahat mama. Padahal saat baru mulai mengurus bayi, istirahat menjadi salah satu hal penting ya, Ma.

Selain itu, konsumsi kafein berlebihan juga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Ini menyebabkan penurunan kadar cairan tubuh dan dapat menyebabkan dehidrasi.

Tak cuma di kopi, kafein juga terdapat pada beberapa jenis minuman lain termasuk beberapa jenis teh seperti teh hijau, minuman berbahan dasar cokelat, serta minuman berkarbonasi.

Editors' Picks

2. Aturan minum kopi saat menyusui

2. Aturan minum kopi saat menyusui
Pexels/Tracey Shaw

Pada dasarnya, saat menyusui, Mama tetap boleh minum kopi, kok. Hanya saja, Mama perlu paham bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Termasuk untuk minum kopi saat Mama masih menyusui.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jumlah batasan konsumsi kafein yang dianjurkan per hari maksimal 300 mg. Ini setara dengan 2-3 cangkir kopi.

Namun, ketahuilah bahwa kandungan kafein dalam secangkir kopi dapat bervariasi. Ini bergantung pada jenis biji kopi dan waktu pembuatannya.

Meski sudah diberikan batasan porsi, tetap akan jauh lebih baik jika Mama berhenti atau benar-benar mengurangi di bawah porsi tersebut demi kesehatan mama dan si Kecil..

3. Efek minum kopi terhadap ASI

3. Efek minum kopi terhadap ASI
Pexels/Stokpic

Dilansir Healthline, kadar kafein memuncak dalam ASI sekitar satu hingga dua jam setelah dikonsumsi. Dari jumlah ini, sebagian kecil dari kafein benar-benar bisa ‘terbawa’ di dalam ASI saat Mama minum kopi.

Menurut sebuah penelitian tentang efek minum kopi terhadap produksi ASI, ada sekitar 0,06 hingga 1,5 persen dari dosis kafein Mama yang bisa menembus ke dalam ASI.

Kafein ini tidak hanya yang Mama konsumsi dari kopi saja, melainkan semua sumber makanan dan minuman yang juga mengandung kafein, termasuk teh, cokelat, minuman energi, dan minuman bersoda.

Saat Mama meminum kopi berlebihan, misalnya sampai mencapai 10 cangkir per hari, ada beberapa efek samping yang mungkin bisa dialami oleh bayi. Beberapa di antaranya seperti masalah perilaku, gangguan pola tidur, dan tidak bisa tenang.

Selain itu, bayi juga menjadi lebih mudah marah dan tidak sabar. Bagi Mama yang memiliki bayi prematur, efek yang didapat juga mungkin terasa lebih nyata.

Ini karena kemampuan tubuh bayi prematur dan bayi baru lahir untuk memecah kafein lebih lambat daripada bayi yang usianya sudah sesuai.

Catatan jika bayi mama sensitif:

Beberapa bayi juga seringkali lebih sensitif terhadap kafein dibandingkan bayi lain seusianya.

Jika Mama melihat ada perubahan pada bayi, terutama pada perilaku dan pola tidurnya setelah Mama minum kopi, maka pertimbangkan untuk mengurangi atau berhenti dulu mengonsumsinya. Paling tidak sampai masa menyusui mama sudah usai.

4. Pengaruh minum kopi berlebihan bagi tubuh

4. Pengaruh minum kopi berlebihan bagi tubuh
Pixabay/RobinHiggins

Tak cuma bagi bayi dan produksi ASI, minum kopi secara berlebihan juga bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan tubuh mama sendiri. Terutama saat Mama sedang dalam masa pemulihan pascapersalinan.

Misalnya jika Mama minum lebih dari empat cangkir kopi setiap hari, berbagai efek pun bisa terlihat. Beberapa di antaranya seperti migrain, sakit kepala, susah tidur, sering buang air kecil, dan sakit perut.

Yang lebih mengkhawatirkan, minum kopi dan kafein berlebihan juga bisa membuat detak jantung menjadi lebih cepat dan tremor pada otot.

Namun demikian, sampai saat ini belum ada penelitian yang menemukan adanya kaitan antara minum kopi dengan penurunan produksi ASI.

5. Alternatif pengganti kopi untuk asupan energi

5. Alternatif pengganti kopi asupan energi
Freepik/Schantalao

Setelah melahirkan, masa-masa penyesuaian untuk mulai mengurus bayi seringkali membuat Mama harus begadang dan jadi kurang tidur. Nah, minum kopi pun sering dijadikan andalan agar tubuh tetap berenergi dan kuat.

Tak perlu melulu mengandalkan kopi, Ma. Ada beberapa cara lain yang juga bisa dilakukan untuk meningkatkan energi saat masa menyusui. Cara-cara tersebut yakni:

  • Minum banyak air putih

Meningkatkan asupan air dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat Mama lebih berenergi. Salah satu tanda dehidrasi adalah tubuh terasa lelah dan lesu. Saat menyusui, pastikan Mama minum setidaknya 10 gelas air putih per hari.

  • Lakukan latihan fisik

Meski tubuh mungkin rasanya sangat lelah, jangan lupa untuk menyediakan waktu berolahraga. Cukup dengan jalan kaki keliling kompleks rumah atau bersepeda santai dapat membantu meningkatkan endorfin dan menurunkan tingkat stres mama. Selain itu, rutin olahraga juga dapat meningkatkan kualitas tidur dan membuat Mama lebih bersemangat.

  • Atur pola makan

Jangan lupa juga untuk selalu menutrisi tubuh mama selama menyusui dengan diet gizi seimbang. Konsumsi setidaknya tambahan 500 kalori sehari. Makan cukup dan bergizi seimbang juga dapat membantu meningkatkan energi dan produksi ASI.

Itulah informasi mengenai keamanan mengonsumsi kopi saat menyusui. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca jug:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.